Itik petelur dara (jantan) tidak menghasilkan telur, namun peranannya sangat penting dalam produksi telur itik komersial. Selama fase pemeliharaan, ransum yang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan reproduksi pejantan. Berikut merupakan penjelasan lengkap tentang ransum itik petelur dara, termasuk kebutuhan nutrisi, contoh formulasi, serta tips praktis bagi peternak.
| Komponen | Kebutuhan (%) atau mg/kg | Keterangan |
|---|---|---|
| Protein Kasar | 1618 | Sumber utama pertumbuhan otot. |
| Energi Metabolis (ME) | 26002800 kcal/kg | Menjamin aktivitas harian dan pertumbuhan. |
| Lemak | 35 | Sumber energi tambahan serta membantu penyerapan vitamin D. |
| Serat Kasar | 46 | Membantu pencernaan. |
| Vitamin A | 10.000 IU/kg | Penting untuk perkembangan mata dan reproduksi. |
| Vitamin D3 | 3.000 IU/kg | Membantu penyerapan kalsium. |
| Vitamin E | 3040 mg/kg | Antioksidan, melindungi sel sperma. |
| Zinc | 80 mg/kg | Berperan dalam sintesis hormon seks. |
| Selenium | 0.3 mg/kg | Meningkatkan kualitas sperma. |
| Kalsium | 0.91.2 % | Dukungan tulang dan saraf. |
Berikut contoh ransum untuk itik dara mulai dari DAYONE hingga 4 minggu (starter). Proporsi bahan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lokal.
| Bahan | Persentase (%) | Keterangan |
|---|---|---|
| Jagung (bubur) | 45 | Sumber energi utama. |
| Soybean meal | 20 | Sumber protein berkualitas. |
| Pelet ikan | 10 | Menambah asam lemak omega3. |
| Dedak padi | 10 | Serat dan vitamin B kompleks. |
| Minyak sayur | 3 | Sumber lemak dan vitamin E. |
| Premix vitamin & mineral | 2 | Menjamin kecukupan mikronutrien. |
| Air bersih | Sesuaikan untuk mencapai konsistensi basah. |
Pada fase grower, kebutuhan energi dan protein sedikit naik, sementara penambahan mineral reproduksi menjadi lebih penting.
| Masalah | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Kebanyakan lemak | Pakan terlalu banyak minyak atau jagung tinggi lemak | Kurangi persentase minyak, perbanyak serat (dedak atau sekam) |
| Penurunan fertilitas | Kekurangan vitamin E atau selenium | Tambahkan premix khusus reproduksi atau suplemen selenium |
| Berat badan stagnan | Protein kurang dari 16% | Naikkan proporsi soy/meal ikan hingga 2224% |
| Masalah pencernaan | Serat terlalu rendah | Tambahkan dedak padi atau serat tanaman lain (jerami) |
Ransum itik petelur dara harus mengutamakan protein 1618%, energi 26002800kcal/kg, serta keseimbangan vitaminmineral khusus reproduksi. Pada fase starter, pakan berbasis jagungsoy dengan tambahan minyak ikan dan premix sudah cukup. Pada fase grower, tingkatkan lemak, protein, serta penambahan zinc dan selenium. Praktik pemberian pakan yang teratur, kontrol suhu, serta pemantauan kesehatan akan menghasilkan itik dara yang kuat, sehat, dan produktif dalam meningkatkan fertilitas telur betina.
