Latar Belakang Sejarah
Dinasti Abbasiyah (7501258 M) menandai masa keemasan peradaban Islam, terutama pada abad ke-9 sampai ke-11 yang dikenal sebagai abad pertengahan Abbasiyah. Ibukota baru, Baghdad, menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Pemerintahan Abbasiyah memberi patronase besar kepada para penyair, sejarawan, dan ilmuwan. Ketersediaan kekayaan, stabilitas politik relatif, serta interaksi dengan budaya Persia, Yunani, dan India menciptakan lingkungan yang subur bagi kreativitas sastra.
Karakteristik Utama Sastra Arab
Beberapa ciri khas sastra Arab pada periode ini meliputi:
- Bahasa Arab Klasik: Penyair dan penulis masih mempertahankan standar bahasa Arab klasik (Fus) yang dipelajari melalui Al-Quran.
- Penggabungan Gaya: Campuran elemen tradisional (qasidah, muallaqat) dengan bentuk baru seperti muwashshah dan prosa marifiyyah.
- Tematik: Tema cinta, kerinduan, keagamaan, moralitas, serta kritik sosial muncul secara bersamaan.
- Pendidikan dan Perpustakaan: Perpustakaan Bayt al-Hikma (Rumah Kebijaksanaan) dan madrasah menjadi sumber utama teksteks klasik dan baru.
Aliran- aliran Utama
1. Puisi Klasik (Qasidah)
Walaupun puisi qasidah sudah ada sejak praIslam, pada masa Abbasiyah penyair seperti AlMutanabbi (915965 M) menghidupkan kembali gaya ini dengan kebijaksanaan politik dan retorika tajam. Karyakaryanya menyoroti kebesaran pemimpin, nasib manusia, serta nilainilai moral.
2. Puisi Kacapi (Muwashshah)
Muwashshah merupakan bentuk puisi berirama yang dipengaruhi oleh tradisi Andalusia tapi muncul di Baghdad. Struktur berulang dan akhir yang bersifat kharja (penutup) menambah keindahan musikalnya. Penyair Abu Tammam dan AlBusiri menggunakan teknik ini untuk tematema pujian.
3. Prosa Rahmaniyya (Nasyid dan Hikayat)
Prosa pada masa ini berkembang lewat adab (etika) dan adab alkhalq (sastra moral). Karya AlGhazzali seperti Ihya Ulum alDin menggabungkan teologi dengan gaya naratif yang mudah dipahami.
4. Literatur Historiografi
Penulisan sejarah menjadi disiplin terpenting. AlTabari menulis Tarikh alRusul wa alMuluk, sementara AlMasudi menyusun Muruj alDhahab yang mencakup geografi, etnografi, dan budaya.
Tokoh-tokoh Penting
- AlMutanabbi (915965) Penyair terbesar abad pertengahan, dikenal lewat humor, ironi, dan pujian politik.
- AlFarabi (872950) Filsuf dan ilmuwan yang menulis karya filsafat dan logika berbahasa Arab.
- AlGhazzali (10581111) Tokoh teologi dan mistik yang menggabungkan pemikiran Sufi dengan rasionalitas.
- AlBukhari (810870) Pengumpul hadits, karyanya Sahih alBukhari menjadi standar utama dalam ilmu hadis.
- AlJahiz (776869) Penulis prosa satir, kritik sosial, dan ilmu hayati. Karyanya AlHayawan menggabungkan ilmu zoologi dengan gaya retoris.
Pengaruh Budaya Lain
Kerja sama antara ilmuwan Muslim dan penerjemah Yunani (seperti alKindi dan alFarabi) memperkenalkan filsafat Aristoteles ke dunia Islam. Pengaruh Persia terlihat dalam penggunaan metafora kebun dan keindahan alam. Selain itu, musik dan puisi Persia memberi inspirasi pada bentuk muwashshah.
Warisan Sastra Abbasiyah
Hasil karya sastra pada periode ini tetap menjadi rujukan utama hingga kini. Karya puisi AlMutanabbi dipelajari di sekolahsekolah Arab, sedangkan karya teori sastra seperti AlMuqaddimah Ibn Khaldun (meski muncul pada zaman akhir Abbasiyah) menelusuri dasar-dasar sosiologi sastra.
Pengayaan bahasa Arab melalui puisi dan prosa membantu mempertahankan identitas budaya Islam di tengah dinamika politik yang berubahubah. Selain itu, tradisi penulisan kritis dan ilmiah yang terbentuk pada masa ini mempengaruhi literatur dunia Barat setelah terjemahan ke bahasa Latin pada abad pertengahan Eropa.
