Admin 31 May 2026 16:59

 

Pemetaan Stok Karbon Menggunakan Penginderaan Jauh Satelit

Pengertian Pemetaan Stok Karbon

Stok karbon adalah jumlah total karbon yang tersimpan dalam biomassa, tanah, dan bahan organik lain di suatu wilayah. Pemetaan stok karbon penting untuk menilai kontribusi ekosistem terhadap mitigasi perubahan iklim, mengukur efektivitas program REDD+, serta membantu perencanaan tata ruang yang berkelanjutan.

Penginderaan jauh satelit menyediakan data dengan cakupan wilayah yang luas, resolusi temporal tinggi, dan konsistensi yang memungkinkan pemantauan stok karbon secara periodik dan sistematis.

Teknologi Satelit yang Digunakan

Berbagai konstelasi satelit berperan dalam pemetaan karbon, antara lain:

  • Optik (mis. Landsat, Sentinel2): memberikan citra multispektral yang berguna untuk estimasi biomassa melalui indeks vegetasi (NDVI, EVI).
  • Lidar (mis. GEDI, ICESat2): mengukur ketinggian kanopi dan struktur tiga dimensi hutan, sehingga dapat memperkirakan volume kayu dan biomassa di atas tanah.
  • Radar (mis. Sentinel1, ALOSPALSAR): menembus awan dan dapat menilai tekstur serta kepadatan vegetasi, cocok untuk daerah tropis dengan curah hujan tinggi.
  • Spektral Hiperspektral (mis. PRISMA, EnMAP): memberikan detail kimiawi tanaman, mempermudah estimasi kandungan karbon pada daun dan tanah.
Konstelasi satelit penginderaan jauh
Berbagai platform satelit yang umum dipakai untuk pemetaan stok karbon.

Metode Pengolahan Data

Proses umum pemetaan stok karbon meliputi:

  1. Pengunduhan citra mentah (Level1) dari portal data (USGS EarthExplorer, Copernicus Open Access Hub).
  2. Prapemrosesan: koreksi atmosferik, ortorektifikasi, dan penggabungan mosaik.
  3. Ekstraksi variabel penunjuk (NDVI, LAI, albedo) atau profil vertikal (GEDI LiDAR).
  4. Kalibrasi model biomassa menggunakan data lapangan (plot forest inventory) atau model alih fungsi (allometric equations).
  5. Konversi biomassa menjadi stok karbon (biasanya 0,47 biomassa kering).
  6. Validasi dengan data independen dan perhitungan ketidakpastian.

Berikut contoh alur kerja dengan gambar alur sederhana:

Alur kerja pemetaan stok karbon
Alur kerja umum pemetaan stok karbon menggunakan data satelit.

Model-Model Populer

ModelData InputKelebihan
BiomassIPCC Tier2Landsat, LiDAR, Plot InventoriKompatibel dengan standar internasional
CarbonMapperSentinel2, GEDI, SoilGridsAutomatis, skala global
Random Forest RegressionMultispektral + Radar + TopografiFleksibel, akurasi tinggi bila data latih cukup

Aplikasi Praktis

Beberapa contoh penggunaan hasil pemetaan stok karbon:

  • Pengukuran dan pelaporan EmisiReduction (NDC) negara.
  • Penentuan baseline dan monitoring proyek REDD+.
  • Perencanaan penanaman kembali (reforestation) dan analisis potensi karbon hijau.
  • Evaluasi dampak kebakaran hutan atau penebangan ilegal.
  • Integrasi dengan model iklim regional untuk memperkirakan efek umpan balik karbon.

Studi kasus: Pada tahun 2023, sebuah tim peneliti Indonesia menggunakan gabungan Sentinel2 dan GEDI untuk memetakan stok karbon hutan dipterokarpa di Kalimantan Barat. Hasilnya menunjukkan ratarata 150tCha, lebih tinggi 20% dibandingkan taksiran sebelumnya yang hanya memakai data optik.

Tantangan & Solusi

Keterbatasan Data: Cakupan temporal satelit Lidar masih terbatas; data hiperspektral mahal.

Solusi: Menggabungkan data multisensor, memanfaatkan crowdsourcing data lapangan, dan mengakses produk terbuka seperti GEDI Level2B.

Kualitas Inventori Lapangan: Model alih fungsi memerlukan parameter lokal yang akurat.

Solusi: Mengoptimalkan jaringan plot inventori melalui program kerjasama universitaspemerintah serta pemanfaatan teknologi drone untuk survei cepat.

Ketidakpastian Pengukuran: Kesalahan propagasi dari citra mentah sampai estimasi karbon.

Solusi: Mengadopsi pendekatan Monte Carlo, melaporkan interval kepercayaan, serta memperbaharui model secara periodik dengan data validasi terbaru.

Referensi Utama

  1. IPCC. 2022. Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.
  2. Ghosh, A. et al. 2021. Global carbon monitoring with GEDI and Sentinel2. Remote Sensing of Environment, 260, 112315.
  3. FAO. 2020. State of the Worlds Forests.
  4. Suharyadi, H. et al. 2023. Integrasi Lidar dan Satelit Multispektral untuk Pemetaan Biomassa di Hutan Tropis. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 145159.

File Referensi Untuk Satellite Remote Sensing Carbon Stock Mapping
Screenshoot
Nama File
1656492601_03_25_mapping_and_monitoring_carbon_stocks_with_satellite_observations___Kehutanan.pdf

Ukuran File
0.33 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Satellite Remote Sensing Carbon Stock Mapping. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Apa Itu Karbohidrat dan Link Download File Referensi

Manajemen Berbasis Sekolah (School Based Management) dan Link Download File Referensi

Natural Capital Accounting (NCA) and Reference File Download Link

Katak Kecil dan Link Download File Referensi

Kompetensi Profesional Pendidik Anak Usia Dini dan Link Download File Referensi