Sediaan semi solid (atau sediaan semi padat) merupakan formulasi farmasi yang berada di antara cair dan padat. Bentuknya biasanya lembut, dapat diperas, dan tidak mengalir seperti cairan. Karena sifat fisiknya, sediaan ini banyak dipakai untuk aplikasi topikal, mukosa, atau intravaginal. Sediaan semi solid didefinisikan sebagai sistem farmasi yang memiliki viskositas tinggi sehingga tidak mengalir secara bebas, namun tetap dapat diubah bentuknya (misalnya diperas, dioleskan). Karakteristik utama meliputi: Krim adalah emulsi minyakdalamair (O/W) atau airdalamminyak (W/O) yang memiliki konsistensi ringan. Krim biasanya transparan atau berwarna sedikit, mudah menyerap, dan tidak meninggalkan residu berminyak. Salep merupakan basis berbasis lemak (biasanya vaselin, lanolin, atau petrolatum) yang menghasilkan tekstur lebih berat dan berminyak. Digunakan untuk kondisi kulit kering atau luka yang memerlukan perlindungan lama. Gel dibuat dengan agen pengental (seperti karbomer atau hidrokolloid) dan biasanya berbasis air. Gel bersifat jeli, tidak berminyak, dan sering dipilih untuk aplikasi pada kulit berlemak. Pasta memiliki konsistensi lebih kental daripada krim, sering dipakai untuk sediaan topikal yang mengandung partikel aktif padat (misalnya zinc oxide). Serupa dengan salep, namun kadang mengandung campuran minyak dan air dalam bentuk emulsi. Ointment dapat memberikan kelembaban lebih lama dibandingkan krim. Untuk aplikasi rektal atau vagina, bentuk semi padat dapat dilelehkan pada suhu tubuh, memberikan pelepasan obat yang terkontrol. Komposisi sediaan semi solid biasanya terdiri dari: Dalam merancang sediaan semi solid, formulasi harus mempertimbangkan: Di Indonesia, sediaan semi solid termasuk dalam kategori Obat Topikal. Penyusunannya harus mematuhi Pedoman Good Manufacturing Practice (GMP) serta standar mutu yang dikeluarkan BPOM, antara lain: Sediaan semi solid merupakan pilihan formulasi yang fleksibel untuk aplikasi topikal maupun mukosa. Dengan beragam bentuk (krim, salep, gel, pasta, suppositoria), formulasi dapat disesuaikan dengan sifat obat, kebutuhan pelepasan, dan preferensi pasien. Memahami komponen, karakteristik, serta regulasi yang berlaku sangat penting untuk menghasilkan produk yang efektif, aman, dan nyaman digunakan.Sediaan Semi Solid
Definisi dan Karakteristik
Bentuk-Bentuk Umum
1. Krim
2. Salep
3. Gel
4. Pasta
5. Ointment
6. Suppositoria Semi Solid
Komponen Utama
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan
Kekurangan
Pertimbangan Formulasi
Contoh Produk Komersial
Regulasi dan Kualitas
Kesimpulan
