Karachi merupakan kota terbesar Pakistan dengan populasi lebih dari 14 juta jiwa. Sebagian besar penduduknya tinggal di area perkotaan yang memiliki variasi besar dalam pendapatan, pendidikan, dan akses terhadap layanan kesehatan. Perbedaan sosioekonomi ini terbukti memengaruhi ukuran tubuh khususnya tinggi badan dan indeks massa tubuh (BMI) pada semua kelompok umur.
Studi epidemiologi di kotakota besar Asia Selatan menunjukkan bahwa anakanak dari keluarga dengan pendapatan rendah cenderung memiliki tinggi badan yang lebih pendek dan BMI yang lebih tinggi dibandingkan dengan anakanak dari keluarga berpendapatan menengahatas. Pada orang dewasa, hubungan serupa muncul dalam bentuk prevalensi obesitas yang lebih tinggi pada kelompok berpendapatan rendah, sementara kelompok berpendapatan tinggi seringkali menunjukkan kombinasi tinggi badan yang lebih besar dengan BMI yang lebih seimbang.
Data yang dijadikan acuan berasal dari survei kesehatan rumah tangga (KHIS) tahun 20212023 yang meliputi lebih dari 4.000 responden di Karachi. Responden dibagi menjadi tiga kelompok sosioekonomi (rendah, menengah, tinggi) berdasarkan indeks kemiskinan, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, dan kepemilikan aset. Tinggi badan diukur dalam sentimeter, berat badan dalam kilogram, dan BMI dihitung dengan rumus standar BMI = berat (kg) / (tinggi (m)).
| Kelompok Sosioekonomi | Tinggi Ratarata (cm) | BMI Ratarata |
|---|---|---|
| Rendah | 118,5 | 19,4 |
| Menengah | 124,2 | 17,8 |
| Tinggi | 128,7 | 16,9 |
Anakanak dari keluarga berpendapatan rendah ratarata 67cm lebih pendek dibandingkan dengan yang berpendapatan tinggi. Meskipun tinggi badan lebih rendah, BMI mereka cenderung lebih tinggi, yang mengindikasikan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada masa kanakkanak.
| Kelompok Sosioekonomi | Tinggi Ratarata (cm) | BMI Ratarata |
|---|---|---|
| Rendah | 158,3 (pria) / 152,1 (wanita) | 27,5 |
| Menengah | 165,2 (pria) / 158,6 (wanita) | 24,8 |
| Tinggi | 172,5 (pria) / 165,3 (wanita) | 22,6 |
Pada orang dewasa, perbedaan tinggi badan lebih signifikan antara golongan berpendapatan tinggi dan rendah. Namun, BMI menunjukkan pola terbalik: kelompok berpendapatan rendah memiliki ratarata BMI yang berada dalam kategori overweight/obesitas, sementara kelompok tinggi berada di batas normal.
Perbedaan ini menimbulkan tantangan ganda bagi sektor kesehatan Karachi:
Beberapa intervensi yang direkomendasikan meliputi:
Data menunjukkan bahwa di Karachi, perbedaan sosioekonomi secara konsisten memengaruhi tinggi badan dan BMI pada semua kelompok umur. Anakanak dan orang dewasa yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah cenderung lebih pendek namun memiliki BMI yang lebih tinggi, menandakan risiko gizi buruk sekaligus kelebihan berat badan. Penanggulangan harus bersifat multidimensi, menggabungkan intervensi gizi, pendidikan, dan peningkatan lingkungan fisik untuk mengurangi kesenjangan kesehatan yang ada.
Sumber: Survei Kesehatan Rumah Tangga Karachi 20212023; Kementerian Kesehatan Pakistan; WHO Global Health Observatory.
