Ulat penggulung daun yang penting dalam ekologi dan pertanian Spodoptera exiqua adalah spesies ngengat malam (famili Noctuidae) yang larvanya dikenal sebagai ulat penggulung daun. Spesies ini tersebar luas di wilayah tropis dan subtropis, terutama di Asia Tenggara, Australia, dan sebagian Afrika. Dewasa memiliki sayap berwarna coklat keabu-abuan dengan pola garis-garis halus yang membantu kamuflase pada kulit kayu atau batang tanaman. Spodoptera exiqua ditemukan di banyak negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, Australia, Kenya, dan Tanzania. Keberadaannya biasanya terkait dengan daerah pertanian dan hutan sekunder, di mana tanaman inang melimpah. Ulat S. exiqua bersifat polifag, menyerang lebih dari 30 jenis tanaman, antara lain: Siklus hidup S. exiqua mencakup empat fase utama: telur, larva, pupa, dan dewasa. Betina meletakkan 200400 telur pada permukaan daun atau batang tanaman inang. Setelah menetas, larva mulai menggerogoti jaringan daun, membentuk gulungan daun yang melindungi mereka dari predator dan kondisi lingkungan. Lama fase larva berkisar 23 minggu tergantung suhu dan ketersediaan makanan. Setelah mencapai instar akhir, larva turun ke tanah untuk berpuptasi dalam kokong yang terbuat dari tanah atau bahan organik. Metamorfosis menjadi ngengat dewasa memakan waktu 710 hari. Serangan ulat S. exiqua dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, terutama pada tanaman padi dan jagung. Kerusakan biasanya terlihat sebagai lubanglubang pada daun, gulungan daun yang menutupi seluruh bagian tanaman, serta penurunan kualitas biji. Dalam kondisi populasi tinggi, kerugian dapat mencapai 3040% bila tidak ditangani. Berbagai strategi dapat dipadukan untuk mengendalikan S. exiqua: Studi terbaru fokus pada: Untuk informasi lebih detail, kunjungi situs CABI, Australian Entomological Society, atau jurnal Journal of Pest Science.Spodoptera exiqua
Deskripsi Umum
Taksonomi
Distribusi geografis
Daftar Tanaman Inang
Siklus Hidup
Dampak Ekonomi
Pengendalian
Penelitian Terkini
Referensi
