Statistika nonparametrik adalah cabang statistik yang tidak mengasumsikan bentuk distribusi tertentu (seperti normal) pada populasi yang sedang diteliti. Metodemetode ini mengandalkan urutan, peringkat, atau frekuensi data, sehingga lebih fleksibel ketika data tidak memenuhi syaratsyarat parametrik.
Keuntungan:
Keterbatasan:
Digunakan untuk menguji independensi dua variabel kategori atau kesesuaian data dengan distribusi teoretis. Contoh: tabel kontingensi 23.
Menilai apakah sampel berasal dari distribusi tertentu (misalnya normal). Cocok untuk data kontinu.
Pengganti uji tindependen ketika data tidak normal. Membandingkan dua kelompok independen.
Pengganti uji tpasangan. Membandingkan dua sampel berpasangan atau satu sampel terhadap nilai median.
Versi nonparametrik dari ANOVA satuarah. Digunakan untuk lebih dari dua kelompok independen.
Versi nonparametrik dari ANOVA berulang. Untuk data berpasangan pada tiga atau lebih kondisi.
Seorang peneliti ingin membandingkan kepuasan pelanggan (skala Likert 15) antara tiga cabang toko. Karena data bersifat ordinal dan tidak terdistribusi normal, peneliti dapat menggunakan Uji KruskalWallis. Jika hasilnya signifikan, langkah selanjutnya adalah melakukan Uji Dunn (posthoc) untuk mengetahui pasangan cabang mana yang berbeda.
Beberapa uji memerlukan tabel khusus. Berikut contoh nilai kritis untuk uji MannWhitney (U) dengan =0.05.
| n | n | U kritis (=0.05, duasisi) |
|---|---|---|
| 5 | 5 | 2 |
| 6 | 6 | 5 |
| 7 | 7 | 8 |
| 8 | 8 | 13 |
| 9 | 9 | 18 |
Statistika nonparametrik memberikan alternatif yang kuat ketika asumsi parametrik tidak terpenuhi. Dengan mengandalkan peringkat atau frekuensi, metode ini dapat menangani data ordinal, distribusi tidak normal, dan sampel kecil. Meskipun daya uji biasanya lebih rendah, kegunaannya dalam situasi nyata sangat luas, mulai dari ilmu sosial hingga biomedis. Pemahaman yang baik tentang kapan dan bagaimana menggunakan setiap uji akan meningkatkan kualitas analisis dan keandalan kesimpulan penelitian.
