Udang windu (Penaeus monodon) merupakan salah satu spesies udang komersial paling berharga di Indonesia. Keberhasilan budidaya benih (larva) sangat dipengaruhi oleh kualitas air di petakan (pond) pendederan. Artikel ini membahas secara umum faktorfaktor kualitas air yang harus dipantau, metodologi pengukuran, serta implikasi praktis bagi para petani.
Berikut adalah parameter utama yang biasanya diukur pada petakan pendederan:
| Parameter | Satuan | Kisaran Ideal untuk Benih Udang Windu |
|---|---|---|
| Suhu | C | 2730 |
| Salinitas | ppt | 1525 |
| Dissolved Oxygen (DO) | mg/L | >5 (ideal >6) |
| pH | - | 7,58,2 |
| Ammonia Total (NH/NH) | mg/L | <0,02 |
| Nitrit (NO) | mg/L | <0,03 |
| Nitrat (NO) | mg/L | <50 |
Pengukuran dilakukan secara rutin (setidaknya dua kali sehari) menggunakan alat berikut:
Data yang terkumpul sebaiknya dicatat dalam logbook elektronik sehingga memudahkan analisis tren.
Berbagai faktor eksternal dan internal dapat mengubah kualitas air, antara lain:
Hujan deras dapat menurunkan salinitas secara tibatiba, sehingga perlu penambahan garam laut untuk menstabilkan nilai.
Penggantian air 2030% per hari membantu mengurangi akumulasi amonia dan nitrit, tetapi harus dilakukan dengan air yang telah disterilkan atau difilter.
Umpan berlebih menambah beban bahan organik, meningkatkan pertumbuhan bakteri heterotrof, yang pada gilirannya memproduksi amonia. Pengaturan porsi pakan penting untuk menghindari overfeeding.
Aerasi yang memadai meningkatkan DO dan membantu proses nitrifikasi. Penggunaan aerator difusi atau paddle wheel harus dipantau kecepatan rotasinya (biasanya 23rpm).
Sudut pandang praktis: Pada suhu 28C dengan DO>6mg/L, laju pertumbuhan larva dapat mencapai 0,8mm/hari. Penurunan DO menjadi 4mg/L dapat menurunkan laju pertumbuhan hingga 40% dan meningkatkan mortalitas.
Ammonia tidak beracun pada bentuk ionik (NH) tetapi sangat berbahaya bila berada dalam bentuk bebas (NH). Pada pH tinggi, proporsi NH meningkat, sehingga pemantauan pH bersamaan dengan ammonia sangat penting.
Studi kualitas air pada petakan pendederan benih udang windu menegaskan bahwa pengelolaan parameter kimia dan fisika secara terpadu merupakan kunci untuk menghasilkan benih yang sehat, cepat tumbuh, dan berdaya tahan tinggi. Dengan pemantauan rutin, penggunaan teknologi sederhana, serta respons cepat terhadap penyimpangan, petani dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus meminimalkan risiko kematian massal.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Portal Kementerian Pertanian atau hubungi dinas perikanan setempat.
