1. Definisi
Pengetahuan tacit (tacit knowledge) adalah pengetahuan yang bersifat pribadi, tidak terstruktur, dan sulit diungkapkan dengan katakata. Ia bersumber dari pengalaman, intuisi, nilai, dan persepsi individu. Pengetahuan ini biasanya tersimpan dalam ingatan, kebiasaan, serta cara seseorang melakukan sesuatu tanpa dapat dijelaskan secara logis.
Pengetahuan eksplisit (explicit knowledge) adalah pengetahuan yang dapat diartikulasikan, didokumentasikan, dan dibagikan secara mudah. Contohnya meliputi prosedur, manual, laporan, database, atau artikel ilmiah. Pengetahuan ini bersifat terstruktur, terkodekan, dan dapat dipindahkan antar individu atau organisasi melalui media tulisan, audio, atau visual.
2. Perbedaan Utama
- Karakteristik: Tacit bersifat subjektif, tidak tercodakan; explicit bersifat objektif, tercodakan.
- Media Penyampaian: Tacit lewat interaksi tatap muka, observasi, mentoring; explicit lewat dokumen, presentasi, video.
- Pengukuran: Tacit sulit diukur secara kuantitatif; explicit mudah diukur karena berbentuk artefak yang dapat diakses.
- Transfer: Tacit membutuhkan proses sosial, budaya, dan kepercayaan; explicit dapat dipindahkan secara langsung melalui salinan.
- Penyimpanan: Tacit hidup dalam pikiran; explicit tersimpan dalam sistem informasi.
3. Contoh Pengetahuan Tacit dan Explicit
3.1 Pengetahuan Tacit
- Keterampilan seorang chef dalam menakar bumbu secara intuitif.
- Pengalaman seorang mekanik dalam mengidentifikasi kerusakan mesin hanya dari suara.
- Strategi seorang manajer dalam memotivasi tim tanpa menggunakan prosedur baku.
- Hikmah budaya lokal yang diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.
3.2 Pengetahuan Explicit
- Manual operasi suatu perangkat lunak.
- Laporan riset pasar berisi data statistik dan analisis.
- Standard operating procedure (SOP) dalam pabrik.
- Artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal internasional.
4. Konversi Pengetahuan (SECI Model)
Model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) yang dikemukakan Nonaka dan Takeuchi menjelaskan bagaimana pengetahuan tacit dapat diubah menjadi explicit dan sebaliknya.
- Socialization (Sosialisasi): Transfer tacit ke tacit melalui observasi, praktik bersama, dan cerita.
- Externalization (Eksternalisasi): Mengartikulasikan tacit menjadi explicit menggunakan metafora, analogi, atau model.
- Combination (Kombinasi): Menggabungkan pengetahuan explicit yang ada menjadi pengetahuan baru, misalnya mengintegrasikan data dari beberapa laporan.
- Internalization (Internalisasi): Mengubah pengetahuan explicit menjadi tacit melalui pembelajaran, latihan, atau pengalaman langsung.
Pengetahuan tidak pernah statis; ia terus bergerak antara tacit dan explicit, menciptakan inovasi berkelanjutan.
5. Manfaat Bagi Organisasi
Memahami dan mengelola kedua jenis pengetahuan memberikan keunggulan kompetitif. Berikut beberapa manfaatnya:
- Inovasi Lebih Cepat: Pengetahuan tacit yang dipadukan dengan data explicit menghasilkan ide-ide baru.
- Retensi Pengetahuan: Dengan mendokumentasikan pengetahuan tacit, organisasi mengurangi risiko kehilangan keahlian saat karyawan keluar.
- Peningkatan Produktivitas: SOP yang jelas (explicit) meminimalkan kesalahan, sementara mentoring (tacit) mempercepat proses belajar.
- Kepuasan Karyawan: Budaya berbagi pengetahuan meningkatkan rasa memiliki dan kolaborasi.
- Pengambilan Keputusan Lebih Baik: Kombinasi data faktual (explicit) dengan intuisi eksekutif (tacit) menghasilkan keputusan yang seimbang.
6. Strategi Pengelolaan Pengetahuan
Agar pengetahuan tacit dan explicit dapat dikelola secara efektif, organisasi dapat menerapkan langkahlangkah berikut:
- Identifikasi: Lakukan pemetaan kompetensi untuk mengetahui siapa yang menyimpan pengetahuan tacit penting.
- Fasilitasi Interaksi: Buat ruang kolaboratif, workshop, atau program mentorship.
- Eksternalisasi: Gunakan teknik wawancara, storytelling, atau diagram untuk menuliskan pengetahuan tacit.
- Digitalisasi: Simpan pengetahuan explicit dalam sistem manajemen dokumen yang mudah diakses.
- Pembelajaran Berkelanjutan: Dorong karyawan untuk belajar dari dokumen (internalisasi) dan mengaplikasikannya dalam proyek nyata.
- Insentif: Berikan penghargaan bagi yang aktif berbagi pengetahuan.
