Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupukupu yang terletak di leher, tepat di depan trakea. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid utama, yaitu thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Hormonhormon tersebut mengatur metabolisme sel, suhu tubuh, pertumbuhan, serta fungsi organorgannya. Karena peran pentingnya, gangguan pada tiroid dapat menimbulkan gejala yang beragam, mulai dari kelelahan, penambahan berat badan, hingga gangguan detak jantung.
Tes fungsi tiroid adalah serangkaian pemeriksaan laboratorium yang bertujuan menilai bagaimana tiroid berfungsi serta mengidentifikasi adanya hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Pemeriksaan ini sangat membantu dokter dalam diagnosis, pemantauan terapi, dan evaluasi perkembangan penyakit tiroid.
| Parameter | Fungsi | Nilai Normal (Referensi) |
|---|---|---|
| TSH (Thyroid Stimulating Hormone) | Hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari untuk merangsang tiroid memproduksi T4 dan T3. | 0,4 4,0mIU/L |
| Free T4 (FT4) | T4 yang tidak terikat protein, menandakan hormon aktif yang tersedia bagi tubuh. | 0,8 2,0ng/dL |
| Free T3 (FT3) | T3 yang tidak terikat protein, biasanya dipakai bila hasil TSH dan FT4 tidak konsisten. | 2,3 4,2pg/mL |
| AntiTPO Antibody | Antibodi terhadap enzim tiroid peroksidase, indikator utama penyakit tiroid autoimun. | <35IU/mL |
| AntiTG Antibody | Antibodi terhadap tiroglobulin, juga terkait dengan tiroiditis autoimun. | <40IU/mL |
Pasien biasanya diminta mengisi formulir riwayat kesehatan, kemudian seorang profesional medis mengambil sampel darah (biasanya dari vena di lengan). Sampel tersebut dikirim ke laboratorium tempat analisis dilakukan dengan metode immunoassay atau chemiluminescence. Hasil biasanya tersedia dalam 13 hari kerja.
Interpretasi didasarkan pada kombinasi nilai TSH, FT4, dan FT3 serta adanya antibodi autoimun. Berikut contoh pola umum:
| Pola Hasil | Kondisi |
|---|---|
| TSH , FT4 | Hipotiroidisme primer (masalah pada tiroid) |
| TSH , FT4 | Hipertiroidisme primer |
| TSH , FT4 normal | Hipotiroidisme subklinis |
| TSH , FT4 normal | Hipertiroidisme subklinis |
| AntiTPO atau AntiTG | Tiroiditis autoimun (mis. Hashimoto, Graves) |
Jika hasil laboratorium tidak memberikan gambaran yang jelas, dokter mungkin akan menambahkan pemeriksaan berikut:
Beberapa obat dan kondisi medis dapat memengaruhi hasil tes:
Pengobatan tergantung pada diagnosis:
Tes fungsi tiroid merupakan alat diagnostik utama untuk menilai kesehatan kelenjar tiroid. Dengan memahami nilai TSH, FT4, FT3, serta antibodi autoimun, dokter dapat mengidentifikasi baik gangguan hipotermal maupun hipertiroidal, menentukan penyebabnya, dan merencanakan terapi yang tepat. Pemeriksaan rutin pada kelompok risikoseperti wanita hamil, orang dengan riwayat keluarga, atau mereka yang menggunakan obat tertentudapat membantu mendeteksi gangguan tiroid sejak dini dan mencegah komplikasi jangka panjang.
