Uji korelasi Spearman (Spearmans rank correlation coefficient) merupakan metode statistik nonparametrik yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan monotonic antara dua variabel ordinal atau numerik yang tidak harus berdistribusi normal. Koefisien ini dilambangkan dengan (rho) atau rs.
Berbeda dengan Pearson yang mengukur hubungan linear, Spearman menilai hubungan berbasis peringkat (ranking). Setiap nilai pada masingmasing variabel diubah menjadi peringkatnya, kemudian koefisien dihitung dari selisih peringkat tersebut. Karena bersifat nonparametrik, Spemaan tidak terpengaruh kuat terhadap outlier atau penyimpangan distribusi.
| Rentang | Interpretasi | Kekuatan Hubungan |
|---|---|---|
| 1,00 | Sangat kuat, hubungan monotonic sempurna | Sangat kuat |
| 0,80 0,99 | Sangat kuat | Sangat kuat |
| 0,60 0,79 | Kuat | Kuat |
| 0,40 0,59 | Sedang | Moderat |
| 0,20 0,39 | Lemah | Lemah |
| 0,00 0,19 | Tidak atau hampir tidak ada hubungan | Sangat lemah / Tidak ada |
Setelah mendapatkan nilai , biasanya perlu diuji apakah koefisien tersebut berbeda secara signifikan dari nol. Untuk sampel besar (n > 30) dapat menggunakan pendekatan normal dengan statistik:
\[ t = \rho \sqrt{\frac{n-2}{1-\rho^{2}}} \]
Nilai t dibandingkan dengan distribusi tStudent dengan df = n2. Untuk sampel kecil, tabel khusus Spearman atau perhitungan exact (permutasi) lebih tepat.
Misalkan kita memiliki data nilai kepuasan pelanggan (skala 15) dan jumlah pembelian dalam sebulan. Karena kepuasan bersifat ordinal, Spearman cocok untuk menilai apakah pelanggan yang lebih puas cenderung membeli lebih banyak.
import scipy.stats as statsx = [1, 2, 3, 4, 5] # peringkat kepuasany = [10, 20, 15, 30, 25] # jumlah pembelianrho, p = stats.spearmanr(x, y)print("Koefisien Spearman:", rho)print("pvalue:", p) Dengan memahami konsep, perhitungan, serta interpretasi uji korelasi Spearman, peneliti dapat menilai hubungan monotonic pada data yang tidak memenuhi asumsi parametrik secara lebih tepat.
