Dalam dunia hukum dan bisnis, istilah voidance of engagements atau pembatalan perjanjian merujuk pada tindakan yang membuat suatu kontrak atau perjanjian menjadi tidak sah atau tidak berlaku lagi sejak awal. Pembatalan semacam ini berbeda dengan rescission (pembatalan setelah kontrak berlaku) karena biasanya dianggap seolahseolah kontrak tersebut tidak pernah ada.
Voidance terjadi ketika salah satu pihak atau otoritas yang berwenang memutuskan bahwa suatu perjanjian tidak memiliki kekuatan hukum karena adanya cacat fundamental. Cacatcacit ini dapat meliputi:
Kitab UndangUndang Hukum Perdata (KUHPer) dan peraturan khusus memberikan landasan bagi voidance. Beberapa pasal penting meliputi:
Jika salah satu pihak belum mencapai usia dewasa atau berada dalam kondisi mental yang tidak mampu memberikan persetujuan, kontrak dapat dibatalkan sejak awal.
Perjanjian mengenai barang atau jasa yang dilarang oleh undangundang (misalnya, narkotika, perjudian ilegal) otomatis tidak memiliki kekuatan hukum.
Jika satu pihak memberikan informasi palsu yang menjadi dasar kesepakatan, kontrak tersebut dapat dinyatakan void.
Beberapa perjanjian, seperti perjanjian jual beli tanah, harus dibuat secara akta notaris. Jika tidak dipenuhi, kontrak bersifat tidak sah.
Perjanjian yang melanggar prinsip tata ruang, lingkungan, atau kebijakan pemerintah lainnya dapat dibatalkan.
Seringkali void dan voidable dibingungkan. Void berarti kontrak tidak pernah ada secara hukum; voidable berarti kontrak sah tetapi dapat dibatalkan oleh salah satu pihak karena adanya cacat tertentu (misalnya, duress atau undue influence). Dalam kasus void, tidak ada hak atau kewajiban yang timbul, sedangkan dalam voidable, hak dapat tetap ada sampai salah satu pihak menuntut pembatalan.
Berikut langkahlangkah umum yang biasanya ditempuh:
Pembatalan kontrak dapat menimbulkan efek ekonomi dan operasional yang signifikan:
Kasus A vs. B (Pengadilan Negeri Jakarta, 2022) Perjanjian kerja sama pemasaran dinyatakan void karena objek kontrak (penjualan barang terlarang) melanggar UndangUndang Narkotika. Pengadilan memerintahkan pengembalian semua pembayaran yang telah diterima.
Pembatalan atau voidance of engagements merupakan mekanisme penting untuk melindungi keadilan dan kepatuhan hukum. Dengan memahami dasardasar hukum, jenisjenis cacat yang dapat menyebabkan void, serta prosedur yang tepat, pihakpihak dapat menghindari risiko kontrak yang tidak sah dan meminimalkan potensi kerugian. Konsultasi dengan profesional hukum tetap menjadi langkah bijak dalam merancang dan menilai setiap perjanjian.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Mahkamah Agung atau hubungi penasihat hukum terpercaya.
