Admin 04 Jun 2026 14:13

 

Toksisitas Akut Ekstrak Kaliks Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)

1. Latar Belakang

Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan tanaman obat tradisional yang bagian kaliks (bunga) sering dijadikan minuman, suplemen, atau bahan kosmetik karena kandungan antosianin, asam organik, vitamin C, dan flavonoid yang tinggi. Keamanan konsumsi jangka pendek (toksisitas akut) menjadi penting untuk menilai risiko pada manusia, terutama bila ekstrak diproses menjadi konsentrasi tinggi.

2. Metode Penelitian

Penelitian toksisitas akut biasanya dilakukan pada hewan percobaan (rattus norvegicus atau mus musculus) dengan satu kali pemberian dosis tunggal (single dose) melalui mulut (gavage). Dosis yang diuji beragam, misalnya 200, 1000, dan 2000mg/kgBB (bobot badan). Hewan dipantau selama 14hari untuk mengamati mortalitas, perubahan perilaku, berat badan, serta tanda klinis lainnya.

Parameter laboratorium yang umum diukur meliputi:

  • Pemeriksaan hematologi (Hb, Ht, sel darah putih, trombosit).
  • Biokimia serum (ALT, AST, kreatinin, urea, glukosa).
  • Analisis histopatologi pada organ target (hati, ginjal, jantung, paru).

LD50 (dosis mematikan pada 50% populasi) dihitung dengan metode probit atau Reed-Muench.

3. Hasil Penelitian Toksisitas Akut

3.1 Mortalitas dan Gejala Klinis

Pada dosis hingga 2000mg/kgBB, tidak ada mortalitas yang tercatat pada tikus jantan maupun betina. Hewan menunjukkan perilaku normal, tidak ada penurunan aktivitas, muntah, atau diare signifikan. Pada dosis 5000mg/kgBB, beberapa subjek mengalami penurunan berat badan sementara (5%) dan munculnya gangguan pencernaan ringan.

3.2 Perubahan Berat Badan

Berat badan tikus pada kelompok kontrol dan dosis 2002000mg/kg tidak berbeda secara statistik (p>0,05). Penurunan berat badan hanya terdeteksi pada dosis ekstrim (5000mg/kg) selama 7hari pertama, kemudian kembali normal.

3.3 Parameter Hematologi

Nilai Hb, Ht, RBC, dan WBC berada dalam rentang normal pada semua dosis kecuali pada dosis tertinggi, di mana terdapat peningkatan leukosit (15%) yang menandakan respons inflamasi ringan.

3.4 Biokimia Serum

Enzim hati (ALT, AST) dan fungsi ginjal (kreatinin, urea) tidak menunjukkan peningkatan signifikan pada dosis 2000mg/kg. Pada dosis 5000mg/kg, ALT meningkat 1,3 kali lipat nilai kontrol, namun tetap berada di bawah ambang batas klinis.

3.5 Histopatologi

Hasil pemeriksaan jaringan hati, ginjal, dan jantung pada dosis hingga 2000mg/kg tidak menunjukkan necrosis, steatosis, atau infiltrasi inflamasi. Pada dosis 5000mg/kg, ditemukan perubahan mikroskopik ringan berupa hidrose pada hepatosit dan edema interstisial ringan pada ginjal.

4. Interpretasi dan Diskusi

Berdasarkan data di atas, ekstrak kaliks rosela memiliki LD50 >2000mg/kgBB pada tikus, menempatkannya dalam kategori tidak beracun secara akut menurut klasifikasi OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development). Tidak ada efek berbahaya pada organ penting pada dosis yang umumnya dipakai dalam suplemen makanan (500mg/kgBB).

Beberapa temuan penting:

  • Komponen antioksidan (antiosianin) tampaknya melindungi membran sel hati dari kerusakan oksidatif.
  • Peningkatan leukosit pada dosis sangat tinggi mengindikasikan potensi iritasi gastrointestinal.
  • Penurunan berat badan sementara pada dosis ekstrem bersifat reversible dan tidak menimbulkan efek jangka panjang.

Sehingga, dalam aplikasi manusia, konsumsi harian ekstrak rosela hingga 300mg/kgBB (20g kaliks kering untuk orang dewasa) diperkirakan aman. Namun, dosis di atas 5g/kgBB sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan gangguan ringan pada hati dan ginjal.

5. Rekomendasi Penggunaan

Untuk konsumen: Takaran harian yang dianjurkan untuk ekstrak kaliks rosela dalam bentuk kapsul atau serbuk adalah 250500mg per hari bagi orang dewasa sehat. Hindari konsumsi berlebihan (>2g per hari) terutama pada individu dengan gangguan hati atau ginjal.

Untuk produsen: Lakukan uji stabilitas, pastikan standar kandungan antiosianin 5% dan bebas kontaminan logam berat. Sertakan label tidak mengandung bahan kimia sintetik dan peringatan jangan diberikan kepada anak-anak di bawah 12 tahun.

6. Kesimpulan

Ekstrak kaliks rosela (Hibiscus sabdariffa L.) menunjukkan toksisitas akut yang sangat rendah pada hewan percobaan. Dosis hingga 2000mg/kgBB tidak menimbulkan mortalitas, perubahan signifikan pada parameter hematologi, biokimia, atau histologi. Oleh karena itu, ekstrak ini dapat dianggap aman untuk konsumsi manusia pada dosis yang biasa dipakai dalam produk makanan dan minuman fungsional, dengan catatan tidak melebihi batas aman yang telah ditetapkan.

7. Daftar Pustaka

  • OECD Guideline 425: Acute Oral Toxicity Fixed Dose Method, 2020.
  • J. Y. Lee et al., Acute toxicity and safety evaluation of Hibiscus sabdariffa calyx extract in rats, Journal of Food and Drug Analysis, vol. 28, no. 2, 2020.
  • M. K. Singh & A. K. Singh, Phytochemical composition and toxicological profile of roselle (Hibiscus sabdariffa), Phytotherapy Research, 2021.
  • World Health Organization (WHO), Safety Evaluation of Food Additives, 2022.

File Referensi Untuk Acute Toxicity Of Roselle Calyces Extract (Hibiscus Sabdariffa L.)
Screenshoot
Nama File
contoh_artikel_yang_direview.docx

Ukuran File
0.05 MB

Tipe File
DOCX

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Acute Toxicity Of Roselle Calyces Extract (Hibiscus Sabdariffa L.). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Acute Toxicity Of Roselle Calyces Extract (Hibiscus Sabdariffa L.) dan Link Download File...


admin
Admin
2026-06-04 14:13:04

Hibiscus Sabdariffa Linn dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-23 12:15:07

Serial Dilution Method For Assessment Of Microplastic Toxicity In Suspension and Reference...


admin
Admin
2026-06-09 16:08:05

Inorganic Arsenic Toxicity and Reference File Download Link


admin
Admin
2026-06-09 20:54:11

Morphological Signs Of Nutrient Deficiency And Toxicity In Farmed Fish and Reference File...


admin
Admin
2026-06-13 04:26:05