Framing atau pembingkaian merupakan konsep penting dalam bidang komunikasi, psikologi, dan ilmu informasi. Dua peneliti terkemuka, Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, telah mengembangkan kerangka kerja yang membantu menjelaskan bagaimana orang memilih, menafsirkan, dan mengingat informasi dalam konteks tertentu. Artikel ini membahas inti pemikiran mereka, elemenelemen kunci framing, serta implikasinya bagi praktik komunikasi modern.
Pan dan Kosicki berangkat dari tradisi frame theory yang awalnya dikembangkan oleh Erving Goffman dan kemudian diperkaya oleh para peneliti media. Mereka menekankan bahwa framing bukan sekadar penyajian informasi, melainkan proses kognitif yang melibatkan tiga tahap utama:
Menurut mereka, proses ini dipengaruhi oleh faktor internal (pengetahuan, nilai, tujuan) dan eksternal (konteks sosial, budaya, media).
Kerangka mereka terdiri atas empat dimensi yang saling berkaitan:
Berfokus pada cara informasi disusun secara linguistik maupun visual. Contoh: penggunaan metafora, analogi, atau urutan naratif yang menuntun audiens pada pemahaman tertentu.
Mengacu pada skema mental yang dimiliki audiens. Frame yang dipilih akan menyambung dengan pengetahuan sebelumnya, sehingga mempermudah proses pengkategorian dan pengingat.
Menjelaskan bagaimana elemenelemen framing menimbulkan respons afektif. Emosi dapat meningkatkan motivasi untuk memproses atau menolak pesan.
Menyiratkan bahwa frame tidak dapat dipisahkan dari nilai, norma, dan identitas kelompok. Sebuah frame yang efektif dalam satu budaya belum tentu berhasil di budaya lain.
Berikut langkahlangkah praktis yang direkomendasikan Pan dan Kosicki untuk menganalisis suatu pesan:
Misalkan sebuah iklan produk kebugaran menampilkan gambar superhero berotot sambil memakai pakaian olahraga. Menggunakan kerangka PanKosicki, analisis dapat dilakukan sebagai berikut:
Kerangka PanKosicki memberikan pedoman konkret untuk:
Walaupun kerangka ini sangat berguna, beberapa akademisi berargumen bahwa:
Peneliti selanjutnya mencoba mengintegrasikan konsep participatory framing dan analisis jaringan sosial untuk melengkapi model PanKosicki.
Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki menyajikan pendekatan komprehensif yang menggabungkan dimensi struktural, kognitif, emosional, dan sosialkultural dalam analisis framing. Kerangka ini memberi alat yang sistematis bagi akademisi dan praktisi untuk memahami bagaimana pesan dibentuk, diproses, dan memengaruhi perilaku. Dengan memperhatikan kritik yang ada, model ini terus berkembang dan tetap relevan dalam era komunikasi digital yang semakin kompleks.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca karya asli Pan dan Kosicki atau mengakses jurnal komunikasi terkemuka yang meninjau aplikasinya dalam konteks media sosial, kampanye politik, dan pemasaran.
