Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator kesehatan utama yang mencerminkan kualitas layanan kesehatan reproduksi, akses perawatan, serta keberhasilan program keselamatan ibu. AKI mengukur jumlah ibu yang meninggal dunia akibat komplikasi kehamilan atau persalinan per 100.000 kelahiran hidup. Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, memiliki tantangan khusus dalam menurunkan angka ini.
Menurut World Health Organization (WHO), AKI dihitung dengan rumus:
AKI = (Jumlah kematian ibu dalam satu tahun / Jumlah kelahiran hidup dalam satu tahun) 100.000
Data yang digunakan meliputi kematian yang terjadi selama kehamilan, persalinan, atau dalam 42 hari pertama setelah melahirkan, terlepas dari durasi kehamilan.
Sejak era Reformasi, pemerintah Indonesia mulai mengumpulkan data AKI secara sistematis melalui survei Demografi dan Kesehatan (SDK) serta sistem pelaporan kematian di fasilitas kesehatan. Pada awal 2000-an, AKI Indonesia berada di kisaran 350-400 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Upaya penurunan dimulai dengan program Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Safe Motherhood Initiative.
| Tahun | AKI (per 100.000 kelahiran hidup) |
|---|---|
| 2010 | 340 |
| 2015 | 305 |
| 2020 | 216 |
| 2022 | 199 |
Data menunjukkan penurunan signifikan, namun target SDG 3.1 menuntut AKI 70 pada tahun 2030.
Beberapa kebijakan utama yang telah diimplementasikan:
Penguatan posyandu, kader kesehatan, dan program Safe Delivery yang melibatkan Bidan Desa. Kader dilatih untuk mendeteksi komplikasi dini dan merujuk secara cepat.
Pembangunan Puskesmas dan Rumah Sakit Kabupaten (RSUD) di daerah terpencil, serta program ambulans desa yang terintegrasi dengan sistem rujukan.
Program Bidik Misi Ibu memberi subsidi transportasi dan obat bagi ibu hamil berisiko tinggi.
Pelatihan Emergency Obstetric and Neonatal Care (EmONC) bagi dokter, bidan, dan perawat, termasuk simulasi penanganan perdarahan dan eklampsia.
Penggunaan sistem informasi Sistem Informasi Kesehatan Ibu (SIKI) untuk melacak kasus dan mengidentifikasi wilayah hot spot.
Selain kebijakan pemerintah, organisasi nonpemerintah (NGO) berperan penting dalam edukasi, advokasi, dan mobilisasi dana. Contoh:
Walaupun terjadi penurunan, beberapa hambatan tetap mengganggu upaya menurunkan AKI:
Untuk mencapai target SDG 3.1, langkah berikut perlu diprioritaskan:
Angka Kematian Ibu (AKI) tetap menjadi tantangan kesehatan publik yang memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, komunitas, dan sektor swasta. Penurunan yang signifikan dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghasilkan perubahan nyata. Namun, untuk menurunkan AKI ke level yang diharapkan oleh agenda global, Indonesia harus memfokuskan upaya pada wilayah dengan angka tertinggi, meningkatkan kualitas layanan darurat obstetrik, serta memastikan bahwa setiap ibu memiliki akses yang mudah dan cepat ke fasilitas kesehatan yang memadai.
Dengan komitmen bersama, Indonesia dapat memastikan bahwa setiap kelahiran tidak lagi menjadi risiko kematian bagi sang ibu, melainkan momen kebahagiaan yang aman bagi seluruh keluarga.
