Pendahuluan
Kehamilan adalah masa dimana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Masa kehamilan normal berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari, dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Usia kehamilan 32-33 minggu masuk dalam kategori trimester ketiga. Pada tahap ini, janin telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dan ibu mulai mempersiapkan diri baik fisik maupun psikologis menghadapi persalinan.
Asuhan kebidanan komprehensif bertujuan untuk memberikan pelayanan holistik, mencakup aspek bio-psycho-sosial-spiritual kepada ibu dan bayi sejak kehamilan, persalinan, nifas, dan keluarga berencana. Dokumentasi ini membahas asuhan kebidanan pada Ny. M G P dengan usia kehamilan 32-33 minggu dalam keadaan fisiologis atau normal.
Data Subjektif
Berikut adalah data yang diperoleh melalui anamnesa (wawancara) dengan klien Ny. M G P:
Identitas Klien
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Ny. M G P |
| Umur | 25 Tahun |
| Suku/Bangsa | Jawa / Indonesia |
| Agama | Islam |
| Pendidikan | SMA |
| Pekerjaan | Ibu Rumah Tangga |
Riwayat Kesehatan
- Alasan Minta Berkunjung: Kontrol kehamilan rutin (Antenatal Care).
- Keluhan Utama: Merasa sesak nafas sedikit saat beraktivitas berat dan sering buang air kecil (poliuria).
- Riwayat Haid:
- HPHT: 10 Januari 2024.
- Siklus: 28 hari, lama 5-6 hari, banyak sedang, tidak nyeri.
- Taksiran Persalinan (TP): 17 Oktober 2024.
- Riwayat Kehamilan Sekarang (Gesta):
- Usia Kehamilan: 32-33 minggu.
- Gerak Janin: Dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan, aktif.
- Keluhan lain: Sesak nafas jika berjalan jauh, kaki terasa sedikit bengkak di sore hari (edema ringan), sering buang air kecil.
- Riwayat Obstetri: G1 P0 A0 (Hamil untuk pertama kali).
- Riwayat Penyakit Dahulu/Sekarang: Menolak pernah menderita penyakit berat seperti Jantung, Diabetes, Hipertensi, TB, atau Asma.
- Riwayat Alergi: Menolak ada riwayat alergi obat atau makanan.
Data Obyektif
Berikut adalah hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Ny. M G P:
Keadaan Umum
| Pemeriksaan | Hasil |
|---|---|
| Kesadaran | Compos Mentis |
| Tekanan Darah | 110/70 mmHg |
| Nadi | 80 x/menit |
| Suhu | 36,5C |
| Respirasi | 20 x/menit |
| Berat Badan | 65 kg |
| Tinggi Badan | 158 cm |
Pemeriksaan Kepala Sampai Kaki (Inspeksi & Palpasi)
- Kepala: Konjungtiva anemis (-), Sklera ikterik (-).
- Wajah & Lehernya: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, pembuluh darah leher tidak menonjol.
- Dada (Thorax): Payudara membesar, putting susu menonjol, kolostrum belum keluar, batang payudara halus.
- Abdomen (Perut):
- Striet gravidar (+) halus.
- Linea nigra (+).
- Tinggi Fundus Uteri (TFU): Setinggi 3 jari di atas pusat (sesuai 32-33 minggu).
- Leopold I: High fundus, bagian terbawah kosong.
- Leopold II: Punggung kanan, bagian kecil di kanan.
- Leopold III: Bagian besar di kiri bawah.
- Leopold IV: Bagian kecil di atas simfisis, belum masuk PAP (Pelvic Inlet).
- DJJ: Terdengar di kuadran kiri bawah, frekuensi 140 x/menit, teratur.
- Ekstremitas: Edema ringan (+) di tungkai kaki, refleks patella fisiologis.
Diagnosa / Penilaian
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang telah dikumpulkan, maka ditegakkan diagnosa kebidanan sebagai berikut:
Ny. M G P, G1P0A0, Usia Kehamilan 32-33 Minggu, Letak Kepala, Hidup, Tunggal intrauterin, Fisiologis.
Status ini menunjukkan bahwa ibu hamil dalam kondisi sehat, tidak ditemukan kelainan atau komplikasi pada kehamilan ini, dan tumbuh kembang janin sesuai dengan usia kehamilannya.
Intervensi / Perencanaan
Berdasarkan diagnosa fisiologis, perencanaan asuhan kebidanan yang dilakukan meliputi:
1. Terapi / Tindakan
- Memberikan Tablet Tambah Darah (TTD) 1 tablet per hari untuk mencegah anemia.
- Mengajurkan ibu untuk meminum vitamin kehamilan secara teratur jika diresepkan dokter.
- Melakukan pemeriksaan DJJ dan tensi secara rutin.
2. Edukasi Kesehatan (Health Education)
- Diet: Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein (telur, ikan, daging), sayur, dan buah-buahan untuk pertumbuhan janin.
- Edukasi K3 (Keluarga Sadar Gizi): Menjelaskan pentingnya penggunaan tablet tambah darah yang diminum bersama jeruk atau Vitamin C untuk penyerapan zat besi yang maksimal.
- Edukasi Bahaya: Mengajarkan tanda-tanda bahaya kehamilan seperti pendarahan, sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau kontraksi teratur sebelum waktunya.
- Personal Hygiene: Menjaga kebersihan diri dan organ genitalia luar untuk mencegah infeksi saluran kemih.
- Kehidupan Sosial/Seksual: Hubungan seksual diperbolehkan dengan posisi yang aman dan nyaman bagi ibu, asalkan tidak ada komplikasi.
- Edukasi Gerakan Janin: Klien diharapkan mampu memantau pergerakan janin setiap hari.
Evaluasi
Setelah dilakukan asuhan kebidanan, diharapkan hasil evaluasi sebagai berikut:
- Klien memahami kondisi kehamilannya dan merasa tenang.
- Klien bersedia meminum tablet tambah darah secara teratur.
- Klien mengerti tanda-tanda bahaya kehamilan dan berniat segera ke fasilitas kesehatan jika mengalaminya.
- Tanda-tanda vital dalam batas normal.
- Klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.
