Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan bidan kepada ibu selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan keluarga berencana. Pendekatan manajemen kasus digunakan untuk memberikan asuhan yang berkualitas dengan prinsip keselamatan pasien dan berpusat pada klien. Kasus ini membahas asuhan kebidanan pada Ny. SMA dengan kehamilan aterm hingga program keluarga berencana.
Nama: Ny. SMA
Umur: 28 tahun
Paritas: G2P1A0
Usia kehamilan: 38 minggu
Tanggal HPHT: 15 Februari 2023
TPC: 22 November 2023
Status sosial ekonomi: Menengah
Pendidikan: SMA
Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga
Alamat: Jl. Mawar No. 12, Jakarta
Pada kunjungan antenatal pertama di usia kehamilan 12 minggu, Ny. SMA mengeluhkan mual muntah (morning sickness) terutama di pagi hari. Keluhan lain adalah mudah lelah dan sering buang air kecil. Klien biasanya makan 3x sehari dalam porsi sedang, minum 8 gelas per hari, BAB 1x sehari dengan konsistensi normal. Klien tidak memiliki riwayat penyakit kronis dan alergi obat. Riwayat persalinan sebelumnya normal pada usia kehamilan 39 minggu dengan berat bayi 3100 gram.
| Pemeriksaan | Hasil |
|---|---|
| Tekanan Darah | 110/70 mmHg |
| Nadi | 80 x/menit |
| Respirasi | 20 x/menit |
| Suhu | 36.5C |
| Berat Badan | 58 kg (BMI: 22.5) |
| Tinggi Badan | 160 cm |
| LILA | 25 cm (normal) |
| Konjunktiva | Palem (-) |
| Sklera | Ikterik (-) |
| Gigi & Mulut | Tidak tampak karies |
| Payudara | Terdapat pembesaran, putting susu menonjol |
| Leopold I | TBJ di fundus uteri, tidak teraba bagian kecil |
| Leopold II | Kiri: punggung dan keras, Kanan: bagian kecil janin |
| Leopold III | Bagian terendah kepala, bagian kecil janin di kanan |
| Leopold IV | Kepala sudah masuk Hodge I |
| TUJ | Sejajar pusat, 28 cm |
| DJJ | 140 x/menit, teratur kuat |
| Letak Janin | Kepala (Cephalic Presentation) |
| Posisi Janin | Kepala kiri depan (KTD) |
Hemoglobin 11.5 g/dL, Gula Darah Sewaktu 90 mg/dL, Proteinur (-), Urinalisis dalam batas normal.
G2P1A0, Hamil 38 minggu, Kepala/kiri depan, intrauterine, hidup tunggal.
1. Edukasi mengenai perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan
2. Motivasi pemberian tablet tambah darah sesuai anjuran
3. Edukasi mengenai nutrisi seimbang selama kehamilan
4. Motivasi melakukan senam hamil secara teratur
5. Edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan
6. Edukasi persiapan persalinan dan nifas
7. Motivasi pembuatan rencana persalinan
8. Edukasi mengenai kebutuhan gizi tambahan selama hamil
9. Motivasi pemeriksaan kehamilan rutin sesuai jadwal
10. Edukasi mengenai manfaat ASI eksklusif
Ny. SMA datang ke puskesmas dengan keluhan kontraksi teratur sejak 4 jam yang lalu, setiap 5-7 menit dengan durasi 30-40 detik. Keluhan lain: nyeri pinggang dan terasa ingin buang air besar. Klien tidak mengeluhkan kencing sakit, demam, atau keluarnya cairan dari vagina. Makan terakhir 6 jam sebelum datang, terakhir kali buang air kecil 2 jam sebelumnya dengan normal.
Tekanan darah: 120/80 mmHg, Nadi: 88 x/menit, Respirasi: 22 x/menit, Suhu: 36.7C.
| Pemeriksaan | Hasil |
|---|---|
| TUJ | 32 cm |
| Letak Janin | Kepala (Cephalic) |
| DJJ | 144 x/menit, teratur kuat |
| Pembukaan | 6 cm |
| Ketuban | + |
| Bagian Terendah | Hodge I |
| Kontraksi | 3x dalam 10 menit, durasi 30-40 detik, kuat |
G2P1A0, Persalinan kala I fase aktif, KTD, Intrauterine, Hidup Tunggal.
1. Masuk klien ke kamar persalinan
2. Observasi TTV, DJJ, kontraksi dan TFU setiap 30 menit
3. Motivasi klien untuk mengontrol nafas danistirahat
4. Motivasi klien untuk minum sedikit-sedikit
5. Menjelaskan proses persalinan yang dialami klien
6. Menyiapkan alat persalinan dan bantuan tenaga kesehatan lain
7. Menjaga privasi dan mendukung klien di persalinan
8. Monitor perkembangan persalinan
Setelah 2 jam, pembukaan mencapai 10 cm kala II penuh. Klien dipindahkan ke meja persalinan. Selama kala II dibimbing his mengejan secara efektif dengan posisi litotomi. Bayi lahir pada jam 09.30 dengan berat 3150 gram, panjang 49 cm, APGAR skor 8/9. Placenta lahir lengkap pada jam 09.40 dengan perdarahan 200 cc. Klien mendapat suntikan oksitosin 10 IU IM segera setelah bayi lahir.
Tekanan darah: 110/70 mmHg, Nadi: 80 x/menit, Resporasi: 20 x/menit, Suhu: 36.5C. Kontraksi uterus baik, TFU setinggi pusat. Perdarahan pervaginam 200 cc. Klien dalam kondisi baik dan memasuki masa nifas.
1. Observasi TTV setiap 15 menit x 4
2. Observasi kontraksi uterus, perdarahan, dan TFU setiap 15 menit x 4
3. Memastikan kandung kemih kosong
4. Menjaga kehangatan ibu dan bayi
5. Inisiasi menyusui dini (IMD)
6. Edukasi mengenai perawatan bayi baru lahir
7. Edukasi mengenai perawatan luka jalan lahir
Klien mengeluhkan nyeri pada perut saat menyusui, mengeluarkan lochia rubra dengan banyak normal. TTV: TD 110/70 mmHg, N 84x/menit, R 20x/menit, S 36.4C. TFU 2 jari di bawah pusat, involusi uterus baik. Puting susu menyusui dengan baik, bayi menghisap kuat. Klien buang air besar sudah, buang air kecil lancar.
1. Observasi TTV, involution uterus, lochia, dan payudara
2. Edukasi mengenai teknik menyusui yang benar
3. Edukasi personal hygiene selama masa nifas
4. Motivasi konsumsi makanan bergizi
5. Motivasi istirahat yang cukup
6. Edukasi senam nifas
7. Edukasi mengenai tanda bahaya masa nifas
Pada kunjungan masa nifas ketujuh hari, dilakukan konseling Keluarga Berencana (KB). Ny. SMA menyatakan ingin menggunakan metode kontrasepsi setelah masa nifas. Setelah diberikan edukasi berbagai metode kontrasepsi yang sesuai, klien memilih menggunakan metode kontrasepsi kombinasi pil KB karena dianggap mudah digunakan dan memiliki efek samping minimal bagi klien.
1. Menjelaskan cara penggunaan pil KB yang benar
2. Menjelaskan kapan mulai mengkonsumsi pil KB
3. Menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi
4. Menjelaskan manfaat pil KB selain mencegah kehamilan
5. Menjelaskan kontraindikasi penggunaan pil KB
6. Menjelaskan kepatuhan dalam penggunaan pil KB
7. Menjelaskan hal yang perlu dilakukan jika terjadi keluhan
Setelah klien setuju dengan metode yang dipilih, diberikan resep pil kombinasi yang akan mulai diminum 21 hari setelah persalinan. Klien diberikan edukasi untuk mengkonsumsi pil KB setiap hari pada waktu yang sama tanpa terlewat. Jika terjadi lupa minum pil dalam kurun waktu 12 jam, klien diminta segera mengkonsumsi pil yang terlewat dan melanjutkan pil berikutnya sesuai jadwal biasa.
Ny. SMA telah menerima asuhan kebidanan komprehensif sejak masa kehamilan, persalinan, masa nifas, hingga pemberian layanan keluarga berencana. Klien mengalami kehamilan yang fisiologis tanpa komplikasi berarti. Persalinan berjalan normal tanpa tanda-tanda distosia. Masa nifas berlangsung dengan baik dan klien berhasil menyusui secara eksklusif. Program KB telah terencana dengan baik dengan metode pil KB yang akan dimulai 21 hari pasca persalinan. Klien diberikan jadwal kunjungan ulang untuk kontrol KB dan pemeriksaan bayi.
