Admin 08 Jun 2026 17:20

 

Asuhan Keperawatan Antenatal Care pada Ny. D.B dengan Anemia

A. Pendahuluan

Anemia dalam kehamilan adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, angka kejadian anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi. Anemia didefinisikan sebagai penurunan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Pada kehamilan, batas nilai Hb normal adalah 11 g/dL. Nilai Hb di bawah 11 g/dL dikategorikan sebagai anemia.

Antenatal Care (ANC) atau pemeriksaan kehamilan adalah pelayanan kesehatan yang profesional dan berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada ibu selama masa kehamilan. Tujuan utama ANC adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi secara fisik, mental, dan sosial. Pada studi kasus ini, kita akan membahas asuhan keperawatan pada Ny. D.B, seorang ibu hamil yang didiagnosis menderita anemia.

B. Pengkajian

1. Identitas Pasien
Nama: Ny. D.B
Umur: 27 Tahun
Status Perkawinan: Menikah
Usia Kehamilan: 28 Minggu (G2P1 A0)

2. Anamnesis (Subyektif)
Keluhan utama yang dirasakan oleh Ny. D.B adalah sering merasa lemas dan capek saat melakukan aktivitas sehari-hari. Pasien juga mengeluh pusing (sakit kepala ringan), terutama saat berdiri terlalu cepat atau beraktivitas. Selain itu, ia melaporkan sering merasa sesak nafas ringan saat naik tangga. Nafsu makan menurun akhir-akhir ini. Pasien mengaku jarang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) karena merasa mual jika meminumnya.

3. Pemeriksaan Fisik (Obyektif)
Keadaan umum: Tampak lemah, kesadaran compos mentis.
Tanda-tanda vital:

  • Tekanan Darah: 110/70 mmHg
  • Nadi: 88x/menit (terbatas sedikit)
  • Respirasi: 20x/menit
  • Suhu: 36,5C

Pemeriksaan fisik regional: Konjungtiva mata pucat (+), selaput lendir bibir pucat (+), dan telapak tangan pucat (+). Auskultasi jantung terdengar bunyi jantung I dan II normal, namun ada murmur sistolik lemah. Auskultasi paru-vesikuler normal. Inspeksi abdomen (fundus uteri tinggi sejajar processus xiphoideus dan umbilicus) sesuai usia kehamilan.
Hasil laboratorium: Hemoglobin (Hb) 9,0 g/dL, Hematokrit (Ht) 28%, Eritrosit 3.500.000/uL.

C. Analisis Data & Diagnosis Keperawatan

Berdasarkan data pengkajian yang telah dilakukan, maka analisis masalah keperawatan pada Ny. D.B adalah sebagai berikut:

1. Masalah Utama

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat (penurunan nafsu makan, mual saat konsumsi TTD) dan meningkatnya kebutuhan zat besi selama kehamilan.

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik dan penurunan suplai oksigen ke jaringan tubuh akibat anemia.

2. Potensi Masalah

Risiko infeksi berhubungan dengan penurunan resistensi tubuh sekunder akibat penurunan hemoglobin dan status nutrisi.

Prioritas Diagnosis:
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
2. Intoleransi aktivitas.
3. Risiko infeksi.

D. Intervensi Keperawatan

Fokus intervensi pada Ny. D.B adalah meningkatkan kadar hemoglobin, mengatasi keluhan lemah, dan mencegah komplikasi.

1. Intervensi untuk Ketidakseimbangan Nutrisi

  • Kaji pola makan klien sehari-hari, termasuk porsi dan jenis makanan.
  • Jelaskan kepada pasien dan keluarga tentang kebutuhan zat besi yang meningkat selama trimester kedua dan ketiga.
  • Ajukan menu makanan yang seimbang, tinggi zat besi (seperti hati ayam, daging merah, telur, sayuran hijau seperti bayam dan kangkung) serta sumber vitamin C (jeruk, tomat) untuk membantu penyerapan zat besi.
  • Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian Terapi Tablet Tambah Darah (TTD) 1 kali sehari. Berikan edukasi agar minum TTD 2 jam setelah makan untuk mengurangi mual dan bimbing mengonsumsinya bersama jus jeruk (Vitamin C) untuk penyerapan maksimal.
  • Instruksikan hindari konsumsi kopi/teh berlebihan saat mengonsumsi makanan tinggi besi karena dapat menghambat penyerapan.
  • Pantau tanda-tanda perbaikan status nutrisi (peningkatan berat badan, tingkat energi).

2. Intervensi untuk Intoleransi Aktivitas

  • Tinjau tingkat aktivitas klien dan respon fisiologisnya (nadi, tekanan darah, rasa pusing).
  • Bantu pasien membuat jadwal aktivitas sehari-hari dengan memprioritaskan istirahat. Encourage istirahat sejenak saat merasa lemas.
  • Ajarkan teknik hemat energi, misalnya menyiapkan bahan makanan satu kali untuk dua kali masak, duduk saat mandi atau mencuci piring, dan menghindari pekerjaan berat.
  • Anjurkan pasien untuk melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan pagi singkat sesuai toleransi, namun berhenti segera jika timbul sesak atau pusing berat.
  • Berikan dukungan psikologis agar pasien tidak merasa putus asa dengan kelemahannya dan memahami bahwa kondisi ini bersifat sementara.

3. Intervensi untuk Risiko Infeksi

  • Amati tanda-tanda infeksi awal (demam, kenaikan leukosit, kemerahan pada luka).
  • Tekankan pentingnya perawatan kebersihan peroradian (personal hygiene), terutama kebersihan organ intim dan area payudara.
  • Anjurkan memakai pakaian dalam yang menyerap keringat dan diganti secara berkala.
  • Edukasi pasien untuk menjaga pola makan bergizi untuk meningkatkan sistem imun.
  • Instruksikan untuk segera datang ke pelayanan kesehatan jika ada tanda-tanda infeksi menular seksual atau keputihan yang tidak normal.

E. Implementasi

Perawat melaksanakan tindakan sesuai rencana intervensi yang telah disepakati. Implementasi yang dilakukan pada Ny. D.B meliputi:

  • Memberikan konseling gizi secara langsung dan memberikan lembar brosur tentang menu makanan bergizi tinggi zat besi.
  • Memantau konsumsi TTD pasien di tempat praktek (DOTT) jika memungkinkan, dan mengingatkan jadwal minum obat di rumah.
  • Demonstrasikan teknik pernapasan dalam untuk membantu mengatasi rasa sesak ringan saat aktivitas.
  • Melakukan pemeriksaan fisik pendahuluan pada setiap kunjungan ANC berikutnya untuk memonitor perkembangan hemoglobin.

F. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan tindakan keperawatan yang telah diberikan. Criteria hasil yang diharapkan adalah:

  • Ketidakseimbangan nutrisi: Pasien mampu memahami kebutuhan nutrisinya, sudah konsumsi TTD secara teratur dengan lebih nyaman (mual berkurang), dan nafsu makan mulai meningkat.
  • Intoleransi aktivitas: Pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan rasa lelah yang berkurang, mampu mengatur waktu istirahat dengan baik, dan tidak lagi melaporkan pusing berat saat beraktivitas.
  • Risiko infeksi: Pasien bebas dari tanda-tanda infeksi (tidak demam, tidak ada kemerahan/sekret abnormal), dan menjaga kebersihan diri dengan baik.

Pada kunjungan ANC berikutnya (2 minggu kemudian), diharapkan terjadi peningkatan kadar Hb pada Ny. D.B menjadi mendekati normal (misal dari 9,0 g/dL menjadi 9,8 g/dL) dan keluhan klien berkurang secara signifikan. Jika terdapat komplikasi yang berat (misalnya pendarahan atau Hb terus menurun), maka perlu dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

File Referensi Untuk ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE PADA NY. D.B DENGAN ANEMIA
Screenshoot
Nama File
236673612.pdf

Ukuran File
1.61 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE PADA NY. D.B DENGAN ANEMIA. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE PADA NY. D.B DENGAN ANEMIA dan Link Download File Refere...


admin
Admin
2026-06-08 17:20:33

Asuhan Keperawatan Pada Klien Sindrom Koroner Akut (SKA) Dengan Masalah Keperawatan Nyeri...


admin
Admin
2026-06-07 12:26:15

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya dan...


admin
Admin
2026-06-06 07:06:11

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Primigravida Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Te...


admin
Admin
2026-06-08 18:52:15

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL CARE dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 21:54:10