Admin 07 Jun 2026 09:24

 

Asuhan Keperawatan Keluarga: Tn. S dengan Kasus Tuberculosis Paru

Dokumentasi Studi Kasus Keperawatan Keluarga

1. Pengkajian

Identitas Klien: Tn. S, Laki-laki, 45 tahun.

A. Subjektif (Data yang Didapat dari Wawancara)

Klien mengeluh batuk produktif sejak 3 minggu yang lalu. Dahak yang dikeluarkan berwarna putih kadang bercampur darah. Klien juga mengaku sering berkeringat malam (night sweat) meskipun sedang tidak beraktivitas berat. Klien merasa badan lemas, cepat lelah, dan nafsu makan menurun drastis dalam satu bulan terakhir. Klien mengaku merasa sesak napas saat melakukan aktivitas berat. Riwayat penurunan berat badan sekitar 5 kg dalam 2 bulan terakhir dilaporkan. Riwayat kontak dengan penderita TB paru tidak diketahui pasti, namun Tn. S bekerja di lingkungan dengan ventilasi yang kurang baik dan padat penduduk.

Dalam keluarga, istri Tn. S menyatakan khawatir akan penularan penyakit kepada anak-anaknya yang tinggal serumah. Pengetahuan keluarga mengenai TB masih kurang, mereka mengira batuk biasa dan masih berobat ke warung.

B. Objektif (Pemeriksaan Fisik)

  • Tanda Vital: TD: 120/80 mmHg, N: 88x/menit (sedikit takikardi), RR: 24x/menit (takipnea), S: 37,5C (subfebris).
  • Status Generalis: Keadaan umum tampak lemah, kesadaran composmentis, BB: 52 kg (IMT kurang), TB: 168 cm.
  • Pemeriksaan Fisik:
    • Kepala: Conjunctiva anemis (-), Sklera ikterik (-).
    • Toraks/Paru: Inspeksi pernapasan menggunakan otot bantu, retraksi sela interkosta (-). Palpasi fremitus suara meningkat di daerah atas. Perkusi bunyi sonor pada sebagian besar, namun redup di apeks paru kanan dan kiri. Auskultasi bunyi napas vesikuler, terdengar bunyi ronkhi (wheezing) di daerah apeks paru kanan dan kiri.
    • Mulut & Tenggorokan: Mukosa bibir kering, faring tidak hiperemis.
    • Ekstremitas: Akral hangat, edema (-).
  • Hasil Pemeriksaan Penunjang: Pemeriksaan Sputum BTA (Basil Tahan Asam) ditemukan positif (+1). Foto Thorax menunjukkan adanya infiltrat di lapangan atas kanan dan kiri.

C. Pengkajian Keluarga (Calgary Family Assessment Model)

  • Struktur Keluarga: Keluarga inti (Tn. S, Istri, 2 Anak). Pola komunikasi terbuka namun kurang efektif dalam masalah kesehatan.
  • Fungsi Keluarga:
    • Fungsi afektif: Istri sangat mendukung namun cemas berlebihan.
    • Fungsi socialisasi: Klien tetap bekerja meski sakit, berpotensi menularkan di tempat kerja.
    • Fungsi perawatan kesehatan: Sebelumnya kurang tepat, baru berkonsultasi ke tenaga kesehatan setelah batuk lama tidak sembuh.
  • Stressor: Penyakit TB membebani ekonomi karena Tn. S tidak bisa bekerja maksimal.

2. Diagnosa Keperawatan

Berdasarkan data pengkajian, maka diagnosa keperawatan yang muncul adalah:

1. Bersihan jalan napas tidak efektif b.d sekret menumpuk (Dahak kental/banyak).
Tujuan: Bersihan jalan napas efektif, frekuensi pernapasan dalam batas normal (16-20x/m), bunyi napas vesikuler, tidak ada ronkhi.

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, penurunan intake nutrisi, peningkatan metabolisme.
Tujuan: Kebutuhan nutrisi terpenuhi, berat badan stabil atau meningkat, tanda-tanda kurang gizi berkurang.

3. Pengetahuan keluarga deficient tentang penyakit dan pengobatan TB b.d kurangnya informasi.
Tujuan: Keluarga memahami tentang TB, cara penularan, pentingnya kepatuhan minum obat, dan langkah pencegahan di rumah.

4. Risiko penularan infeksi b.d penularan kurang aerogen (tuberculosis paru).
Tujuan: Penularan infeksi dicegah, anggota keluarga menggunakan APD sederhana (masker) saat kontak dekat.

3. Rencana Tindakan (Intervensi)

Diagnosa 1: Bersihan jalan napas tidak efektif

  • Kaji frekuensi, kedalaman, dan irama pernapasan, serta catat adanya suara napas tambahan.
  • Anjurkan klien minum air hangat minimal 2000-2500 cc per hari (sesuai toleransi jantung) untuk mencairkan sekret.
  • Ajarkan teknik batuk efektif (batuk dalam) ketika ingin mengeluarkan dahak.
  • Lavase trakea (sesuai indikasi) dengan protokol steril jika sekret sangat berat.
  • Berikan posisi semi Fowler (30-45 derajat) saat istirahat untuk memfasilitasi ekspansi paru.

Diagnosa 2: Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan

  • Kaji nafsu makan klien dan pola makan keluarga.
  • Jelaskan kepada istri (penyiap makanan) pentingnya makanan tinggi protein dan kalori untuk proses penyembuhan jaringan paru (contoh: telur, ikan, daging, susu).
  • Sarankan makan porsi kecil namun sering (5-6 kali sehari) untuk menghindari mual dan kembung.
  • Kaji berat badan secara berkala.
  • Lingkungan yang bersih saat makan untuk meningkatkan nafsu makan.

Diagnosa 3: Pengetahuan deficient

  • Edukasi keluarga mengenai penyakit Tuberculosis: infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, menyerang paru-paru, bisa disembuhkan dengan pengobatan lengkap.
  • Jelaskan cara penularan: melalui percikan dahak saat batuk/bersin di udara.
  • Jelaskan pentingnya kepatuhan minum obat OAT (Obat Anti Tuberkulosis) setiap hari pada jam yang sama selama minimal 6 bulan, meskipun gejala sudah menghilang.
  • Jelaskan efek samping obat (mual, muntah, urin berwarna kemerahan) dan apa yang harus dilakukan jika efek samping berat (langsung ke Puskesmas).
  • Berikan brosur leaflet tentang TB jika tersedia.

Diagnosa 4: Risiko penularan infeksi

  • Instruksikan klien untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah tertutup.
  • Anjurkan klien menggunakan masker medis saat berada di rumah bersama keluarga atau saat ada pengunjung.
  • Edukasi keluarga untuk menjaga ventilasi rumah tetap terbuka agar sinar matahari masuk dan ventilasi udara baik (bakteri TB mati oleh sinar matahari).
  • Anjurkan tidak memakai peralatan makan dan handuk secara bergantian.
  • Biasakan membersihkan lantai dan perabotan dengan desinfektan secara rutin.

4. Evaluasi

Harian / Mingguan:

  • Status Keperawatan:
    • Jalan napas klien menjadi lebih lancar, frekuensi napas turun menjadi 18-20x/menit.
    • Bunyi ronkhi mulai berkurang.
    • Intake oral meningkat, laporan istri bahwa klien mau makan sedikit demi sedikit.
    • Klien dan istri dapat mengulang kembali cara minum obat dan aturan jadwal waktunya.
  • Status Keluarga:
    • Sudah menerapkan etika batuk yang benar.
    • Ventilasi rumah sudah dibuka lebih lebar.
    • Keluarga lebih tenang mengetahui penyakit ini dapat disembuhkan selama telaten minum obat.
```

File Referensi Untuk Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.S Dengan Kasus Tuberculosis
Screenshoot
Nama File
046_endang_nur_indah.pdf

Ukuran File
0.61 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.S Dengan Kasus Tuberculosis. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn.S Dengan Kasus Tuberculosis dan Link Download File Referens...


admin
Admin
2026-06-07 09:24:15

Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Kasus Asma dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 16:00:32

LAPORAN STUDI KASUS KEPERAWATAN KOMPREHENSIF ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN INTRA CEREBRAL...


admin
Admin
2026-06-07 16:34:10

Asuhan Keperawatan Pada Ibu Primigravida Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Te...


admin
Admin
2026-06-08 18:52:15

Nilai Nilai Pancasila Terkait Dengan Kasus Kasus Pelanggaran Hak Dan Pengingkaran Kewajiba...


admin
Admin
2026-06-11 14:56:32