Pendahuluan
Diare adalah salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak. Di RSUD Bangil Pasuruan, khususnya di Ruang Asoka, perawatan kepada anak dengan diagnosa medis diare dilakukan dengan pendekatan keperawatan yang komprehensif. Asuhan keperawatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan klien, mencegah komplikasi, dan mempercepat proses penyembuhan.
Definisi Diare
Diare adalah defekasi dengan konsistensi feses yang lebih cair dari biasanya dan frekuensi lebih dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari). Diare pada anak dapat bersifat akut maupun kronis. Diare akut berlangsung kurang dari 14 hari, sedangkan diare kronis berlangsung lebih dari 14 hari. Diare persisten berlangsung antara 14-30 hari.
Etologi Diare pada Anak
Penyebab diare pada anak dapat dibagi menjadi beberapa kategori:
- Infeksi: Virus (rotavirus, norovirus), bakteri (E. coli, Salmonella, Shigella), parasit (Giardia, Entamoeba)
- Makanan: Alergi makanan, intoleransi laktosa, konsumsi makanan yang terkontaminasi
- Faktor lain: Antibiotik, stres, faktor imunologis
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis diare pada anak meliputi:
- Bab cair dan frekuensi meningkat
- Mual dan muntah
- Demam
- Nyeri perut
- Dehidrasi (mulut kering, mata cekung, turgor kulit menurun, oliguria)
- Anoreksia
- Lemas
Tingkat Dehidrasi
Dehidrasi diklasifikasikan menjadi tiga tingkat:
- Dehidrasi ringan (3-5%): Kulit kering, sedikit haus, urin sedikit berkurang
- Dehidrasi sedang (6-9%): Mata cekung, mulut kering, turgor kulit menurun, sangat haus, urin sedikit
- Dehidrasi berat (>9%): Syok, kejang, koma, tidak ada air mata saat menangis, oliguria atau anuria
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa dan menilai derajat diare antara lain:
- Pemeriksaan fisik lengkap
- Pemeriksaan tinja (kultur, pewarnaan gram)
- Hitung jenis leukosit (dapat meningkat pada infeksi bakteri)
- Pemeriksaan elektrolit (untuk menilai ketidakseimbangan elektrolit)
- Analisa gas darah (untuk menilai asidosis metabolik
Penatalaksanaan Medis
Penatalaksanaan medis diare pada anak meliputi:
- Koreksi atau pencegahan dehidrasi dengan terapi cairan (oralit atau infus)
- Terapi diet dengan makanan yang mudah dicerna
- Terapi antibiotik jika terbukti adanya infeksi bakteri
- Terapi suportif (antipiretik, antiemetik)
- Suplemen zinc untuk mempercepat pemulihan
Asuhan Keperawatan
Pengkajian
Pengkajian dilakukan secara sistematis meliputi:
- Biodata: Nama, umur, jenis kelamin, alamat, nama orang tua
- Riwayat kesehatan saat ini: Keluhan utama, Riwayat Penyakit Sekarang (RPS), Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)
- Riwayat kesehatan keluarga: Riwayat penyakit menular dalam keluarga
- Pemeriksaan fisik: Keadaan umum, tanda-tanda vital, inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi
| Sistem Perawatan | Pemeriksaan Fisik |
| Sistem Peredaran Darah | Tekanan darah, nadi, CRT, sianosis, edema |
| Sistem Pernapasan | Frekuensi napas, ritme, suara napas, sianosis |
| Sistem Pencernaan | Bentuk abdomen, Auskultasi bising usus, Palpasi nyeri |
| Sistem Eliminasi | Frekuensi BAB, konsistensi feses, warna, bau |
| Sistem Integumen | Pigmentasi,lesi, turgor kulit |
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada anak dengan diare adalah:
- Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan melalui BAB
- Risiko ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan kehilangan elektrolit berlebihan
- Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi akibat frekuensi BAB
- Kurang pengetahuan tentang penyakit dan perawatannya
Perencanaan Keperawatan
1. Defisit Volume Cairan
- Tujuan: Keseimbangan volume cairan dapat dipertahankan
- Kriteria hasil:
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
- Turgor kulit baik
- Membran mukosa lembab
- Berat badan stabil
- Urine output normal
- Intervensi:
- Kaji tanda-tanda dehidrasi
- Catat intake dan output secara akurat
- Berikan cairan sesuai program terapi
- Pantau tanda-tanda vital
- Kolaborasi pemberian cairan intravena jika diperlukan
- Edukasi keluarga tentang pentingnya cairan
2. Ketidakseimbangan Elektrolit
- Tujuan: Keseimbangan elektrolit dipertahankan
- Kriteria hasil: Laboratorium elektrolit dalam batas normal
- Intervensi:
- Kaji tanda-tanda ketidakseimbangan elektrolit
- Pantau hasil laboratorium elektrolit
- Berikan cairan yang mengandung elektrolit sesuai program
- Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit
- Edukasi pentingnya elektrolit dalam tubuh
3. Gangguan Integritas Kulit
- Tujuan: Integritas kulit terjaga
- Kriteria hasil:
- Kulit di area perianal tetap utuh
- Tidak terjadi iritasi atau erosi pada area kulit
- Anak tidak mengeluh rasa nyeri pada area bokong
- Intervensi:
- Ganti popok/linen secara berkala
- Bersihkan area perianal dengan air dan sabun pH seimbang
- Keringkan area dengan lembut
- Berikan krim penghalus/ pelindung kulit
- Jaga kebersihan area kulit
4. Kurang Pengetahuan
- Tujuan: Klien dan keluarga memahami tentang penyakit dan perawatannya
- Kriteria hasil:
- Klien dan keluarga dapat menjelaskan penyebab diare
- Klien dan keluarga dapat mendemonstrasikan cara pencegahan
- Klien dan keluarga dapat menjelaskan tanda bahaya yang perlu dilaporkan
- Intervensi:
- Jelaskan tentang penyakit, penyebab, dan proses penyembuhan
- Berikan edukasi tentang perawatan di rumah
- Jelaskan tanda bahaya yang perlu segera dilaporkan ke tenaga kesehatan
- Identifikasi hambatan belajar klien dan keluarga
- Gunakan metode pengajaran yang sesuai dengan kemampuan klien dan keluarga
Implementasi
Implementasi keperawatan pada anak dengan diare di Ruang Asoka RSUD Bangil Pasuruan meliputi:
- Pemberian cairan sesuai program (oralit atau intravena)
- Pemantauan tanda-tanda vital secara berkala
- Pencatatan intake dan output
- Pemberian nutrisi sesuai kebutuhan anak
- Perawatan kulit dan area perianal
- Edukasi kepada orang tua tentang perawatan di rumah
- Kolaborasi dengan tim medis untuk terapi yang tepat
- Pemberian support kepada klien dan keluarga
Evaluasi
Evaluasi asuhan keperawatan dilakukan setelah implementasi untuk menilai keberhasilan tindakan. Evaluasi mencakup:
- Kriteria hasil tercapai sebagian atau seluruhnya
- Klien mengalami perbaikan klinis atau sebaliknya
- Perlu modifikasi rencana keperawatan
Pencegahan Diare Pada Anak
Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah diare pada anak:
- Menjaga kebersihan perorangan (mandi teratur, cuci tangan dengan sabun)
- Menjaga kebersihan makanan dan minuman
- Memberi ASI eksklusif pada bayi
- Menjaga sanitasi lingkungan
- Imunisasi rotavirus (sesuai program imunisasi nasional)
- Pengolahan makanan yang benar
- Hindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu
Kesimpulan
Asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosa medis diare di Ruang Asoka RSUD Bangil Pasuruan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Peran perawat sangat penting dalam mencegah komplikasi, terutama dehidrasi yang dapat membahayakan nyawa anak. Edukasi kepada keluarga juga merupakan aspek penting dalam asuhan keperawatan untuk pencegahan dan perawatan lanjutan di rumah.
Daftar Pustaka
- Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Murr, A. C. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.
- Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC.
- WHO. (2005). The Treatment of Diarrhoea: A Manual for Physicians and Other Senior Health Workers. Geneva: World Health Organization.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2016). Konsensus Tatalaksana Diare Akut pada Anak. Jakarta: IDAI.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.