Admin 04 Jun 2026 05:02

 

Asuhan Keperawatan pada Klien Post Partum dengan Haemorrhage Post Partum (HPP)

Haemorrhage Post Partum (HPP) atau perdarahan pascapersalinan merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu di seluruh dunia. HPP didefinisikan sebagai kehilangan darah lebih dari 500 ml setelah kelahiran pervaginam atau lebih dari 1000 ml setelah seksio sesarea, yang menyebabkan perubahan status hemodinamik klien.

Patofisiologi Umum

Penyebab utama HPP sering disingkat dengan kaidah 4T:

  • Tonus: Atonia uteri (kegagalan uterus untuk berkontraksi setelah bayi lahir).
  • Tissue (Jaringan): Retensi sisa plasenta atau bekuan darah di dalam kavum uteri.
  • Trauma: Laserasi jalan lahir, robekan serviks, atau ruptur uteri.
  • Thrombin: Gangguan koagulopati atau kelainan pembekuan darah.

Pengkajian Keperawatan

Pengkajian berfokus pada deteksi dini tanda-tanda syok hipovolemik:

  • Pemeriksaan Fisik: Observasi tingkat kesadaran, tekanan darah (hipotensi), denyut nadi (takikardia), serta pengisian kapiler (capillary refill).
  • Uterus: Palpasi tinggi fundus uteri dan konsistensi uterus (lembek pada atonia uteri).
  • Perdarahan: Observasi jumlah, warna, dan adanya bekuan darah pada pembalut.
  • Eliminasi: Observasi produksi urine (oliguria sebagai tanda penurunan perfusi ginjal).

Diagnosa Keperawatan yang Sering Muncul

  1. Hipovolemia b.d kehilangan cairan aktif: Fokus utama pada pemulihan volume intravaskular.
  2. Risiko syok b.d perdarahan hebat: Fokus pada pencegahan komplikasi perfusi jaringan.
  3. Nyeri akut b.d trauma jaringan: Fokus pada kenyamanan klien pasca intervensi.
  4. Risiko infeksi b.d prosedur invasif dan kehilangan darah: Fokus pada pemantauan tanda-tanda sepsis.

Rencana Intervensi

Manajemen keperawatan pada klien HPP meliputi:

  • Resusitasi Cairan: Pemasangan dua jalur intravena dengan jarum ukuran besar untuk pemberian cairan kristaloid cepat.
  • Manajemen Uterus: Melakukan masase fundus uteri secara konsisten untuk merangsang kontraksi.
  • Kolaborasi Medis: Pemberian uterotonika (oksitosin, metilergometrin, atau misoprostol) sesuai instruksi dokter.
  • Monitoring Ketat: Observasi tanda-tanda vital setiap 15 menit pada fase akut.
  • Posisi: Elevasi kaki (posisi Trendelenburg modifikasi) untuk meningkatkan aliran darah ke organ vital.

Evaluasi

Keberhasilan asuhan keperawatan ditandai dengan:

  • Tanda-tanda vital stabil dalam rentang normal.
  • Uterus teraba keras dan berkontraksi dengan baik.
  • Perdarahan terkontrol atau berhenti.
  • Produksi urine adekuat (minimal 0,5 ml/kgBB/jam).
  • Klien tidak menunjukkan tanda-tanda syok lebih lanjut.

Kesimpulan

Asuhan keperawatan yang cepat, tepat, dan kolaboratif sangat menentukan prognosis klien dengan HPP. Peran perawat dalam melakukan deteksi dini melalui pemantauan ketat kontraksi uterus dan status hemodinamik menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa ibu pascapersalinan.

File Referensi Untuk Asuhan Keperawatan Pada Klien Post Partum Dengan Haemorrhage Post Partum (HPP)
Screenshoot
Nama File
askep_post_partum_dengan_riwayat_hpp.doc

Ukuran File
0.08 MB

Tipe File
DOC

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Asuhan Keperawatan Pada Klien Post Partum Dengan Haemorrhage Post Partum (HPP). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Asuhan Keperawatan Pada Klien Post Partum Dengan Haemorrhage Post Partum (HPP) dan Link Do...


admin
Admin
2026-06-04 05:02:04

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Partum Dengan Ketuban Pecah Dini dan Link Download Fil...


admin
Admin
2026-06-04 05:54:04

Asuhan Keperawatan Pada Klien Sindrom Koroner Akut (SKA) Dengan Masalah Keperawatan Nyeri...


admin
Admin
2026-06-07 12:26:15

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN CHF dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-23 10:40:07

Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Kanker Endometrium dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-04 05:36:04