Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gastritis
Gastritis adalah peradangan pada lapisan mukosa lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (AINS), alkohol, stres, atau faktor makanan. Sebagai perawat, tugas utama adalah memberikan perawatan holistik yang mencakup evaluasi, intervensi, edukasi, dan evaluasi ulang untuk mempercepat penyembuhan serta mencegah komplikasi.
1. Pengkajian (Assessment)
Pengkajian yang komprehensif meliputi:
- Riwayat Penyakit: Onset nyeri, pola makan, penggunaan obat, riwayat H. pylori, dan faktor risiko lain.
- Gejala Klinis: Nyeri atau perih di epigastrium, mual, muntah, kembung, rasa penuh setelah makan sedikit, atau melena.
- Pemeriksaan Fisik: Palpasi abdomen (tenderness, distensi), suara usus, status nutrisi, dan tanda vital (taditadi peningkatan suhu, takikardia).
- Pemeriksaan Penunjang: Hasil tes H. pylori, endoskopi, pemeriksaan darah (CBC, elektrolit), dan pemeriksaan asam lambung bila diperlukan.
- Kondisi Psikososial: Tingkat stres, kebiasaan merokok/alcohol, dukungan keluarga, dan kemampuan ekonomi untuk mengikuti terapi.
2. Diagnosis Keperawatan
Berikut contoh diagnosis yang sering ditemui:
- Nyeri akut terkait dengan peradangan mukosa lambung.
- Risiko komplikasi gastrointestinal (perdarahan, ulkus) terkait dengan penggunaan AINS.
- Gangguan pola makan terkait mual dan ketidaknyamanan.
- Defisiensi nutrisi berisiko karena penurunan asupan makanan.
- Kurang pengetahuan tentang penyakit dan terapi.
3. Intervensi Keperawatan
3.1 Manajemen Nyeri
- Berikan analgesik sesuai resep dokter (misalnya, antasida atau inhibitor pompa proton).
- Gunakan teknik nonfarmakologis: posisi semiFowler, kompres hangat di perut, relaksasi pernapasan.
- Evaluasi intensitas nyeri dengan skala NRS (010) setiap 46 jam.
3.2 Pengaturan Nutrisi
- Berikan diet cair/halus selama 2448 jam pertama, kemudian diet lunak (bubur, sup, pisang, roti panggang).
- Hindari makanan pedas, asam, berlemak, kafein, serta alkohol.
- Makan dalam porsi kecil 56 kali sehari untuk mengurangi beban pada lambung.
- Monitor berat badan, asupan kalori, dan tanda-tanda dehidrasi.
3.3 Terapi Medik
- Pastikan pemberian obat sesuai jadwal (misalnya, omeprazol 30 menit sebelum makan).
- Perhatikan efek samping seperti diare, sakit kepala, atau reaksi alergi.
- Catat kepatuhan pasien terhadap regimen terapeutik.
3.4 Edukasi Pasien dan Keluarga
- Jelaskan etiologi gastritis, pentingnya menghentikan AINS, dan peran H. pylori.
- Berikan informasi mengenai diet yang aman, cara menghindari makanan pemicu, dan kebiasaan makan yang benar.
- Ajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi stres (mis. meditasi, pernapasan dalam).
- Instruksikan pentingnya menghentikan merokok dan membatasi alkohol.
- Berikan lembaran edukasi dan sumber online yang dapat diakses.
3.5 Monitoring dan Evaluasi
- Observasi tandatanda vital, perubahan nyeri, dan gejala gastrointestinal setiap shift.
- Lakukan pemeriksaan laboratorium berkala (CBC, elektrolit) bila diperlukan.
- Evaluasi kepatuhan diet dan terapi obat pada kunjungan berikutnya.
- Catat perkembangan atau munculnya komplikasi (mis. melena, penurunan berat badan signifikan).
4. Rencana Tindak Lanjut
Setelah gejala mereda, fokuskan perawatan pada pencegahan kekambuhan:
- Teruskan terapi inhibitor pompa proton selama minimal 48 minggu, kemudian evaluasi kembali.
- Jika H. pylori terdeteksi, pastikan terapi eradikasi lengkap (triple atau quadruple therapy).
- Jadwalkan kontrol endoskopi bila ada indikasi komplikasi atau pada pasien berisiko tinggi.
- Ajarkan pasien untuk mencatat makanan yang memicu gejala dalam buku harian diet.
5. Dokumentasi
Catat semua temuan dan tindakan secara terperinci di lembar asuhan keperawatan, termasuk:
- Data subjektif (keluhan nyeri, riwayat makanan).
- Data objektif (tanda vital, hasil pemeriksaan laboratorium).
- Diagnosis keperawatan, intervensi, dan hasil evaluasi.
- Instruksi edukasi yang diberikan dan respon pasien.
6. Pertimbangan Etika dan Hukum
Pastikan persetujuan tertulis untuk prosedur invasif (mis. endoskopi) dan hormati keinginan pasien bila menolak atau memilih alternatif terapi. Jaga kerahasiaan data medis sesuai dengan UndangUndang Kesehatan.
7. Sumber Referensi
- World Health Organization. Guidelines for the Management of Peptic Ulcer Disease, 2022.
- Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Praktik Klinik Gastritis, 2021.
- Rogers, C., & Hall, J. Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems, 10th ed., 2020.
Dengan pendekatan yang terstruktur, asuhan keperawatan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien gastritis, mempercepat pemulihan, dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.