Definisi Biophysical Profile
Biophysical Profile (BPP) adalah serangkaian tes noninvasif yang dilakukan pada kehamilan trimester ketiga untuk menilai kesejahteraan janin. Tes ini menggabungkan ultrasonografi (USG) dengan monitoring aktivitas gerakan janin, serta pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) dengan cardiotocography (CTG). Hasil akhir berupa skor yang mencerminkan seberapa baik kondisi janin dalam menyediakan oksigen dan nutrisi.
Komponen BPP
BPP terdiri dari lima parameter, masingmasing bernilai 0 atau 2. Total skor maksimal adalah 10.
- Gerakan Janin (Fetal Movements) setidaknya 3 gerakan dalam 30 detik.
- Tonus Otot (Fetal Tone) gerakan melengkung (flexion) atau mengangkat anggota badan.
- Respirasi Janin (Fetal Breathing Movements) gerakan pernapasan yang terlihat pada USG selama minimal 30 detik.
- Volume Cairan Amniotik (Amniotic Fluid Index) total empat kuadran masingmasing 2cm; bila <2cm skor 0.
- Denjatan Jantung Janin (Nonstress Test) dua atau lebih akselerasi dalam 20menit.
| Parameter | Skor 0 | Skor 2 |
|---|---|---|
| Gerakan Janin | Tidak ada 3 gerakan dalam 30detik | 3 gerakan dalam 30detik |
| Tonus Otot | Tanpa gerakan tonus | Gerakan tonus jelas |
| Respirasi | Tidak ada gerakan pernapasan | Gerakan pernapasan 30detik |
| AFI | AFI < 5cm | AFI 5cm |
| NST | 1 akselerasi dalam 20menit | 2 akselerasi dalam 20menit |
Prosedur Pelaksanaan
Berikut langkahlangkah umum BPP:
- Persiapan: Pasien diminta berbaring miring ke kiri, mengosongkan kandung kemih, dan menghindari makan berat 23 jam sebelum pemeriksaan.
- USG: Dokter menyusun gambar janin dalam empat kuadran, menilai gerakan, tonus, pernapasan, dan mengukur AFI.
- CTG: Sensor tekanan diletakkan pada perut ibu untuk merekam denyut jantung janin selama 2040 menit.
- Penilaian: Setiap parameter diberikan skor 0 atau 2, kemudian dijumlahkan.
Jika total skor <8, biasanya dilakukan tes lanjutan seperti Contraction Stress Test (CST) atau monitoring kontinu selama 2448 jam.
Interpretasi Hasil
Berikut rentang skor dan tindakan yang direkomendasikan:
- Skor 810 (Normal) Janin dianggap berada dalam kondisi baik. Pemeriksaan selanjutnya biasanya dijadwalkan dalam 12 minggu.
- Skor 6 (Meragukan) Memerlukan evaluasi ulang dalam 2448 jam atau pemeriksaan lanjutan (misalnya CST).
- Skor 4 (Abnormal) Menunjukkan potensi kompromi fetalis. Intervensi cepat, seperti induksi persalinan atau sekuestri, dipertimbangkan tergantung usia kehamilan dan kondisi ibu.
Indikasi Pelaksanaan BPP
BPP umumnya diberikan pada kehamilan 32minggu dengan kondisi berikut:
- Riwayat hipertensi atau preeklamsia.
- Penyakit diabetes mellitus gestasional atau preexisting.
- Gangguan pertumbuhan janin (IUGR).
- Keluhan ibu berupa penurunan gerakan janin.
- Pemeriksaan USG menunjukkan oligohydramnios atau anomali lain.
- Peringatan klinis dari tes nonstress sebelumnya.
Risiko dan Keterbatasan
Walaupun BPP bersifat noninvasif, ada beberapa hal yang perlu diingat:
- Interpretasi subjektif: Penilaian gerakan atau tonus dapat bervariasi antar operator.
- Pengaruh posisi ibu: Posisi duduk atau berbaring dapat mengubah aliran darah uteroplacental dan memengaruhi hasil.
- Sensitivitas terbatas pada kondisi kronis: BPP lebih sensitif pada akumulasi stres jangka panjang, bukan pada hipoksia akut.
- Keterbatasan pada kehamilan sangat prematur (<28minggu) karena AFI dan gerakan masih belum stabil.
Jika terdapat hasil meragukan atau abnormal, dokter dapat memilih tes tambahan seperti Doppler arteri umbilikal, biofisik profil berbasis MRI (jarang), atau evaluasi klinis intensif.
