Buffer Fosfat
Buffer fosfat adalah salah satu sistem penyangga (buffer) paling umum digunakan dalam laboratorium biokimia, fisiologi, dan mikrobiologi. Sistem ini terdiri dari pasangan asam lemah fosfat dihidrogen (HPO) dan basa konjugasinya fosfat hidrogen (HPO). Karena nilai pKanya berada di sekitar pH 7, buffer fosfat sangat cocok untuk mempertahankan pH netral hingga sedikit basa, kondisi yang sering dibutuhkan dalam eksperimen seluler.
Prinsip Kerja Buffer Fosfat
Sistem buffer bekerja berdasarkan reaksi berikut:
HPO H + HPO (pKa 7,20)
Jika pH cairan menurun (menjadi lebih asam), ion H tambahan akan bereaksi dengan HPO menghasilkan HPO, sehingga konsentrasi H tidak meningkat secara signifikan. Sebaliknya, bila pH naik (menjadi lebih basa), HPO akan melepaskan H untuk membentuk HPO, menurunkan konsentrasi ion OH.
Kelebihan Buffer Fosfat
- Rentang pH yang luas: Tersedia tiga pasangan asambasa (HPO/HPO, HPO/HPO, HPO/PO) sehingga dapat mengatur pH antara 5,8 hingga 8,0.
- Kekuatan penyangga kuat pada pH 7,27,4 yang sesuai dengan kondisi fisiologis.
- Kemudahan persiapan karena bahan baku NaHPOHO dan NaHPO7HO mudah didapat.
- Stabilitas kimia tinggi; tidak mudah teroksidasi atau terdegradasi pada suhu ruang.
Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
- Fosfat dapat mengikat ion logam (Mg, Ca) sehingga mengurangi ketersediaan ion tersebut dalam media sel.
- pKanya bergantung pada suhu; pada 25C pKa 7,20, sedangkan pada 37C nilai sedikit naik (7,21).
- Dalam aplikasi biokimia tertentu, fosfat dapat mengganggu aktivitas enzim yang sensitif terhadap ion fosfat.
Persiapan Buffer Fosfat (0,1M) pada pH 7,4
Berikut contoh prosedur standar untuk menyiapkan 1L buffer fosfat 0,1M dengan pH 7,4.
| Bahan | Jumlah (g) |
| Natrium dihidrogenfosfat dekahidrata (NaHPO2HO) | 6,0 |
| Natium hidroksifosfat heptahidrata (NaHPO7HO) | 13,8 |
- Larutkan masingmasing bahan dalam sekitar 800mL air deionisasi.
- Campurkan larutan, lalu ukur pH dengan pHmeter.
- Jika pH < 7,4, tambahkan sedikit larutan NaHPO 0,1M; jika pH > 7,4, tambahkan NaHPO 0,1M.
- Sesuaikan volume hingga 1L dengan air deionisasi.
- Filter steril (0,22m) bila diperlukan untuk aplikasi seluler.
Aplikasi Praktis Buffer Fosfat
1. Media Kultur Sel
Berbagai media sel, seperti DMEM atau RPMI, mengandung fosfat sebagai komponen penyangga utama. Konsentrasi total fosfat biasanya 0,10,15M.
2. Elektrophoresis Gel (PAGE)
Buffer running pada SDSPAGE menggunakan Trisglycinefosfat (TGS) atau Trisacetatefosfat. Penyerapan ion fosfat membantu mempertahankan pH konstan selama pemisahan protein.
3. Analisis Enzimatik
Banyak kit deteksi aktivitas enzim (mis. ATPase, kinase) memakai buffer fosfat karena tidak menginterferensi reaksi katalitik pada pH netral.
4. Titrasi dan Kalibrasi pHmeter
Larutan buffer fosfat 0,1M sering dijadikan standar kalibrasi pHmeter pada pH 7,0 dan 7,4.
Referensi Cepat
- Huang, J. Principles of Buffer Systems. Jakarta: Penerbit BioScience, 2022.
- ISO 3696:2019 Water for Laboratory Use Specification and Test Methods.
- Lambert, J.J., et al. Phosphate Buffer in Cell Culture. Journal of Biomedical Science, 2021.
Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami dasardasar buffer fosfat, cara mempersiapkannya, serta aplikasinya dalam laboratorium. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.