Admin 06 Jun 2026 10:50

 

Uji Kadar Air Total Agregat

Metode Pengeringan (SNI 1970:2016)

Pendahuluan

Dalam dunia konstruksi, kualitas beton sangat bergantung pada proporsi dan kualitas bahan penyusunnya, yaitu semen, air, dan agregat (pasir dan kerikil). Salah satu parameter penting yang harus dikontrol dalam agregat adalah kadar air total. Kadar air yang tidak konsisten pada agregat dapat menyebabkan variasi rasio semen-air (water-cement ratio) pada campuran beton segar, yang pada akhirnya mempengaruhi kekuatan dan durabilitas beton keras.

Kadar air total adalah persentase air yang terkandung di dalam agregat, baik yang berada di permukaan butiran (kadar air permukaan) maupun yang berada di dalam pori-pori butiran (kadar air pori). Uji kadar air total dengan metode pengeringan adalah metode paling umum dan akurat digunakan di laboratorium untuk menentukan nilai ini. Metode ini bekerja dengan cara menimbang sampel agregat dalam keadaan basah, mengeringkannya sampai berat konstan (kondisi kering oven), dan kemudian menimbang kembali.

Tujuan Uji

Tujuan dilaksanakannya uji kadar air total agregat ini adalah untuk:

  1. Mengetahui persentase kandungan air yang ada di dalam agregat halus (pasir) dan agregat kasar (krikil/batu pecah).
  2. Menyesuaikan jumlah air tambahan yang diperlukan saat pembuatan campuran beton di lapangan (mix design), sehingga rasio air-semen tetap sesuai dengan rencana.
  3. Mencegah terjadinya penambahan air berlebih yang dapat menurunkan kuat tekan beton.

Peralatan dan Bahan

Untuk melaksanakan uji ini, diperlukan beberapa peralatan standar laboratorium. Ketelitian alat sangat mempengaruhi hasil akhir perhitungan.

Peralatan Utama:

Oven Memiliki suhu terkontrol yang mampu menjaga suhu pada 105C 5C.
Timbangan Digital Dengan kapasitas cukup dan ketelitian minimal 0,1 gram.
Wadah (Tren) Panci logam atau wadah tahan panas yang bersih dan kering.
Spatula &sendok Alat pengaduk dan pengambil sampel.

Bahan:

Bahan yang diuji adalah Agregat Halus (pasir) atau Agregat Kasar (kerikil) yang mewakili kondisi di lapangan (kadang disebut stockpile). Sampel harus diambil dengan benar menggunakan metode quartering atau sample splitter agar representatif.

Ilustrasi Laboratorium Uji Agregat
Ilustrasi alat uji laboratorium agregat (Gambar ilustrasi).

Langkah Kerja (Prosedur)

Prosedur uji kadar air total harus dilakukan secara sistematis untuk menghindari kesalahan. Berikut adalah langkah-langkah standarnya:

1. Persiapan Sampel

Ambil sampel agregat dari tempat penampungan. Untuk agregat halus, berat sampel minimal sekitar 500 gram, sedangkan untuk agregat kasar minimal 1-2 kg (atau sesuai ketentuan standar yang dipakai). Pastikan sampel yang diambil mewakili kelembaban seluruh tumpukan.

2. Menimbang Wadah Kosong

Siapkan wadah (pan) yang bersih dan kering. Timbang wadah kosong tersebut dan catat beratnya sebagai A.

3. Menimbang Sampel Basah

Masukkan sampel agregat basah ke dalam wadah. Timbang wadah beserta isinya (sampel basah). Catat berat total ini sebagai B.

Sebaiknya lakukan penimbangan sesegera mungkin setelah pengambilan sampel untuk mencegah penguapan alami sebelum uji dimulai.

4. Proses Pengeringan

Masukkan wadah yang berisi sampel agregat ke dalam oven yang telah dipanaskan sebelumnya. Keringkan sampel pada suhu 105C 5C.

Lamanya pengeringan bervariasi tergantung ukuran agregat dan kadar air awal:

  • Agregat Halus (Pasir): Keringkan selama minimal 4 hingga 24 jam.
  • Agregat Kasar (Kerikil): Keringkan selama minimal 24 jam.

Setelah waktu pengeringan awal berakhir, keluarkan wadah dari oven, dinginkan sebentar, lalu timbang. Ulangi proses pemanasan (biasanya 1-2 jam) dan penimbangan hingga diperoleh berat yang konstan (selisih penimbangan terakhir tidak lebih dari 0,1% dari berat sampel).

5. Menimbang Sampel Kering

Setelah berat sampel konstan dan sudah didinginkan suhu ruangan (atau menggunakan desikator agar tidak menyerap kelembaban udara lagi), timbang kembali wadah beserta sampel kering. Catat berat ini sebagai C.

Perhitungan dan Analisis

Setelah semua data berat diperoleh, langkah selanjutnya adalah menghitung kadar air total menggunakan rumus persentase berat.

Rumus Kadar Air Total

Kadar Air (%) = [(B - C) / (C - A)] 100%

Keterangan:

  • A = Berat wadah kosong (gram).
  • B = Berat wadah + sampel basah (gram).
  • C = Berat wadah + sampel kering oven (gram).

Contoh Perhitungan:

Misalkan dalam sebuah uji agregat halus diperoleh data sebagai berikut:

  • Berat wadah kosong (A) = 500 gram
  • Berat wadah + sampel basah (B) = 1500 gram
  • Berat wadah + sampel kering (C) = 1400 gram

Berat air yang menguap = (B - C) = 1500 - 1400 = 100 gram.
Berat sampel kering (Solid) = (C - A) = 1400 - 500 = 900 gram.

Maka, kadar air total adalah:

= (100 / 900) 100% = 11,11%

Interpretasi Hasil:

Nilai kadar air ini kemudian digunakan oleh teknisi lapangan atau quality control untuk mengurangi jumlah air campuran (air tambah) pada mixing plant atau molen. Jika desain awal membutuhkan 200 liter air, dan agregat mengandung air sebesar presentase tertentu, maka volume air tambah harus dikurangi agar total air dalam campuran tetap sama. Hal ini memastikan beton yang dihasilkan memiliki kuat tekan yang sesuai dengan rencana.

```

File Referensi Untuk Cara Uji Kadar Air Total Agregat Dengan Pengeringan
Screenshoot
Nama File
sni_1971_2011_cara_uji_kadar_air_total_agregat_dengan_pengeringan.pdf

Ukuran File
0.76 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Cara Uji Kadar Air Total Agregat Dengan Pengeringan. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Cara Uji Kadar Air Total Agregat Dengan Pengeringan dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-06 10:50:25

The Provided HTML Contains A Detailed Carbon Emissions Report With Several Sections. Here...


admin
Admin
2026-06-03 08:24:04

Uji Kadar Vitamin A Tape Singkong Dengan Penambahan Sari Buah Pepaya dan Link Download Fil...


admin
Admin
2026-06-05 12:02:10

UJI KUALITAS VCO BERDASARKAN CARA PEMBUATAN DARI PROSES PENGADUKAN TANPA PEMANCINGAN DAN P...


admin
Admin
2026-06-07 15:14:20

Hubungan Kadar TSH Terhadap Kadar FT4 Pada Pasien Tiroid Di Bangkalan dan Link Download Fi...


admin
Admin
2026-06-07 11:54:10