Seminar BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) merupakan ajang penting bagi para peneliti, mahasiswa, dan praktisi keamanan serta keselamatan nuklir untuk menyampaikan hasil pekerjaan ilmiah mereka. Agar makalah dapat diterima dan dipublikasikan, penulis harus mengikuti format standar yang telah ditetapkan oleh BAPETEN. Panduan ini menjelaskan secara lengkap tata cara penulisan makalah, mulai dari struktur umum hingga detail format penulisan referensi.
Makalah seminar BAPETEN bertujuan:
Makalah harus terdiri atas beberapa bagian utama yang masingmasing memiliki ketentuan format khusus. Urutan bagian adalah sebagai berikut:
Halaman judul berisi informasi berikut (tata letak terpusat):
Gunakan font Times New Roman ukuran 14 pt, spasi 1,5, dan margin 2,5cm pada semua sisi.
Abstrak ditulis dalam dua bahasa, masingmasing tidak lebih dari 250 kata. Formatnya:
Daftar isi harus menampilkan semua judul bagian beserta nomor halaman. Gunakan penomoran berurutan (1, 1.1, 1.2, dst.) dan satu tabulasi untuk menekankan hierarki.
Pendahuluan memberikan konteks masalah, menguraikan ruang lingkup, serta menjelaskan relevansi topik dengan kebijakan atau standar BAPETEN. Panjang pendahuluan biasanya 12 halaman.
Bagian ini menjelaskan secara rinci prosedur, peralatan, dan teknik analisis yang digunakan. Jika memakai perhitungan simulasi, sertakan parameter utama dan validasi model.
Presentasikan data dalam tabel atau grafik yang jelas. Setiap tabel/grafik harus diberi nomor urut dan judul serta sumber data. Analisis hasil harus mengacu pada literatur terkini dan regulasi BAPETEN.
Kesimpulan merangkum temuan utama tanpa mengulangulang detail. Saran dapat mencakup rekomendasi kebijakan, perbaikan prosedur, atau arah penelitian selanjutnya.
Penulisan referensi menggunakan gaya APA 7th edition atau gaya yang ditetapkan oleh BAPETEN. Contoh format:
Buku: Penulis, A. A. (Tahun). Judul Buku. Penerbit.Jurnal: Penulis, B. B., & Penulis, C. C. (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman-halaman. https://doi.org/xx.xxx/yyyy
Referensi harus diurutkan secara alfabetik berdasarkan nama belakang penulis pertama. Penulisan dalam bahasa Indonesia mengikuti kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD).
Lampiran dapat berisi data mentah, program komputer, atau dokumen pendukung lain. Setiap lampiran diberi label (Lampiran A, Lampiran B, dst.) dan disebutkan dalam teks utama.
Setelah makalah selesai, ikuti langkah berikut:
Mematuhi format penulisan makalah seminar BAPETEN bukan hanya masalah administratif, melainkan cerminan profesionalisme penulis. Dengan mengikuti panduan ini, penulis dapat menyajikan karya ilmiah secara sistematis, memudahkan reviewer dalam menilai kualitas, serta meningkatkan peluang makalah diterbitkan dalam prosiding resmi BAPETEN. Selamat menulis dan semoga kontribusi Anda memperkuat keamanan serta keselamatan nuklir di Indonesia.
