Hubungan Interaksi Sosial Sesama Rekan Kerja dengan Kinerja Karyawan di RSUD Kalisari Batang
Pendahuluan
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalisari Batang merupakan salah satu fasilitas layanan kesehatan utama di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Sebagai institusi pelayanan publik, kinerja karyawan berperan penting dalam menjamin mutu pelayanan, kepuasan pasien, dan efisiensi operasional. Di samping faktor teknis, aspek sosial di tempat kerja, khususnya interaksi antarrekan kerja, semakin mendapat perhatian sebagai faktor penentu produktivitas dan kualitas kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara interaksi sosial sesama rekan kerja dengan kinerja karyawan di RSUD Kalisari Batang. Fokus utama meliputi: (1) bentukbentuk interaksi sosial yang terjadi di lingkungan kerja, (2) persepsi karyawan tentang dukungan sosial, dan (3) dampak interaksi tersebut terhadap indikator kinerja individu serta tim.
Tinjauan Literatur
Interaksi Sosial di Tempat Kerja
Interaksi sosial mencakup komunikasi verbal, nonverbal, serta kegiatan kolaboratif yang terjadi secara rutin antara rekan kerja. Menurut Robbins (2018), interaksi yang positif meningkatkan rasa kebersamaan, menurunkan stres, dan memperkuat komitmen organisasi.
Kinerja Karyawan
Kinerja karyawan biasanya diukur melalui tiga dimensi utama: (a) kuantitas pekerjaan, (b) kualitas hasil kerja, dan (c) perilaku proaktif. Dalam konteks rumah sakit, indikator kinerja meliputi kecepatan pelayanan, akurasi rekam medis, dan kemampuan berkoordinasi antarunit.
Hubungan Antara Interaksi Sosial dan Kinerja
Beberapa studi menemukan korelasi positif antara dukungan sosial di tempat kerja dengan peningkatan kinerja. Misalnya, Kim & Lee (2020) menunjukkan bahwa karyawan yang merasakan dukungan moral dari rekan kerja cenderung memiliki produktivitas lebih tinggi. Penelitian di institusi kesehatan Indonesia (Sari, 2021) mengidentifikasi bahwa tim medis yang berkomunikasi efektif menurunkan tingkat kesalahan prosedural.
Metodologi Penelitian
Desain Penelitian
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif korelasional. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner terstruktur yang dibagi menjadi tiga bagian: (1) data demografis responden, (2) skala interaksi sosial (mengacu pada Social Interaction Scale, SIS), dan (3) skala kinerja kerja (mengacu pada Work Performance Scale, WPS).
Populasi dan Sampel
Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan RSUD Kalisari Batang, termasuk dokter, perawat, teknisi, dan staf administrasi. Sampel diambil secara purposive dengan teknik stratified random sampling, menghasilkan 210 responden (42 dokter, 92 perawat, 36 teknisi, 40 staf administratif).
Pengolahan Data
Data dianalisis menggunakan program SPSS 26.0. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terlebih dahulu. Untuk menguji hubungan antar variabel, digunakan analisis regresi linier berganda serta koefisien korelasi Pearson.
Hasil Penelitian
Deskripsi Interaksi Sosial
Mayoritas responden melaporkan tingkat interaksi sosial yang cukup tinggi (skor ratarata SIS = 3,7 pada skala 5). Bentuk interaksi yang paling sering terjadi meliputi: pertukaran informasi klinis, diskusi kasus, serta aktivitas nonformal seperti istirahat bersama.
Hubungan Interaksi Sosial dengan Kinerja
Koefisien korelasi Pearson antara SIS dan WPS sebesar 0,56 (p < 0,001), menunjukkan hubungan positif sedang. Hasil regresi berganda mengidentifikasi tiga variabel interaksi sosial yang signifikan mempengaruhi kinerja: communication quality ( = 0,34, p < 0,001), mutual trust ( = 0,27, p = 0,003), dan team cohesion ( = 0,21, p = 0,015).
Perbedaan Antara Unit Kerja
Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat interaksi sosial antara unit klinik (M = 3,9) dan administrasi (M = 3,2) (F = 4,87, p = 0,002). Begitu pula, kinerja karyawan di unit klinik lebih tinggi dibandingkan unit administrasi (p = 0,009).
Diskusi
Temuan penelitian memperkuat teori bahwa interaksi sosial yang bersifat suportif meningkatkan kinerja karyawan. Pada RSUD Kalisari Batang, kualitas komunikasi menjadi faktor dominan; hal ini sejalan dengan prinsip interprofessional communication yang menekankan pentingnya alur informasi yang jelas antara dokter, perawat, dan tenaga pendukung.
Kepercayaan tim (mutual trust) juga berperan penting. Ketika rekan kerja merasa dapat mengandalkan satu sama lain, mereka cenderung mengambil inisiatif, mengurangi kebingungan, dan mempercepat proses pelayanan. Dalam konteks rumah sakit, kepercayaan dapat mengurangi risiko kesalahan medis yang berakibat fatal.
Koheesi tim (team cohesion) berkontribusi pada kemampuan koordinasi lintasdepartemen. Karyawan yang merasa menjadi bagian dari tim yang solid lebih termotivasi untuk mencapai tujuan bersama, misalnya mengurangi waktu tunggu pasien.
Perbedaan antarunit menandakan bahwa lingkungan kerja nonklinis (administrasi) masih membutuhkan upaya peningkatan interaksi sosial. Pengembangan program pelatihan komunikasi lintas fungsi, serta kegiatan teambuilding, dapat menutup kesenjangan tersebut.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Penelitian ini membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara interaksi sosial sesama rekan kerja dengan kinerja karyawan di RSUD Kalisari Batang. Faktorfaktor utama yang memediasi hubungan tersebut meliputi kualitas komunikasi, tingkat kepercayaan, dan kohesi tim.
Berikut beberapa rekomendasi yang dapat diterapkan oleh manajemen RSUD Kalisari Batang:
Program Pelatihan Komunikasi Interprofesional: Fokus pada teknik bertanya, memberi umpan balik, dan penggunaan bahasa yang jelas.
Aktivitas TeamBuilding Berkala: Membentuk kegiatan rekreasi atau workshop untuk memperkuat ikatan antardepartemen.
Sistem Penghargaan untuk Kolaborasi: Mengakui tim atau individu yang berhasil meningkatkan koordinasi dan kinerja secara keseluruhan.
Peningkatan Fasilitas Area Istirahat: Menyediakan ruang istirahat yang nyaman untuk memfasilitasi interaksi nonformal.
Pembentukan Forum Diskusi Kasus: Mengadakan pertemuan rutin untuk membahas kasus klinis dan operasional, sehingga meningkatkan pertukaran pengetahuan.
Dengan mengoptimalkan interaksi sosial, RSUD Kalisari Batang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, menurunkan tingkat kesalahan, serta memperbaiki kepuasan pasien dan karyawan secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Kim, J., & Lee, H. (2020). Social Support and Work Performance: A Metaanalysis. Journal of Organizational Behavior, 41(5), 567585.
Robbins, S. P. (2018). Organizational Behavior. Pearson.
Sari, D. (2021). Pengaruh Komunikasi Tim terhadap Kesalahan Medis di Rumah Sakit Pemerintah. Jurnal Manajemen Kesehatan, 12(3), 4558.
Statistik Kesehatan Indonesia (2023). Data Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah.
File Referensi Untuk Hubungan Antara Interaksi Sosial Sesama Rekan Kerja Dengan Kinerja Karyawan Di Rumah Sakit Umum (RSUD) Kalisari Batang
File ini hanya file referensi untuk Hubungan Antara Interaksi Sosial Sesama Rekan Kerja Dengan Kinerja Karyawan Di Rumah Sakit Umum (RSUD) Kalisari Batang. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.