Admin 08 Jun 2026 10:50

 

Hydroxyethyl Starch (HES)

Pengertian

Hydroxyethyl Starch (HES) adalah polimer koloid yang digunakan sebagai pengganti plasma dalam resusitasi cairan. HES berasal dari amilum jagung atau kentang yang telah dimodifikasi secara kimia dengan menambahkan gugus hidroksietil ke dalam molekul amilum. Modifikasi ini meningkatkan kelarutan dalam air dan memperpanjang waktu sirkulasi di dalam pembuluh darah.

HES tersedia dalam berbagai jenis berdasarkan konsentrasinya (persentase), rata-rata berat molekul (Mw), dan derajat substitusi (molar substitution ratio). Parameter-parameter ini menentukan karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik dari HES.

Mekanisme Kerja

HES bekerja dengan meningkatkan tekanan onkotik plasma sehingga cairan bergerak dari ruang interstisial ke dalam ruang intravaskular. Polimer HES memiliki ukuran molekul yang cukup besar untuk tetap berada dalam pembuluh darah, namun cukup kecil untuk ekskresi melalui ginjal. Mekanisme utama HES termasuk:

  • Menarik air dan elektrolit ke dalam pembuluh darah
  • Menjaga volume intravaskular lebih lama dibandingkan kristaloid
  • Meningkatkan tekanan vena sentral dan tekanan arteri mean
  • Meningkatkan aliran darah mikrosirkulasi melalui efek hemodilusi

Jenis-jenis HES

Berdasarkan karakteristiknya, HES dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:

Jenis Konsentrasi Berat Molekul (Da) Derajat Substitusi
HES 130/0.4 6% 130.000 0.4
HES 200/0.5 6% 200.000 0.5
HES 450/0.7 6% 450.000 0.7

HES 130/0.4

Jenis ini memiliki berat molekul lebih rendah dan derajat substitusi yang lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya. HES 130/0.4 memiliki profil keamanan yang lebih baik karena lebih mudah dimetabolisme dan diekskresikan, serta lebih sedikit berdampak pada fungsi ginjal.

HES 200/0.5

HES 200/0.5 memiliki berat molekul sedang dan sering digunakan dalam berbagai situasi klinis. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat meningkatkan risiko efek samping.

HES 450/0.7

Generasi pertama HES dengan berat molekul tinggi dan derajat substitusi besar. Tipe ini lebih sering menyebabkan efek samping seperti gangguan fungsi ginjal dan pruritus sehingga penggunaannya semakin terbatas.

Indikasi Penggunaan

HES digunakan dalam berbagai kondisi klinis untuk perbaikan volume intravaskular:

  • Resusitasi cairan pada pasien dengan hipovolemia akut akibat trauma, pendarahan, atau sepsis
  • Terapi pengganti cairan pada pasien yang menjalani operasi bedah mayor
  • Pengelolaan syok hipovolemik
  • Pencegahan hipotensi pada anestesi regional
  • Peningkatan viskositas darah dalam beberapa kondisi mikrosirkulasi

Dosis dan Pemberian

Dosis HES harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, respons terapi, dan status volume cairan:

  • Dosis awal biasanya 250-500 mL yang dapat diberikan secara bolus
  • Dosis maksimal umumnya adalah 20-30 mL/kg berat badan per hari
  • Kecepatan infus dapat disesuaikan dengan kondisi hemodinamik pasien
  • Pemantauan ketat terhadap status volemia, fungsi ginjal, dan parameter laboratorium diperlukan selama pemberian

Penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat sebelum menggunakan HES, terutama pada pasien dengan risiko tinggi gangguan fungsi ginjal atau pasien kritis.

Elefek Samping

Meskipun HES efektif dalam meningkatkan volume intravaskular, penggunaannya dapat menyebabkan beberapa efek samping:

  • Gangguan fungsi ginjal, termasuk kerusakan ginjal akut, terutama pada pasien sepsis
  • Reaksi alergi atau hipersensitivitas, termasuk syok anafilaksis
  • Gatal (pruritus) yang dapat berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah penggunaan
  • Peningkatan risiko perdarahan karena efek pada faktor koagulasi (faktor VIII dan von Willebrand)
  • Accumulation dalam jaringan, terutama pada pasien dengan fungsi ginjal terganggu
  • Pertahankan elektrolit plasma dapat mengganggu keseimbangan natrium dan klorida

Kontraindikasi

Penggunaan HES dikontraindikasikan pada kondisi:

  • Gagal ginjal dengan oliguria atau anuria
  • Insufisiensi ginjal berat dengan kreatinin >3 mg/dL
  • Perdarahan intrakranial
  • Pasien dengan riwayat reaksi alergi berat terhadap HES
  • Hipervolemia yang parah
  • Pasien yang menjalani transplantasi organ
  • Sepsis berat (terutama pada pasien dengan disfungsi multiorgan)

Perbandingan dengan Koloid Lain

Parameter HES Albumin Dekstran Gelatin
Durasi Efek Sedang (4-6 jam) Menengah (16-24 jam) Sedang (6-8 jam) Pendek (2-4 jam)
Harga Sedang Tinggi Sedang Rendah
Risiko Reaksi Alergik Rendah Rendah Sedang Tinggi
Risiko Gangguan Koagulasi Sedang Rendah Tinggi Rendah
Risiko Gangguan Ginjal Sedang-Tinggi Rendah Sedang Rendah

Isu Kontroversial

Penggunaan HES dalam klinis sempat menjadi perdebatan setelah studi-studi terbaru menunjukkan peningkatan risiko kerusakan ginjal dan mortalitas pada pasien sepsis. Akibat temuan ini, beberapa badan regulasi obat memberikan peringatan atau membatasi penggunaan HES:

Studi 6S (Scandinavian Starch for Severe Sepsis/Septic Shock)

Studi ini mengungkapkan peningkatan mortalitas dan kebutuhan terapi dialisis pada pasien sepsis berat yang menerima HES 130/0.4 dibandingkan dengan Ringer Laktat.

Studi CHEST (Crystalloid vs Hydroxyethyl Starch Trial)

Studi besar ini menunjukkan tidak ada perbedaan mortalitas, tetapi peningkatan kejadian gagal ginjal dan penggunaan terapi renal replacement therapy pada pasien kritis yang menerima HES.

Regulator EMA dan FDA

Berdasarkan bukti ini, European Medicines Agency (EMA) dan Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan peringatan mengenai penggunaan HES, terutama pada pasien kritis dan sepsis.

Penggunaan Terkini

Meskipun kontroversial, HES masih digunakan dalam beberapa situasi dengan batasan tertentu:

  • Pada operasi elektif yang tidak berhubungan dengan sepsis atau kondisi kritis lainnya
  • Untuk penggantian cairan intraoperatif yang dikontrol
  • Dosis yang terbatas dan durasi penggunaan yang singkat
  • Dengan pemantauan fungsi ginjal yang ketat
  • Pasien dengan fungsi ginjal yang normal sebelumnya

Pemantauan Saat Penggunaan

Dalam penggunaan HES, pemantauan berikut ini sangat penting:

  • Fungsi ginjal (BUN, kreatinin, dan output urin)
  • Parameter koagulasi (PT, aPTT, fibrinogen)
  • Status hemodinamik (tekanan darah, nadi, tekanan vena sentral)
  • Tanda-tanda overload cairan
  • Bukti reaksi alergi atau hipersensitivitas
  • Elektrolit serum

Kesimpulan

Hydroxyethyl Starch (HES) adalah koloid yang efektif untuk perbaikan volume intravaskular dengan beberapa keunggulan dibandingkan kristaloid, terutama durasi efeknya yang lebih lama. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati karena potensi efek samping serius, terutama gangguan fungsi ginjal dan efek pada koagulasi. Penilaian risiko-manfaat yang ketat harus dilakukan sebelum menggunakan HES, dan penggunaannya sebaiknya dibatasi pada pasien terpilih dengan pemantauan yang intensif.

Praktisi medis harus selalu memperbarui pengetahuan mengenai panduan terkini penggunaan koloid, termasuk HES, karena rekomendasi klinis dapat berubah sesuai dengan temuan penelitian baru yang muncul.

File Referensi Untuk Hydroxyethyl Starch (HES)
Screenshoot
Nama File
dini_hisan_22010110130185_bab2kti.pdf

Ukuran File
0.47 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Hydroxyethyl Starch (HES). Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Hydroxyethyl Starch (HES) dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 10:50:20

Hydroxyethyl Starch 200 KD dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-11 18:20:22

HES 6 % In Balanced Solution Compared With HES 6 % In NaCl 0.9 % On PH During Sectio Caesa...


admin
Admin
2026-06-11 18:26:11

What Is Hydroxyethyl and Reference File Download Link


admin
Admin
2026-06-13 14:54:13

Starch Composition, Glycemic Indices, Phenolic Constituents, And Antioxidative And Antidia...


admin
Admin
2026-06-09 09:46:15