Hydroxyethyl Starch (HES)
Hydroxyethyl Starch (HES) adalah polimer koloid yang digunakan sebagai pengganti plasma dalam resusitasi cairan. HES berasal dari amilum jagung atau kentang yang telah dimodifikasi secara kimia dengan menambahkan gugus hidroksietil ke dalam molekul amilum. Modifikasi ini meningkatkan kelarutan dalam air dan memperpanjang waktu sirkulasi di dalam pembuluh darah.
HES tersedia dalam berbagai jenis berdasarkan konsentrasinya (persentase), rata-rata berat molekul (Mw), dan derajat substitusi (molar substitution ratio). Parameter-parameter ini menentukan karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik dari HES.
HES bekerja dengan meningkatkan tekanan onkotik plasma sehingga cairan bergerak dari ruang interstisial ke dalam ruang intravaskular. Polimer HES memiliki ukuran molekul yang cukup besar untuk tetap berada dalam pembuluh darah, namun cukup kecil untuk ekskresi melalui ginjal. Mekanisme utama HES termasuk:
Berdasarkan karakteristiknya, HES dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:
| Jenis | Konsentrasi | Berat Molekul (Da) | Derajat Substitusi |
|---|---|---|---|
| HES 130/0.4 | 6% | 130.000 | 0.4 |
| HES 200/0.5 | 6% | 200.000 | 0.5 |
| HES 450/0.7 | 6% | 450.000 | 0.7 |
Jenis ini memiliki berat molekul lebih rendah dan derajat substitusi yang lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya. HES 130/0.4 memiliki profil keamanan yang lebih baik karena lebih mudah dimetabolisme dan diekskresikan, serta lebih sedikit berdampak pada fungsi ginjal.
HES 200/0.5 memiliki berat molekul sedang dan sering digunakan dalam berbagai situasi klinis. Namun, penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi dapat meningkatkan risiko efek samping.
Generasi pertama HES dengan berat molekul tinggi dan derajat substitusi besar. Tipe ini lebih sering menyebabkan efek samping seperti gangguan fungsi ginjal dan pruritus sehingga penggunaannya semakin terbatas.
HES digunakan dalam berbagai kondisi klinis untuk perbaikan volume intravaskular:
Dosis HES harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien, respons terapi, dan status volume cairan:
Penting untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat sebelum menggunakan HES, terutama pada pasien dengan risiko tinggi gangguan fungsi ginjal atau pasien kritis.
Meskipun HES efektif dalam meningkatkan volume intravaskular, penggunaannya dapat menyebabkan beberapa efek samping:
Penggunaan HES dikontraindikasikan pada kondisi:
| Parameter | HES | Albumin | Dekstran | Gelatin |
|---|---|---|---|---|
| Durasi Efek | Sedang (4-6 jam) | Menengah (16-24 jam) | Sedang (6-8 jam) | Pendek (2-4 jam) |
| Harga | Sedang | Tinggi | Sedang | Rendah |
| Risiko Reaksi Alergik | Rendah | Rendah | Sedang | Tinggi |
| Risiko Gangguan Koagulasi | Sedang | Rendah | Tinggi | Rendah |
| Risiko Gangguan Ginjal | Sedang-Tinggi | Rendah | Sedang | Rendah |
Penggunaan HES dalam klinis sempat menjadi perdebatan setelah studi-studi terbaru menunjukkan peningkatan risiko kerusakan ginjal dan mortalitas pada pasien sepsis. Akibat temuan ini, beberapa badan regulasi obat memberikan peringatan atau membatasi penggunaan HES:
Studi ini mengungkapkan peningkatan mortalitas dan kebutuhan terapi dialisis pada pasien sepsis berat yang menerima HES 130/0.4 dibandingkan dengan Ringer Laktat.
Studi besar ini menunjukkan tidak ada perbedaan mortalitas, tetapi peningkatan kejadian gagal ginjal dan penggunaan terapi renal replacement therapy pada pasien kritis yang menerima HES.
Berdasarkan bukti ini, European Medicines Agency (EMA) dan Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan peringatan mengenai penggunaan HES, terutama pada pasien kritis dan sepsis.
Meskipun kontroversial, HES masih digunakan dalam beberapa situasi dengan batasan tertentu:
Dalam penggunaan HES, pemantauan berikut ini sangat penting:
Hydroxyethyl Starch (HES) adalah koloid yang efektif untuk perbaikan volume intravaskular dengan beberapa keunggulan dibandingkan kristaloid, terutama durasi efeknya yang lebih lama. Namun, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati karena potensi efek samping serius, terutama gangguan fungsi ginjal dan efek pada koagulasi. Penilaian risiko-manfaat yang ketat harus dilakukan sebelum menggunakan HES, dan penggunaannya sebaiknya dibatasi pada pasien terpilih dengan pemantauan yang intensif.
Praktisi medis harus selalu memperbarui pengetahuan mengenai panduan terkini penggunaan koloid, termasuk HES, karena rekomendasi klinis dapat berubah sesuai dengan temuan penelitian baru yang muncul.
