Indonesia Sehat 2010 (IS 2010) merupakan survei nasional pertama yang berfokus pada kesehatan individu, keluarga, dan lingkungan hidup di seluruh wilayah Republik Indonesia. Dilaksanakan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, survei ini bertujuan untuk menyediakan data komprehensif yang dapat dipakai untuk perencanaan, evaluasi, dan kebijakan kesehatan publik.
Sebelum tahun 2010, data kesehatan di Indonesia bersifat fragmentaris, banyak berasal dari survei daerah atau program khusus. Kebutuhan akan gambaran nasional yang terintegrasi menjadi sangat mendesak, terutama mengingat perubahan demografis, urbanisasi, dan meningkatnya beban penyakit tidak menular. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan memutuskan untuk meluncurkan survei skala rumah tangga yang mencakup seluruh provinsi.
Prevalensi anak di bawah lima tahun yang mengalami gizi buruk (BB/TB < -2 SD) tercatat sebesar 11,6%. Namun, terdapat perbedaan signifikan antar wilayah: provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan angka >20%, sementara DKI Jakarta berada di bawah 5%.
Prevalensi hipertensi pada orang dewasa (35tahun) mencapai 27%, dan diabetes melitus tipe 2 sebesar 5,8%. Kedua kondisi ini lebih tinggi di wilayah perkotaan, mengindikasikan pergeseran beban penyakit dari infeksi ke PTM.
Ratarata kepadatan fasilitas kesehatan primer (puskesmas) adalah 1 unit per 20.000 penduduk. Namun, 17% penduduk melaporkan bahwa jarak ke fasilitas terdekat melebihi 5km, terutama di daerah pedesaan dan kepulauan terpencil.
Hanya 68% rumah tangga memiliki akses ke air bersih yang aman, dan 49% menggunakan fasilitas sanitasi yang memadai. Provinsi dengan pencapaian tertinggi adalah Bali (93% air bersih) dan Jawa Barat (72% sanitasi).
Data IS 2010 memberikan dasar ilmiah bagi sejumlah program pemerintah, antara lain:
Indonesia Sehat 2010 dijadikan landasan bagi survei berulang Riskesdas (2013, 2018, 2023). Metode dan instrumen terus disempurnakan, menambahkan topik seperti kesehatan mental, penggunaan teknologi digital, dan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.
Indonesia Sehat 2010 merupakan tonggak penting dalam upaya mengumpulkan data kesehatan yang terintegrasi di tingkat nasional. Temuan survei mengungkap tantangan gizi, peningkatan beban penyakit tidak menular, serta ketimpangan akses layanan kesehatan dan sanitasi. Informasi ini tidak hanya membentuk kebijakan publik, tetapi juga memberikan dasar bagi penelitian akademik dan intervensi berbasis bukti. Dengan terus memperbarui dan memperluas cakupan survei, Indonesia dapat menavigasi perubahan demografis dan epidemiologis secara lebih efektif, menuju tujuan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh penduduk.
Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Riskesdas 2010.
