Ikan Gurami (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di Indonesia. Permintaan pasar yang stabil dan harga jual yang relatif mahal menjadikan ikan ini primadona bagi pembudidaya. Namun, salah satu hambatan utama dalam budidaya gurami adalah siklus reproduksi yang cenderung lambat dan ketergantungan pada kondisi lingkungan yang spesifik.
Secara alami, gurami memerlukan waktu yang lama untuk memijah dan sangat dipengaruhi oleh cuaca atau ketersediaan sarang. Untuk mengatasi kendala tersebut, teknik pemijahan buatan (induced spawning) menjadi solusi krusial. Teknik ini memungkinkan pembudidaya untuk mengontrol waktu pemijahan, meningkatkan efisiensi produksi telur, dan memastikan keseragaman benih yang dihasilkan.
Ovaprim adalah hormon sintetik yang umum digunakan dalam dunia akuakultur untuk merangsang ovulasi pada ikan. Produk ini terdiri dari kombinasi analog hormon pelepas hormon pelutein (sGnRH) dan anti-dopamin (domperidone). Mekanisme kerjanya adalah dengan memicu kelenjar hipofisa ikan untuk melepaskan hormon gonadotropin yang secara langsung merangsang pematangan gonad dan proses ovulasi.
Penggunaan Ovaprim pada gurami memberikan keuntungan signifikan, terutama dalam memperpendek masa tunggu pemijahan. Dengan dosis yang tepat, hormon ini mampu memicu ikan betina untuk melepaskan telur lebih cepat setelah penyuntikan dilakukan.
Proses pemijahan buatan dengan Ovaprim melibatkan beberapa langkah teknis yang harus diperhatikan:
Keberhasilan teknik ini tidak hanya bergantung pada hormon, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Kualitas air, seperti tingkat pH (6,58,0), suhu (2630C), dan kadar oksigen terlarut (DO) yang optimal sangat menentukan respon ikan terhadap hormon. Selain itu, penanganan induk yang lembut selama proses penyuntikan sangat penting untuk meminimalisir tingkat stres ikan.
Teknik pemijahan buatan menggunakan Ovaprim merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas benih gurami. Dengan penerapan teknologi yang tepat, pembudidaya dapat melakukan pemijahan sepanjang tahun tanpa harus menunggu musim tertentu. Hal ini pada akhirnya akan mendukung keberlanjutan bisnis budidaya gurami di tingkat petani maupun skala komersial.
