ISO 9001:2015 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM) yang menekankan pada pendekatan proses, manajemen risiko, serta kepuasan pelanggan. Standar ini dapat diterapkan pada semua jenis organisasi, tanpa memandang ukuran, sektor, atau produk yang dihasilkan.
ISO 22000:2018 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Standar ini mengintegrasikan prinsip HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) dengan elemenelemen manajemen sistem, sehingga organisasi dapat menjamin keamanan produk pangan dari hulu hingga hilir.
Pilih konsultan atau Lembaga Sertifikasi (LSB) yang diakui. Lakukan penilaian awal (gap analysis) untuk mengetahui kesenjangan antara praktik saat ini dengan persyaratan ISO.
Dokumen inti yang harus disiapkan meliputi:
Implementasikan prosedur yang telah disusun ke seluruh unit kerja. Lakukan pelatihan untuk semua karyawan, terutama yang memiliki peran kritis dalam proses.
Audit internal dilakukan minimal setahun sekali atau sesuai jadwal yang ditetapkan. Hasil audit menjadi dasar perbaikan dan persiapan audit eksternal.
Setiap temuan audit harus ditindaklanjuti dengan rencana perbaikan yang jelas, termasuk penetapan tanggung jawab, deadline, dan verifikasi efektivitas.
Terdiri dari dua tahap:
Jika hasil audit memuaskan, LSB mengeluarkan sertifikat dengan masa berlaku tiga tahun. Selama masa berlaku, audit surveilans (biasanya tahunan) dilakukan untuk memastikan sistem tetap konsisten.
| Aspek | ISO 9001:2015 | ISO 22000:2018 |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Manajemen Mutu | Keamanan Pangan |
| Prinsip Dasar | 7 Prinsip Mutu (Pelanggan, Kepemimpinan, dsb.) | HACCP + Sistem Manajemen |
| Lingkup | Semua jenis organisasi | Organisasi yang terlibat dalam rantai pasok pangan |
| Risiko | Risiko mutu | Risiko keamanan pangan |
| Dokumentasi Khusus | Manual mutu, prosedur, catatan | Plan HACCP, PRP (Prerequisite Programs), catatan kritis |
Catatan: Organisasi dapat mengintegrasikan kedua standar dalam satu Sistem Manajemen Terpadu, sehingga mengurangi duplikasi dokumen dan audit.
Biaya bervariasi tergantung pada ukuran organisasi, kompleksitas proses, dan LSB yang dipilih. Secara umum:
Waktu persiapan biasanya 49 bulan, termasuk pelatihan, dokumentasi, dan audit internal.
Berikut beberapa tautan resmi yang dapat membantu proses sertifikasi:
Proses sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 22000:2018 melibatkan serangkaian tahapan yang sistematis, mulai dari persiapan, pembuatan dokumentasi, implementasi, audit internal, hingga audit sertifikasi oleh lembaga independen. Keberhasilan bergantung pada komitmen manajemen, partisipasi seluruh karyawan, dan pendekatan berbasis risiko. Dengan sertifikasi, perusahaan tidak hanya memperkuat reputasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan produk atau layanan yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan keamanan yang diakui secara global.
