Instruksi Kerja Laboratorium Kualitas Air
1. Pendahuluan
Instruksi kerja ini berstandarkan prosedur operasional yang harus diikuti oleh seluruh personel laboratorium kualitas air dalam melaksanakan pengujian parameter kualitas air. Instruksi kerja ini mencakup pengambilan sampel, pengujian, pemeliharaan peralatan, dan kontrol kualitas data untuk menjamin hasil analisis yang akurat dan andal.
2. Tujuan
Instruksi kerja ini bertujuan untuk:
- Menyeragamkan prosedur pengujian kualitas air di laboratorium
- Memastikan keakuratan dan presisi hasil analisis
- Menjamin keselamatan kerja dan penanganan bahan kimia yang benar
- Mengurangi kesalahan dalam proses analisis
- Menyediakan panduan teknis bagi personel laboratorium
3. Ruang Lingkup
Instruksi kerja ini berlaku untuk seluruh aktivitas di laboratorium kualitas air, termasuk:
- Pengumpulan dan pengawetan sampel air
- Analisis fisika, kimia, dan biologi air
- Pelaporan hasil
- Pemeliharaan peralatan
- Penerapan keselamatan kerja
4. Peralatan dan Bahan
4.1 Peralatan
| Peralatan | Fungsi | Pemeliharaan |
| Spektrofotometer | Analisis kadar parameter kimia | Kalibrasi rutin, pembersihan optik |
| pH meter | Pengukuran derajat keasaman air | Kalibrasi dengan buffer solusi, pembersihan elektroda |
| Conductivity meter | Pengukuran konduktivitas listrik | Kalibrasi dengan standar, pembersihan sel |
| Turbidimeter | Pengukuran kekeruhan | Kalibrasi dengan standar, pembersihan sel |
| DO meter | Pengukuran kadar oksigen terlarut | Kalibrasi dengan standar, pembersihan sel |
| BOD incubator | Inkubasi sampel uji BOD | Pembersihan interior, cek suhu |
| Autoclave | Sterilisasi media dan peralatan | Pembersihan berkala, cek suhu/tekanan |
| Mikroskop | Analisis mikrobiologi | Pembersihan lensa, kalibrasi skala |
4.2 Bahan
- Reagen untuk analisis parameter fisika-kimia
- Media kultur untuk uji mikrobiologi
- Bahan pengawet sampel
- Bahan referensi standar
- Solusi untuk kalibrasi peralatan
5. Prosedur Pengambilan Sampel
5.1 Persiapan
- Siapkan botol sampel yang telah disterilkan
- Bersihkan semua peralatan sampling
- Siapkan formulir data sampling
- Identifikasi lokasi sampling
5.2 Teknik Pengambilan Sampel
Sampel harus diambil sedemikian rupa sehingga mewakili kualitas air pada lokasi dan waktu yang ditentukan. Hindari contaminasi sampel selama proses pengambilan.
- Untuk air permukaan, ambil sampel dari titik yang representative (misalnya 30-50 cm di bawah permukaan)
- Untuk air tanah, buang air yang tersisa dalam pipa sebelum pengambilan sampel
- Untuk air limbah, ambil sampel pada titik setelah pengolahan jika dibutuhkan
- Isi botol sampel hingga penuh, minimalkan ruang udara
- Label sampel dengan kode, lokasi, waktu, dan tanggal pengambilan
5.3 Pengawetan dan Transportasi
| Parameter | Metode Pengawetan | Masa Simpan (jam) |
| pH | Tidak perlu pengawetan | 6 |
| penuaan total | Tambahkan HSO sampai pH < 2 | 28 |
| BOD | Simpan pada suhu 4C | 48 |
| Nitrogen (NH, NO, NO) | Tambahkan HSO sampai pH < 2, simpan pada 4C | 24-48 |
| Fosfat | Tambahkan HSO sampai pH < 2, simpan pada 4C 24 |
| Bakteri | Simpan pada 4C | 6 |
6. Parameter Uji Kualitas Air
6.1 Parameter Fisik
- Suhu diukur termometer digital atau termometer alkohol
- Kekeruhan diukur dengan turbidimeter dalam unit NTU
- Bau dan Rasa dilakukan secara organoleptik
- Warna diukur dengan visual atau spektrofotometer
- Konduktivitas diukur dengan conductivity meter dalam S/cm
6.2 Parameter Kimia
- pH diukur dengan pH meter
- DO diukur dengan DO meter dalam mg/L
- BOD menggunakan metode inkubasi 5 hari
- COD menggunakan metode refluks tertutup
- Total Pecahan Padatan dilakukan dengan gravimetri
- Nitrogen, Fosfor, Logam Berat menggunakan spektrofotometri atau AAS
6.3 Parameter Biologis
- Total Coliform menggunakan metode MPN atau Most Probable Number
- Fecal Coliform menggunakan media selektif
- E. coli disimpulkan dari pengujian fecal coliform
7. Metode Analisis
7.1 Suhu
- Siapkan termometer yang telah dikalibrasi
- Masukkan sensor termometer ke dalam sampel
- Tunggu hingga pembacaan stabil
- Catat hasil pengukuran
7.2 pH
- Kalibrasi pH meter dengan buffer standar (pH 4, 7, dan 10)
- Rinse elektroda dengan aquadest
- Masukkan elektroda ke dalam sampel
- Tunggu pembacaan stabil
- Catat hasil pengukuran
Pastikan elektroda pH selalu dalam kondisi basah dan tidak pernah menyentuh dasar wadah sampel.
7.3 BOD (Biological Oxygen Demand)
- Siapkan air diluent yang telah disaturasi dengan oksigen
- Isi tabung reaksi BOD dengan sampel dan air diluent
- Uji DO awal sebelum inkubasi
- Inkubasi pada suhu 20C selama 5 hari
- Uji DO akhir setelah inkubasi
- Hitung nilai BOD menggunakan rumus standar
7.4 Mikrobiologi
- Sterilisasi semua peralatan yang akan digunakan
Inokulasi sampel ke media kultur yang sesuai Inkubasi pada suhu dan durasi yang ditentukan Hitung koloni menggunakan koloni counter Hitung MPN berdasarkan tabel standar Semua prosedur mikrobiologi harus dilakukan di area dengan mengikuti protokol biosafety yang ketat untuk mencegah kontaminasi dan risiko kesehatan.
8. Perawatan Peralatan
| Peralatan | Frekuensi Perawatan | Prosedur Perawatan |
| Spektrofotometer | Setiap penggunaan dan bulanan | Bersihkan permukaan dengan lap lembut, kalibrasi rutin |
| pH Meter | Setiap penggunaan dan mingguan | Bersihkan elektroda, kalibrasi dengan buffer solusi |
| Microscope | Setiap penggunaan dan bulanan | Bersihkan lensa dengan pembersih khusus, cek pengaturan |
| Autoclave | Harian dan bulanan | Bersihkan ruang kerja, cek pengaturan suhu dan tekanan |
| Botol dan tabung gelas | Setiap penggunaan | Cuci dengan deterjen, bilas dengan aquadest, sterilisasi jika diperlukan
9. K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Seluruh personel laboratorium harus memahami dan menerapkan protokol K3 untuk mencegah kecelakaan kerja dan paparan bahan berbahaya.
9.1 APD (Alat Pelindung Diri)
- Lab coat wajib digunakan selama berada di laboratorium
- Sarung tangan gunakan saat menangani bahan kimia atau sampel
- Kacamata pelindung gunakan saat menangani bahan yang berpotensi menyiprat
- Sepatu tertutup wajib dipakai di area laboratorium
9.2 Penanganan Bahan Kimia
- Baca SDS (Safety Data Sheet) sebelum menggunakan bahan kimia
- Gunakan lemari asam untuk bahan yang menguap berbahaya
- Jangan mengkonsumsi makanan atau minuman di area laboratorium
- Simpan bahan kimia berdasarkan kategori yang sesuai
- Buang limbah kimia ke tempat pembuangan yang ditentukan
9.3 Prosedur Darurat
- Pahami lokasi peralatan darurat (mata cuci, alat pemadam, first aid kit)
- Jika terjadi tumpahan bahan kimia, ikuti prosedur penanganan tumpahan
- Jika terpapar bahan kimia, segera bilas dengan air bersih dan cari pertolongan medis
- Evakuasi area jika terjadi insiden besar atau kebakaran
10. Kontrol Kualitas Data
Untuk memastikan hasil analisis yang dapat diandalkan, lakukan kontrol kualitas berikut:
10.1 Kalibrasi
- Kalibrasi peralatan sebelum penggunaan rutin
- Gunakan bahan standar sertifikasi untuk kalibrasi
- Gunakan setidaknya 3 titik kalibrasi (rendah, sedang, tinggi)
10.2 Cek Duplikat
- Analisis sampel dalam duplikat untuk mengevaluasi presisi
- Hasil duplikat harus berada dalam rentang yang dapat diterima
10.3 Sample Blank
- Ambil sample blank untuk mendeteksi kontaminasi
- Gunakan aquadest atau matrix sampel bebas target analisis
10.4 Sample Spike/Recovery
- Tambahkan standar tertentu ke sampel untuk mengevaluasi akurasi
- Persentase perolehan harus berada dalam rentang 80-120%
10.5 Sample Kontrol
- Gunakan sample kontrol standar bersertifikat secara berkala
- Plot hasil sample kontrol untuk memantau kinerja sistem
11. Dokumentasi dan Pelaporan
- Rekam semua data hasil analisis dalam buku harian atau sistem laboratorium
- Gunakan format standar untuk laporan hasil
- Sertakan informasi tentang kondisi pengujian, peralatan yang digunakan, dan kualifikasi penguji
- Simpan data mentah dan hasil perhitungan untuk setiap analisis
- Dokumen harus ditandatangani penanggung jawab
12. Referensi Standar
- SNI 6989.59:2008 Cara uji derajat keasaman (pH)
- SNI 06-6989.59-2008 Cara uji oksigen terlarut
- SNI 06-6989.72-2009 Cara uji Biological Oxygen Demand (BOD)
- SNI 06-2412-1991 Cara uji total coliform dan fecal coliform
- APHA Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater
- ISO/IEC 17025 Persyaratan kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.