Admin 08 Jun 2026 13:50

 

Kajian Farmakologi Obat pada Anak dan Orang Dewasa

Pendahuluan

Farmakologi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana obat bekerja di dalam tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Pemahaman yang komprehensif tentang farmakologi menjadi sangat penting dalam pemberian obat karena respon tubuh terhadap suatu obat dapat berbeda secara signifikan antara anak dan orang dewasa. Perbedaan ini mencakup aspek farmakokinetik (perjalanan obat dalam tubuh) dan farmakodinamik (mekanisme kerja obat).

Pada pasien pediatri, penyesuaian dosis bukan hanya sekadar menghitung berdasarkan berat badan, melainkan mempertimbangkan perbedaan fisiologis, metabolisme, dan fungsi organ yang belum matang. Sementara itu, pada orang dewasa terutama lansia, perubahan fisiologis terkait penuaan dapat mempengaruhi respon terhadap obat.

Perbedaan Farmakokinetik

Farmakokinetik mencakup proses absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat (ADME). Berikut adalah perbedaan mendasar pada anak dan orang dewasa:

Absorpsi

  • Pada neonatus, pH lambung tinggi (hampir netral), menyebabkan penurunan ionisasi dan peningkatan absorpsi obat-asam lemah.
  • Kapanjitas lambung bayi lebih kecil sehingga emptying time lambat, mempengaruhi laju absorpsi obat oral.
  • Pada orang dewasa, absorpsi oral relatif lebih konsisten karena sistem pencernaan yang sudah matang sempurna.

Distribusi

Pasien pediatri memiliki komposisi tubuh yang berbeda secara signifikan dibandingkan orang dewasa, seperti:

  • Persentase air ekstraseluler yang lebih tinggi pada bayi (sekitar 35-40% berat badan) dibandingkan orang dewasa (sekitar 20%).
  • Kandungan lemak tubuh yang lebih rendah pada bayi baru lahir.
  • Protein plasma yang kurang matang secara kuantitas dan kualitas, mempengaruhi ikatan obat-protein.

Metabolisme

Sistem enzim hati yang bertanggung jawab untuk metabolisme obat berkembang secara progresif sejak lahir:

  • Citokrom P450 dan enzim fase I lainnya belum berfungsi optimal pada neonatus.
  • Enzim fase II seperti glukuronidase berkembang lebih lambat, menyebabkan akumulasi obat yang dimetabolisme melalui jalur ini.
  • Pada orang dewasa, metabolisme obat sudah stabil namun mungkin terpengaruh oleh penyakit hati atau interaksi obat.

Ekskresi

Fungsi ginjal berkembang secara bertahap selama tahun pertama kehidupan:

  • Gloermular filtrasi rate (GFR) bayi baru lahir sekitar 2-4 ml/menit/1.73 m, meningkat hingga mendekati nilai dewasa pada usia 6-12 bulan.
  • Sekresi tubuler dan reabsorpsi juga belum matang sepenuhnya pada neonatus dan bayi.
  • Pada orang dewasa, fungsi ginjal menurun seiring bertambahnya usia, mempengaruhi eliminasi obat.
Tabel 1. Perbandingan Parameter Farmakokinetik Anak dan Dewasa
Parameter Anak Orang Dewasa
Rasio Air Tubuh Lebih tinggi (70-80%) Lebih rendah (55-60%)
Kandungan Lemak Lebih rendah Lebih tinggi
Ikatan Protein Plasma Lebih rendah Lebih tinggi
Fungsi Ginjal Tidak matang, berkembang Ny mature, menurun pada lansia
Metabolisme Hepatik Enzim belum lengkap Ny lengkap, bisa terganggu

Considerasi Farmakodinamik

Selain perbedaan farmakokinetik, terdapat perbedaan farmakodinamik antara anak dan orang dewasa yang mempengaruhi respon tubuh terhadap obat:

Kematangan Sistem Reseptor

Kepadatan dan fungsi reseptor obat berbeda pada berbagai tahap perkembangan. Reseptor untuk beberapa neurotransmitter dan hormon mungkin belum berkembang sempurna atau memiliki distribusi yang berbeda pada anak.

Sensitivitas Terhadap Obat

  • Anak, terutama neonatus, mungkin lebih sensitif terhadap efek obat tertentu seperti analgesik opioid dan sedatif.
  • Anak juga bisa menunjukkan respon yang tidak diharapkan pada beberapa obat karena proses patofisiologis penyakit yang berbeda.
  • Orang dewasa mungkin memiliki peningkatan sensivitas terhadap obat kardiovaskuler dan CNS dikarenakan perubahan fisiologis terkait usia.

Contoh kasus: Anak dapat mengalami sindrom Reye jika diberi aspirin selama infeksi virus, suatu reaksi yang jarang terjadi pada orang dewasa. Hal ini menunjukkan perbedaan mekanisme patofisiologis antara kedua kelompok umur ini.

Penyesuaian Dosis

Penentuan dosis obat pada anak dan orang dewasa memerlukan pendekatan yang berbeda:

Dosis Pediatrik

Beberapa metode yang digunakan untuk menentuan dosis obat pada anak:

  • Berdasarkan berat badan: Dosis = (Berat badan anak/70) dosis dewasa.
  • Berdasarkan luas permukaan tubuh: Dosis = (Luas permukaan anak/1.73) dosis dewasa.
  • Berdasarkan usia: Dosis anak = (Usia anak dalam tahun/(Usia anak + 12)) dosis dewasa.
  • Dosis tetap yang telah ditetapkan dalam pedoman klinis untuk anak.

Dosis pada Lansia

Untuk pasien dewasa lanjut usia, beberapa pertimbangan penting:

  • Mulailah dengan dosis yang lebih rendah daripada dosis standar dan tingkatkan secara bertahap.
  • Pertimbangkan penurunan fungsi ginjal dan hati terkait usia.
  • Waspadai interaksi obat yang lebih kompleks karena lansia sering mengonsumsi banyak obat (polifarmasi).
  • Pertimbangkan penurunan volume distribusi obat lipofilik karena penurunan persentase lemak tubuh.

Reaksi Advers Berdasarkan Usia

Reaksi obat yang tidak diinginkan (adverse drug reactions) dapat bervariasi berdasarkan kelompok usia:

Pada Anak

  • Penyakit kulit dan ruam lebih sering terjadi pada anak daripada orang dewasa.
  • Anak lebih rentan terhadap dysrhythmia jantung akibat some obat seperti quinidine dan erythromycin.
  • Efek gastrointestinal seperti mual dan muntah umum terjadi pada anak.
  • Beberapa obat dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak, misalnya kortikosteroid yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang.

Pada Orang Dewasa

  • Lansia lebih rentan terhadap ortostatik hipotensi akibat obat antihipertensi dan diuretik.
  • Sedasi dan kognitif impairment lebih sering terjadi pada lansia akibat obat psikotropik.
  • Gastrointestinal bleeding lebih mungkin terjadi pada lansia yang mengonsumsi NSAID.
  • Sindrom antikolinergik (mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi) lebih sering terjadi pada lansia.
Tabel 2. Contoh Reaksi Advers yang Berbeda Berdasarkan Usia
Obat Reaksi pada Anak Reaksi pada Dewasa/Lansia
Kloramfenikol Grey baby syndrome Aplastik anemia
Tetracycline Perubahan warna gigi, gangguan pertumbuhan tulang Fotosensitivitas
Paracetamol Lebih jarang hepatotoksisitas Lebih sering hepatotoksisitas pada dosis tinggi
Benzodiazepin Paradoksik reaksi (hiperaktivitas) Sedasi, kognitif impairment, jatuh

Kesimpulan

Pemahaman farmakologi obat pada anak dan orang dewasa memiliki perbedaan signifikan yang mempengaruhi dosis, pemilihan obat, dan monitoring terapi. Perbedaan tersebut berasal dari variasi fisiologis terkait perkembangan dan penuaan, meliputi proses farmakokinetik (ADME) dan respons farmakodinamik.

Pada anak, sistem biologis yang belum matang memerlukan penyesuaian dosis yang cermat dan perhatian khusus terhadap obat yang dapat memengaruhi perkembangan dan pertumbuhan. Sementara itu, pada lansia, penurunan fungsi organ dan peningkatan komorbiditas menuntut pendekatan farmakoterapi yang lebih konservatif dan hati-hati.

Pengkajian farmakologi yang komprehensif memungkinkan praktisi kesehatan untuk memberikan terapi obat yang lebih aman dan efektif, meningkatkan hasil klinis pada pasien dari berbagai kelompok usia. Pendidikan berkelanjutan dalam farmakologi pediatrik dan geriatrik menjadi sangat penting bagi profesional kesehatan untuk memastikan praktik kedokteran yang berbasis bukti dan aman.

```

File Referensi Untuk Kajian Farmakologi Obat Pada Anak Dan Orang Dewasa
Screenshoot
Nama File
j011181345_skripsi_bab_1_2.pdf

Ukuran File
0.49 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Kajian Farmakologi Obat Pada Anak Dan Orang Dewasa. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Kajian Farmakologi Obat Pada Anak Dan Orang Dewasa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 13:50:15

PERBEDAAN KECEMASAN MENGHADAPI KEMATIAN PADA WANITA USIA DEWASA MADYA DENGAN WANITA USIA D...


admin
Admin
2026-06-08 01:40:17

Kecukupan Gizi Pada Orang Dewasa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-31 10:41:03

Kebiasaan Yang Menyebabkan Wasir Pada Orang Dewasa Di Indonesia dan Link Download File Ref...


admin
Admin
2026-06-06 16:52:19

Farmakologi Obat Sistem Saraf dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 11:18:17