Keadaan Guru
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMA Negeri I Ngunut menampung 45 orang guru tetap yang mengajar pada 10 program studi. Sebagian besar tenaga pendidik berusia antara 3055 tahun, dengan ratarata pengalaman mengajar selama 12 tahun. Guruguru tersebut memiliki kualifikasi akademik yang beragam, mulai dari Sarjana Pendidikan (S.Pd.) hingga Magister Pendidikan (M.Pd.) dan sebagian kecil memiliki gelar doktor (Ph.D.) dalam bidang pendidikan atau ilmu terkait.
Pengembangan profesional dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan internal, workshop yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, serta program pertukaran guru dengan sekolah lain di Jawa Timur. Pada semester terakhir, 78% guru mengikuti pelatihan TIK untuk meningkatkan kompetensi digital, sementara 65% berpartisipasi dalam program literasi karakter.
Dari segi beban kerja, ratarata jam mengajar per guru adalah 18 jam per minggu, ditambah tanggung jawab sebagai pembimbing ekstrakurikuler, koordinator mata pelajaran, atau anggota tim pengembangan kurikulum. Sekolah menyediakan ruang kerja terpisah untuk tiap guru, lengkap dengan meja kerja, laptop, dan akses internet berkecepatan tinggi. Evaluasi kinerja guru dilaksanakan dua kali setahun melalui observasi kelas dan penilaian hasil belajar siswa.
Keadaan Siswa
Total siswa pada tahun ajaran ini mencapai 720 orang, tersebar merata di tiga kelas (X, XI, XII). Proporsi gender hampir seimbang, dengan 52% lakilaki dan 48% perempuan. Kebanyakan siswa berasal dari wilayah Ngunut dan sekitarnya, namun terdapat pula 7% berasal dari daerah luar kabupaten yang menempuh jalur transportasi umum.
Prestasi akademik menunjukkan tren positif; nilai ratarata Ujian Nasional (UN) kelas XII naik 3,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Ratarata nilai ratarata rapor (Rapor) adalah 7,8 (skala 110). Lebih dari 30% siswa masuk dalam kategori Berpotensi Tinggi dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka.
Aspek nonakademik juga tidak terabaikan. Sekolah memiliki 10 klub ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, Olahraga, Seni, dan Kewirausahaan. Partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler mencapai 85%, dengan sebagian besar memilih dua atau lebih bidang. Pemerintah sekolah menekankan pendidikan karakter melalui program Cinta Tanah Air yang melibatkan siswa dalam kegiatan sosialkultural dan lingkungan.
Pelaksanaan Pembelajaran
SMA Negeri I Ngunut menerapkan kurikulum Merdeka yang menekankan pada pendekatan kompetensi dan pembelajaran berbasis proyek. Setiap mata pelajaran dibagi menjadi tiga fase: eksplorasi, kontekstualisasi, dan aplikatif. Guru menggunakan metode blended learning, menggabungkan pertemuan tatap muka dengan kelas daring berplatform Moodle.
Selama satu semester, ratarata jam belajar efektif per siswa mencapai 32 jam per minggu, termasuk jam belajar mandiri. Dari total jam tersebut, 20% dialokasikan untuk kegiatan laboratorium (IPA, Bahasa) dan 15% untuk proyek lintas mata pelajaran yang melibatkan kerja kelompok.
Penilaian dilakukan secara formatif dan sumatif. Penilaian formatif meliputi kuis online, tugas rumah, dan observasi kelas, sementara penilaian sumatif terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), serta proyek akhir tahun. Sekolah mengintegrasikan teknologi assessment berupa eportofolio, sehingga siswa dapat melacak perkembangan kompetensi secara realtime.
Tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran masih terkait ketersediaan perangkat digital bagi semua siswa. Sekitar 12% siswa belum memiliki akses pribadi ke laptop atau tablet, meskipun telah disediakan fasilitas komputer di laboratorium. Untuk mengatasi hal ini, sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menyediakan program pinjaman perangkat bagi siswa kurang mampu.
Sarana Prasarana
SMA Negeri I Ngunut memiliki lahan seluas 8.500 m yang terbagi menjadi bangunan akademik, fasilitas olahraga, dan area hijau. Berikut rincian utama:
- Gedung A (Kelas): 20 ruang kelas standar, masingmasing berukuran 67 m dengan papan tulis putih, proyektor LCD, dan koneksi internet kabel.
- Gedung B (Laboratorium): Laboratorium IPA (Kimia, Fisika, Biologi) lengkap dengan peralatan modern, serta laboratorium Bahasa dengan ruang audiovisual.
- Perpustakaan: Menyediakan 5.000 buku referensi, 1.200 judul ebook, dan ruang baca yang nyaman dengan meja kerja individual.
- Ruang Guru: Dilengkapi dengan ruang rapat, lounge, serta fasilitas penyimpanan dokumen.
- Lapangan Olahraga: Lapangan basket, voli, dan sepak bola; serta ruang senam dalam ruangan.
- Fasilitas IT: 2 ruang komputer dengan 40 PC masingmasing, jaringan WiFi yang mencakup seluruh area kampus, serta server lokal untuk penyimpanan data akademik.
Pada tahun 2025, sekolah menamatkan renovasi atap gedung A dan mengganti semua kaca jendela dengan tipe antiUV. Hal ini meningkatkan kenyamanan belajar serta mengurangi konsumsi energi listrik sebesar 12%.
Selanjutnya, rencana ke depan mencakup pembangunan ruang inovasi seluas 150 m yang akan dilengkapi dengan printer 3D, alat solder, dan kit robotika, guna mendukung pembelajaran STEM. Anggaran proyek tersebut diperkirakan sebesar Rp 1,2 miliar, yang sebagian besar akan didanai melalui hibah Kemdikbudristek.
