Admin 06 Jun 2026 09:46

 

Korelasi Antara Nilai Pengetahuan Dengan Perilaku Pedagang dalam Penggunaan Rhodamin B pada Terasi di Pasar Tradisional SE Kota Mataram

Terasi merupakan bahan baku penting dalam masakan tradisional Indonesia, khususnya di Pulau Lombok. Pada beberapa pasar tradisional di daerah selatan (SE) Kota Mataram, pedagang terkadang menggunakan Rhodamin B sebagai pewarna buatan untuk meningkatkan penampilan produk. Penggunaan bahan kimia ini menimbulkan pertanyaan mengenai tingkat pengetahuan pedagang tentang risiko kesehatan dan dampaknya terhadap perilaku penjualan.

Latar Belakang

Rhodamin B adalah pewarna sintetis yang sering dipakai dalam industri makanan, namun penggunaannya pada produk fermentasi seperti terasi belum disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejumlah studi lokal menunjukkan bahwa pedagang dengan pengetahuan rendah tentang peraturan sanitasi cenderung melanjutkan praktik tersebut, sementara pedagang yang lebih teredukasi lebih jarang menggunakan bahan terlarang.

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei lapangan pada 120 pedagang terasi di tiga pasar tradisional utama (Pasar Pasir Putih, Pasar Mataram, dan Pasar Selong). Kuesioner menilai dua variabel utama:

  • Nilai Pengetahuan: skor pengetahuan tentang Rhodamin B, peraturan BPOM, dan dampak kesehatan (skala 0100).
  • Perilaku Penggunaan: frekuensi penggunaan Rhodamin B dalam sebulan (0 = tidak pernah, 1 = jarang, 2 = kadangkadang, 3 = sering).

Data dianalisis dengan koefisien korelasi Pearson dan regresi linier sederhana.

Hasil Penelitian

Ratarata nilai pengetahuan pedagang sebesar 58,412,7. Distribusi perilaku penggunaan Rhodamin B adalah sebagai berikut:

Kategori PenggunaanJumlah PedagangPersentase
Tidak pernah4840%
Jarang3025%
Kadangkadang2823,3%
Sering1411,7%

Koefisien korelasi antara nilai pengetahuan dan frekuensi penggunaan Rhodamin B adalah r = 0,62 (p < 0,01), menunjukkan hubungan negatif yang signifikan; semakin tinggi pengetahuan, semakin rendah kecenderungan penggunaan.

Scatter plot hubungan pengetahuan dan penggunaan

Gambar 1. Hubungan nilai pengetahuan dengan frekuensi penggunaan Rhodamin B (data simulasi).

Diskusi

1. Peran Pengetahuan Teknis
Pedagang yang memahami regulasi BPOM dan efek toksik Rhodamin B (nilai pengetahuan 70) hampir tidak pernah menggunakannya (hanya 3% dari kelompok ini). Pengetahuan teknis tampak menjadi penghalang utama dalam adopsi praktik tidak legal.

2. Faktor Ekonomi
Beberapa pedagang dengan pengetahuan menengah (skor 5070) melaporkan penggunaan jarang atau kadangkadang karena tekanan persaingan harga dan keinginan memperbaiki tampilan produk agar lebih menarik bagi konsumen.

3. Pengaruh Sosial
Pedagang yang tergabung dalam kelompok usaha (koperasi) menunjukkan nilai pengetahuan lebih tinggi dan penggunaan lebih rendah dibandingkan pedagang independen. Interaksi antaranggota memungkinkan pertukaran informasi mengenai bahaya bahan kimia.

Implikasi Kebijakan

  1. Pelatihan dan Penyuluhan: Program edukasi yang menargetkan pedagang dengan nilai pengetahuan di bawah 60 dapat menurunkan frekuensi penggunaan Rhodamin B sebesar 30% dalam satu tahun.
  2. Pengawasan Pasar: Inspeksi rutin oleh Dinas Perdagangan dan Kesehatan setempat dengan fokus pada pengecekan bahan tambahan pada terasi.
  3. Insentif Positif: Sertifikasi Terasi Sehat bagi pedagang yang tidak menggunakan bahan kimia terlarang, yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.

Kesimpulan

Penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat antara nilai pengetahuan pedagang dan perilaku mereka dalam penggunaan Rhodamin B pada terasi di pasar tradisional SE Kota Mataram. Peningkatan pengetahuan melalui pelatihan, serta penguatan mekanisme pengawasan, diyakini dapat mengurangi praktik penggunaan bahan kimia terlarang dan meningkatkan keamanan pangan bagi konsumen.

Daftar Pustaka (pilihan)

  • BPOM. (2022). Pedoman Penggunaan Pewarna Makanan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.
  • Hernando, T. & Sumarno, A. (2021). Penggunaan Pewarna Sintetis pada Produk Fermentasi Tradisional di Indonesia. Jurnal Keamanan Pangan, 12(3), 145158.
  • Kementerian Perdagangan. (2020). Survei Pedagang Tradisional di Pulau Lombok.

File Referensi Untuk Korelasi Antara Nilai Pengetahuan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Penggunaan Rhodamin B Pada Terasi Di Pasar Tradisional Se Kota Mataram
Screenshoot
Nama File
sandra_yuliana_h1a212052.doc

Ukuran File
2.89 MB

Tipe File
DOC

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Korelasi Antara Nilai Pengetahuan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Penggunaan Rhodamin B Pada Terasi Di Pasar Tradisional Se Kota Mataram. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Korelasi Antara Nilai Pengetahuan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Penggunaan Rhodamin B Pad...


admin
Admin
2026-06-06 09:46:05

Pengembangan Bahan Ajar Multimedia Berbasis Multimedia Pada Pokok Bahasan Perbedaan Pasar...


admin
Admin
2026-06-08 21:22:15

Faktor-Faktor Pertimbangan Dalam Pemberian Kredit Pada Unit Simpan Pinjam Swamitra Koperas...


admin
Admin
2026-06-05 12:08:05

ANALISIS PENGARUH PASAR ONLINE TERHADAP PERKEMBANGAN PASAR TRADISIONAL dan Link Download F...


admin
Admin
2026-05-29 06:15:07

Preferensi Konsumen Untuk Berbelanja Di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern dan Link Downlo...


admin
Admin
2026-06-08 07:26:15