Admin 07 Jun 2026 02:06

 

Metode Penelitian Pengaruh Persepsi Kualitas dan Persepsi Kesesuaian terhadap Perluasan Merek Asus

Pendahuluan

Asus dikenal sebagai produsen perangkat keras komputer yang memiliki reputasi kuat dalam inovasi dan performa. Pada dekade terakhir, perusahaan ini mulai melakukan perluasan merek (brand extension) ke segmen nonkomputer, seperti gadget gaming, aksesoris rumah pintar, dan bahkan perlengkapan olahraga. Penelitian ini berupaya menguji dua konstruk kunci yang diprediksi mempengaruhi keberhasilan perluasan merek tersebut, yaitu persepsi kualitas (perceived quality) dan persepsi kesesuaian (perceived fit).

Kerangka Teoritis

Menurut Aaker (1996), perceived quality mencerminkan penilaian konsumen terhadap keunggulan produk relatif terhadap kompetitor. Sementara itu, konsep perceived fit (Keller, 1993) mengacu pada sejauh mana konsumen menilai kesesuaian atribut merek induk dengan kategori produk baru. Kedua variabel ini dianggap memoderasi niat beli (purchase intention) pada produk ekstensi merek.

Hipotesis

  • H1: Persepsi kualitas produk Asus berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli produk ekstensi.
  • H2: Persepsi kesesuaian antara merek Asus dan produk ekstensi berpengaruh positif signifikan terhadap niat beli.
  • H3: Persepsi kualitas memoderasi pengaruh persepsi kesesuaian terhadap niat beli.

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan selama tiga minggu pada bulan April2026.

Populasi dan Sampel

Populasi target adalah konsumen berusia 1845 tahun yang pernah membeli atau memiliki produk Asus (laptop, smartphone, atau perangkat gaming). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria:

  • Memiliki pengalaman menggunakan produk Asus selama minimal satu tahun.
  • Terbuka untuk mencoba produk baru di luar kategori utama Asus.

Target responden: 300 orang. Penggunaan software G*Power memperkirakan ukuran sampel minimal 184 untuk efek ukuran medium (f = 0.15) dengan power 0.80 dan = 0.05.

Instrumen

Kuesioner terdiri dari empat bagian:

  1. Data demografis (usia, jenis kelamin, pendapatan, pengalaman dengan merek Asus).
  2. Skala Perceived Quality (4 item, skala Likert 17) yang diadaptasi dari Zeithaml (1988).
  3. Skala Perceived Fit (3 item, skala Likert 17) diadaptasi dari Henderson & Cote (1998).
  4. Niat beli produk ekstensi (5 item, skala Likert 17) berdasarkan Fishbein & Ajzen (1975).

Reliabilitas tiap konstruk diharapkan Cronbachs 0.70.

Prosedur Pengumpulan Data

Instrumen dibagikan melalui platform Google Forms. Responden diwajibkan memberikan persetujuan terinformasi sebelum mengisi kuesioner. Data yang tidak lengkap (lebih dari 20% pertanyaan tidak dijawab) akan dikeluarkan.

Analisis Data

Analisis dilakukan dengan SPSS 28 dan AMOS 28. Langkahlangkahnya:

  • Uji validitas dan reliabilitas konstruk (CFA).
  • Uji asumsi regresi (normalitas, multikolinearitas, homoskedastisitas).
  • Uji hipotesis utama dengan regresi linier berganda.
  • Uji moderasi (H3) menggunakan prosedur Hayes (PROCESS macro) dengan model 1.

Hasil yang Diharapkan

Jika H1 dan H2 terbukti, maka Asus dapat menekankan kualitas produk baru dalam kampanye pemasaran, sekaligus menyoroti kesesuaian merek dengan kategori produk tersebut. Moderasi pada H3 akan mengungkap kondisi di mana persepsi kualitas memperkuat (atau melemahkan) efek persepsi kesesuaian pada niat beli.

Implikasi Praktis

Temuan ini dapat memberikan panduan strategis bagi manajer pemasaran Asus untuk:

  • Mengidentifikasi segmen konsumen yang menilai kualitas tinggi dan memanfaatkan keunggulan merek dalam promosi.
  • Mengoptimalkan desain produk ekstensi agar selaras dengan citra inovatif Asus, sehingga meningkatkan persepsi kesesuaian.
  • Menggunakan pesan iklan yang menyeimbangkan atribut kualitas dan fit, khususnya pada media sosial dan platform ecommerce.

Kesimpulan

Penelitian ini menggabungkan dua dimensi penting dalam evaluasi perluasan merek: kualitas dan kesesuaian. Dengan pendekatan kuantitatif yang terstruktur, diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat bagi keputusan strategis Asus dalam memperluas portofolio produknya ke pasar baru.

Daftar Pustaka

  • Aaker, D. A. (1996). Building Strong Brands. New York: Free Press.
  • Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, Attitude, Intention and Behavior. Reading, MA: AddisonWesley.
  • Henderson, K., & Cote, J. (1998). Guidelines for Selecting an Extension Brand. Journal of Advertising Research, 38(1), 715.
  • Keller, K. L. (1993). Conceptualizing, Measuring, and Managing Customer-Based Brand Equity. Journal of Marketing, 57(1), 122.
  • Zeithaml, V. A. (1988). Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: A MeansEnds Approach. Journal of Marketing, 52(3), 222.

Untuk menelusuri lebih lanjut, kunjungi situs resmi Asus atau hubungi tim riset pemasaran melalui research@asus.com.

File Referensi Untuk Metode Penelitian Pengaruh Persepsi Kualitas Dan Persepsi Kesesuaian Terhadap Perluasan Merek Asus
Screenshoot
Nama File
bab_iii.pdf

Ukuran File
0.32 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Metode Penelitian Pengaruh Persepsi Kualitas Dan Persepsi Kesesuaian Terhadap Perluasan Merek Asus. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Metode Penelitian Pengaruh Persepsi Kualitas Dan Persepsi Kesesuaian Terhadap Perluasan Me...


admin
Admin
2026-06-07 02:06:17

Pengaruh Kualitas Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Produk Benih Jagung...


admin
Admin
2026-06-06 12:24:16

Pengaruh Kualitas Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Custumer dan Link Do...


admin
Admin
2026-06-08 11:18:06

Analisis Pengaruh Kualitas Produk Harga Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian dan Link...


admin
Admin
2026-06-02 12:39:03

Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan Dan Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Minat Pengguna...


admin
Admin
2026-06-06 21:02:22