Pengenalan
Pandemi Covid19 mengubah cara hidup banyak orang, termasuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR). Pembatasan sosial, pembelajaran daring, dan penutupan fasilitas olahraga memaksa kita menyesuaikan pola aktivitas fisik. Namun, sebagai calon tenaga pendidik olahraga, kita tetap memiliki tanggung jawab pribadi dan profesional untuk tetap bugar.
Mengapa Kebugaran Tetap Penting?
Kebugaran fisik tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga membantu menurunkan risiko komplikasi jika terinfeksi virus. Manfaat lainnya:
- Memperkuat sistem imun dengan meningkatkan sirkulasi darah.
- Mengurangi stres, kecemasan, dan depresi yang sering muncul selama isolasi.
- Meningkatkan konsentrasi dan produktivitas belajar daring.
- Menjadi contoh positif bagi mahasiswa dan masyarakat.
Strategi Motivasi Diri
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mahasiswa PJKR tetap termotivasi:
- Tetapkan Tujuan Realistis Misalnya, melakukan 30 menit latihan kardio 3 kali seminggu atau menambah fleksibilitas melalui yoga 10 menit setiap hari.
- Buat Jadwal Harian Sisipkan waktu olahraga dalam agenda kuliah daring, seperti sesi stretching sebelum kuliah pagi.
- Gunakan Aplikasi Kebugaran Aplikasi gratis seperti Strava, Nike Training Club, atau FitOn dapat memberi panduan serta memantau progres.
- Temukan Partner Virtual Latihan bersama teman lewat Zoom atau grup WhatsApp meningkatkan rasa kebersamaan.
- Rayakan Pencapaian Kecil Setiap minggu beri penghargaan pada diri sendiri, misalnya menonton film favorit setelah berhasil menamatkan target latihan.
Contoh Aktivitas Fisik yang Bisa Dilakukan di Rumah
Berikut beberapa pilihan latihan yang tidak memerlukan peralatan khusus:
- Cardio Ringan: lompat tali (bisa menggunakan tali imajiner), jumping jacks, highknees selama 510 menit.
- Latihan Kekuatan: pushup, squat, plank, dan lunges cukup 3 set masingmasing 1015 repetisi.
- Yoga & Pilates: rangkaian Sun Salutation atau gerakan inti untuk meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan.
- Latihan Fungsional: naikturun tangga, mengangkat botol minuman sebagai beban ringan.
- MiniCircuit: gabungkan 45 gerakan selama 30 detik tiap gerakan, istirahat 15 detik, ulangi 34 kali.
Peran Dosen dan Fakultas
Motivasi tidak hanya datang dari diri sendiri. Dosen dapat:
- Mengintegrasikan tugas berbasis aktivitas fisik dalam kurikulum daring.
- Mengadakan tantangan kebugaran daring, misalnya 30day Fitness Challenge.
- Menyediakan video instruksional yang mudah diakses melalui portal fakultas.
- Memberi umpan balik positif pada mahasiswa yang konsisten berolahraga.
Kisah Inspiratif Mahasiswa
Berbagai mahasiswa Prodi PJKR telah berhasil menjaga kebugaran selama pandemi. Contohnya, Ani Sari yang memulai rutinitas Morning Stretch selama 15 menit dan berhasil menurunkan berat badan 4 kg dalam dua bulan. Atau Budi Hartanto yang membentuk grup Fit Squad di WhatsApp, mengadakan sesi HIIT bersama setiap Senin, Rabu, dan Jumat lewat video call. Cerita mereka dapat menjadi motivator bagi rekan-rekan lainnya.
Kesimpulan
Pandemi tidak harus menjadi alasan berhentinya aktivitas fisik. Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi memiliki peran strategis dalam mencontohkan pentingnya kebugaran, baik untuk diri sendiri maupun untuk masa depan sebagai pendidik. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, memanfaatkan teknologi, dan mengandalkan dukungan sosial, kita dapat tetap bugar, sehat, dan siap menghadapi tantangan pascapandemi.
Referensi & Sumber Bacaan
- World Health Organization. Physical activity and Covid19. 2020.
- Kementerian Kesehatan RI. Panduan Olahraga di Rumah. 2021.
- American College of Sports Medicine. Exercise is Medicine. 2020.
