Pendahuluan
Kimia Analisis merupakan cabang kimia yang berfokus pada identifikasi dan kuantifikasi komponen dalam suatu sampel. Praktikum Kimia Analisis dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan teknikteknik analitis, baik kualitatif maupun kuantitatif, serta mengembangkan kemampuan kritis dalam interpretasi data.
Tujuan Praktikum
- Memahami prinsip dasar metode analisis kimia (titrasi, spektrofotometri, kromatografi, dll).
- Menguasai penggunaan peralatan laboratorium secara tepat.
- Mampu menyiapkan larutan standar dan sampel uji.
- Menganalisis data hasil percobaan dan menghitung nilai konsentrasi dengan ketelitian yang diharapkan.
- Menerapkan prosedur keselamatan laboratorium secara konsisten.
Persiapan Laboratorium
Perlengkapan Umum
- Lab coat, sarung tangan nitril, kacamata pelindung.
- Alat pengukur volume: pipet volumetrik, buret, labu takar.
- Alat pengaduk: magnet stirrer, vortex.
- Instrumen analitis: spektrofotometer UVVis, pH meter, ion selective electrode.
- Catatan kerja (lab notebook) dan lembar kerja.
Persiapan Larutan
Semua larutan standar harus dibuat menggunakan bahan kimia berkualitas analitik (analytical grade) dan air deionisasi. Pastikan konsentrasi larutan yang dipersiapkan sesuai dengan tabel di bawah ini:
| Larutan | Konsentrasi (M) | Volume Persiapan |
|---|---|---|
| HCl | 0,1 | 100mL |
| NaOH | 0,1 | 100mL |
| EDTA | 0,01 | 250mL |
| Standar Besi (FeSO) | 0,005 | 500mL |
Prosedur Umum Praktikum
1. Titrasi AsamBasa
- Ambil 25mL sampel asam ke dalam erlenmeyer.
- Tambahkan 2 tetes indikator fenolftalein.
- Titrasi dengan NaOH 0,1M hingga warna berubah menjadi merah jambu stabil selama 30s.
- Catat volume NaOH yang terpakai.
- Hitung konsentrasi asam dengan persamaan stoikiometri.
2. Spektrofotometri UVVis
- Siapkan larutan standar logam (misalnya Pb) dengan konsentrasi 05ppm.
- Tambahkan reagen pengembang warna (1,10phenanthroline) sesuai prosedur.
- Kalibrasi spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum (540nm).
- Ukur absorptivitas sampel dan bacakan nilai absorbansi.
- Buat kurva kalibrasi dan tentukan konsentrasi sampel.
3. Kromatografi Lapis Tipis (TLC)
- Gunakan pelat silika berukuran 2020cm.
- Spots sampel dan standar pada jarak 1cm dari dasar pelat.
- Kembangkan pelat dalam fase bergerak (mis. etil asetat:heksana 1:3).
- Visualisasikan spot dengan lampu UV 254nm.
- Hitung nilai R_f untuk masingmasing komponen.
Keselamatan Kerja
Keamanan merupakan prioritas utama dalam setiap praktikum. Beberapa aturan penting yang harus dipatuhi:
- Selalu kenakan perlengkapan pelindung (lab coat, sarung tangan, kacamata).
- Kenali simbol bahaya pada bahan kimia (korosif, beracun, mudah terbakar).
- Jangan meninggalkan peralatan yang sedang dipanaskan tanpa pengawasan.
- Gunakan tong sampah khusus untuk limbah kimia sesuai klasifikasinya.
- Jika terjadi tumpahan, laporkan segera dan ikuti prosedur pembersihan.
- Panduan evakuasi darurat dipasang di pintu masuk laboratorium.
Penilaian Praktikum
Penilaian dibagi menjadi tiga komponen utama:
| Komponen | Bobot (%) |
|---|---|
| Laporan tertulis (format, kejelasan, analisis data) | 50 |
| Keaktifan di laboratorium (kedisiplinan, prosedur, keselamatan) | 30 |
| Ujian singkat (konsep teori dan perhitungan) | 20 |
Laporan harus meliputi latar belakang, tujuan, metodologi, hasil (dengan tabel/ grafik), pembahasan, dan kesimpulan. Setiap laporan wajib ditandatangani oleh asisten laboratorium.
