Admin 07 Jun 2026 19:54

 

Tuberkulosis

Pemahatan mendalam mengenai mekanisme penyakit, cara kerja bakteri, hingga penentuan diagnosis klinis yang akurat.

Sekilas Tentang TB

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Meskipun terutama menyerang paru-paru (pulmonal), bakteri ini dapat menginfeksi bagian tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Penyakit ini menyebar melalui udara ketika penderita aktif batuk, bersin, atau meludah. Memahami bagaimana bakteri ini berkembang biak dan mengenali gejala dini adalah kunci utama dalam penanganan dan pencegahan penularan.

Patofisiologi

Bagaimana bakteri tuberkulosa menyerang sistem kekebalan tubuh

1

Inhalasi dan Penyimpanan

Infeksi dimulai ketika droplet (partikel kecil ludah) yang mengandung basil M. tuberculosis terhirup oleh individu yang sehat. Basil ini kemudian mencapai alveolus paru-paru.

2

Fagositosis dan Multiplikasi

Makrofag alveolar mencoba menelan bakteri (fagositosis). Namun, pada tahap awal, bakteri TB mampu bertahan hidup dan bahkan membelah di dalam makrofag, menghindari mekanisme pertahanan tubuh.

3

Penyebaran Limfatik

Bakteri yang telah membelah masuk ke dalam sistem limfe dan darah, menyebar ke area paru lain dan organ ekstrapulmoner. Ini menandai fase bakteremia awal.

4

Imunitas Seluler dan Granuloma

Sekitar 2-3 minggu pasca-infeksi, sistem imun tubuh (sel T) mulai bereaksi. Makrofag yang diaktifkan mengelilingi bakteri membentuk struktur yang disebut Granuloma atau fokus Ghon. Pada tahap ini, pasien biasanya positif tes tuberkulin tetapi asimtomatik (Latent TB).

5

Reaktivasi (TB Aktif)

Jika sistem imun melemah (misalnya karena HIV, malnutrisi, atau diabetes), dinding granuloma dapat pecah. Bakteri yang terperangkap keluar, berkembang biak dengan cepat, dan menyebabkan kerusakan jaringan paru (kavitas). Pada tahap inilah gejala klinis muncul dan pasien menularkan.

Klasifikasi Tuberkulosis

Klasifikasi TB berdasarkan lokasi anatomis dan riwayat pengobatan

TB Paru (Pulmonal)

Jenis TB paling umum. Terjadi pada jaringan paru-paru. Ciri khasnya adalah keluhan batuk lama (lebih dari 2 minggu), berat badan turun, dan keringat malam.

TB Ekstraparu

Infeksi di luar paru-paru. Dapat menyerang selaput paru (pleura), kelenjar getah bening (limfadenitis), tulang (spondylitis TB), selaput otak (meningitis TB), dan organ lain.

TB Resisten Obat (TB-RO)

Meliputi TB Resisten Isoniazid (H), Multidrug-Resistant TB (MDR-TB) resisten terhadap Isoniazid dan Rifampisin, hingga XDR-TB yang lebih sulit diobati.

Tabel Klasifikasi TB Menurut WHO

Kategori Deskripsi
TB Kasus Baru Pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan TB atau telah minum obat TB kurang dari 1 bulan.
TB Relaps Pasien yang dinyatakan sembuh sebelumnya, tetapi kembali positif bakteriologis.
Kegagalan Pengobatan Pasien tetap positif BTA pada bulan ke-5 pengobatan atau setelahnya.
Drop Out (Lama) Pasien pernah berobat TB > 1 bulan, berhenti, lalu kembali berobat dengan hasil positif.

Diagnosis

Langkah pemeriksaan untuk memastikan keberadaan bakteri TB

Gejala Klinis

  • Batuk lebih dari 2 minggu
  • Berat badan menurun
  • Keringat malam (night sweats)
  • Demam ringan berlangsung lama
  • Nafsu makan menurun

1. Pemeriksaan Dahak (Sputum)

Smear Mikroskopis BTA (Basil Tahan Asam): Metode paling cepat dan murah. Menggunakan pewarnaan Ziehl-Neelsen untuk melihat bakteri di bawah mikroskop.

Tes Cepat Molekuler (TCM / GeneXpert): Mendeteksi DNA bakteri M. tuberculosis serta resistensi terhadap Rifampisin dalam waktu kurang dari 2 jam. Sangat akurat.

2. Budidaya Bakteri (Culture)

Merupakan "Gold Standard" diagnosis. Sampel dibiakkan di media khusus (seperti Ogawa atau LJ). Memakan waktu 4-8 minggu untuk melihat pertumbuhan koloni, namun sangat sensitif.

3. Foto Thorax (Rontgen)

Penunjang diagnosis penting, terutama jika hasil pemeriksaan dahak negatif namun gejala klinis kuat. Gambaran tipikal adalah adanya infiltrat di lapangan atas paru, kavitasi, atau lesi nodular.

4. Uji Tuberkulin (Mantoux / PPD)

Suntikan antigen tuberkulin (PPD) intrakutan. Pembacaan indurasi (bukan kemerahan) dilakukan setelah 48-72 jam. Positif jika indurasi >10 mm pada populasi umum. Hasil positif menunjukkan adanya infeksi TB (bukan aktif) atau sensitasi akibat vaksin BCG.

```

File Referensi Untuk Patofisiologi, Diagnosis, Dan Klasifikasi Tuberkulosis
Screenshoot
Nama File
patodiagklas.pdf

Ukuran File
1.56 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Patofisiologi, Diagnosis, Dan Klasifikasi Tuberkulosis. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Patofisiologi, Diagnosis, Dan Klasifikasi Tuberkulosis dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-07 19:54:14

Diagnosis Dan Patofisiologi Gangguan Depresi Mayor dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-08 17:32:14

Patofisiologi Trigliserida Menyebabkan PJK dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-24 21:45:19

Patofisiologi Terjadinya Obesitas dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-29 02:00:17

Patofisiologi Diare dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-05-30 15:50:10