Pada masa pandemi COVID19, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berorientasi pada pengabdian ke desa tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Pedoman ini disusun untuk memberikan panduan praktis bagi mahasiswa, pembimbing, dan pihak desa agar KKN dapat memberikan manfaat nyata tanpa menimbulkan risiko penyebaran virus.
Tujuan Pedoman
Meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan selama KKN.
Menjamin keselamatan peserta KKN, masyarakat desa, dan tenaga kesehatan.
Mengoptimalkan hasil pembelajaran dan kontribusi sosial di tengah pandemi.
Mengurangi potensi penyebaran COVID19 baik di kampus maupun di desa penempatan.
Persiapan Sebelum Keberangkatan
1. Administrasi Kesehatan
Setiap peserta wajib melakukan rapid test antigen atau RTPCR maksimal 72 jam sebelum keberangkatan.
Jika hasil positif, peserta tidak diperbolehkan berangkat dan harus menjalani isolasi serta perawatan sesuai kebijakan Kementerian Kesehatan.
Surat keterangan bebas COVID19 harus dilampirkan pada dokumen KKN.
2. Pelatihan Protokol
Pelatihan daring tentang penggunaan APD (Alat Pelindung Diri), etika batuk/bersin, serta prosedur karantina.
Simulasi cara mencuci tangan yang benar (setidaknya 20 detik).
Workshop singkat tentang cara mengelola data kesehatan dan pelaporan kasus.
3. Logistik
Pengadaan masker medis (minimal 3 buah per orang per hari), hand sanitizer 70% alkohol, dan sarung tangan sekali pakai.
Persiapan termometer inframerah, buku catatan suhu harian, serta formulir pelaporan gejala.
Kit kebersihan untuk masingmasing kelompok: sabun cair, tisu basah, dan kantong sampah berlabel.
Pelaksanaan KKN di Desa
1. Kedatangan di Desa
Setibanya di desa, setiap tim harus melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mengisi formulir riwayat kesehatan. Jika suhu 37,5C atau terdapat gejala COVID19, tim harus segera diisolasi dan diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat.
2. Penempatan dan Akomodasi
Gunakan akomodasi yang mempunyai ventilasi baik dan memungkinkan jarak minimal 1meter antar individu.
Setiap kamar/rumah harus dilengkapi dengan tempat cuci tangan dan sabun.
Hindari penggunaan ruang bersama (dapur, ruang tamu) secara bersamaan. Jika harus berbagi, terapkan jadwal rotasi dan cuci bersih sebelum dan sesudah penggunaan.
3. Aktivitas Lapangan
Selama melakukan observasi atau intervensi di rumah warga, perhatikan halhal berikut:
Gunakan masker medis dan sarung tangan.
Hindari kontak fisik (jabat tangan, pelukan).
Jaga jarak minimal 1meter, terutama saat berdiskusi.
Jika memungkinkan, lakukan kegiatan di luar ruangan atau di ruang terbuka.
4. Dokumentasi & Pelaporan
Setiap hari, koordinator tim melaporkan:
Riwayat suhu tubuh masingmasing anggota.
Jumlah dan jenis kegiatan yang dilakukan.
Catatan adanya gejala atau kasus COVID19 di lingkungan sekitar.
Laporan dikirim melalui grup WhatsApp resmi atau platform yang ditetapkan oleh kampus.
Kesehatan & Keamanan
Penting: Jika ada anggota tim yang menunjukkan gejala (demam, batuk, sesak napas, kehilangan penciuman/pengecap), langsung isolasi di ruangan terpisah dan hubungi layanan kesehatan setempat.
Pencegahan Penyebaran
Rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer setiap 12 jam.
Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh (gagang pintu, meja, peralatan).
Menggunakan ventilasi alami bila memungkinkan (buka jendela, ventilasi silang).
Manajemen Risiko
Setiap desa menyediakan kontak petugas kesehatan lokal. Koordinator KKN wajib menyiapkan rencana darurat yang mencakup:
Prosedur evakuasi bila terjadi wabah di desa.
Daftar kontak darurat (dokter, rumah sakit, posyandu).
Rencana backup tempat tinggal bila akomodasi awal terkontaminasi.
Catatan: Pastikan semua dokumen (surat keterangan bebas COVID19, hasil rapid test, dan izin desa) disimpan dalam format digital dan fisik.
Penutup
Pedoman ini bersifat dinamis dan dapat diperbaharui seiring dengan perubahan situasi pandemi. Semua pihak yang terlibat diharapkan untuk terus memantau kebijakan terbaru dari Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan.
Dengan komitmen bersama, KKN Back to Village dapat tetap menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk belajar, berkontribusi, dan membantu masyarakat desa mengatasi tantangan COVID19 secara efektif dan aman.
File Referensi Untuk PEDOMAN KKN BACK TO VILLAGE COVID19
We use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.