Surakarta, sebagai pusat kebudayaan Jawa, memiliki warisan bahasa yang kaya. Sayangnya, pada era digital, penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda mengalami penurunan. Siswa SMP Surakarta semakin banyak menghabiskan waktu di media sosial, namun konten yang berbahasa Jawa masih terbatas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan tergerusnya nilainilai budaya dan budi pekerti yang biasanya diajarkan melalui bahasa ibu.
Media sosial bukan hanya sarana hiburan, melainkan platform edukatif yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali bahasa Jawa secara interaktif. Dengan mengintegrasikan pelatihan bahasa Jawa ke dalam aplikasi yang sudah akrab di tangan siswa, diharapkan mereka dapat belajar sekaligus mengekspresikan diri secara kreatif.
