Dalam dunia ilmu pengetahuan, istilah penelitian dasar dan penelitian terapan sering muncul sebagai dua pendekatan utama yang memiliki tujuan, metodologi, dan konsekuensi yang berbeda. Memahami perbedaan keduanya sangat penting bagi akademisi, peneliti, pengambil kebijakan, serta masyarakat umum yang ingin mengetahui bagaimana pengetahuan baru dihasilkan dan diimplementasikan.
Penelitian dasar (juga disebut penelitian fundamental, fundamental, atau pure research) adalah upaya sistematis untuk memperluas pengetahuan teoritis tanpa mempertimbangkan secara langsung aplikasi praktis. Tujuan utama penelitian dasar adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana di balik fenomena alam atau sosial.
Penelitian terapan (applied research) berorientasi pada pemecahan masalah konkret, pengembangan teknologi, atau penerapan pengetahuan yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan praktis. Penelitian ini cenderung menjawab pertanyaan apa yang dapat kami lakukan dengan pengetahuan ini?
Meskipun terkesan berlawanan, keduanya saling melengkapi. Penelitian dasar menyediakan fondasi teori yang kemudian dapat diadaptasi menjadi solusi terapan. Contohnya, teori relativitas Albert Einstein (dasar) membuka jalan bagi GPS modern (terapan). Sebaliknya, tantangan terapan dapat memicu pertanyaanpertanyaan baru yang memerlukan penelitian dasar untuk dipecahkan.
Studi tentang struktur DNA yang dilakukan oleh Watson dan Crick pada tahun 1953 adalah contoh klasik. Penelitian ini tidak dirancang untuk menciptakan obat atau terapi, melainkan untuk memahami bagaimana gen ditransmisikan. Namun, penemuan tersebut menjadi dasar bagi bioteknologi modern, termasuk teknik rekayasa genetika.
Pengembangan vaksin COVID19 oleh perusahaan farmasi merupakan contoh penelitian terapan. Tim peneliti menggunakan pengetahuan dasar tentang virus corona, struktur protein spike, dan respons imun untuk menciptakan vaksin yang dapat diproduksi massal dalam hitungan bulan.
Kedua jenis penelitian umumnya melewati tahapan yang serupa, namun dengan fokus yang berbeda:
Pemerintah dan lembaga riset biasanya memiliki kebijakan yang memisahkan alokasi dana untuk masingmasing jenis penelitian. Di Indonesia, National Research and Innovation Agency (BRIN) memiliki program Riset Dasar yang mendukung proyek jangka panjang, serta program Riset Terapan yang menargetkan solusi bagi industri nasional. Sektor swasta umumnya lebih tertarik pada penelitian terapan karena potensi komersial yang jelas.
Pemilihan antara penelitian dasar atau terapan bergantung pada beberapa faktor:
Penelitian dasar dan penelitian terapan bukanlah dua kutub yang terpisah, melainkan dua sisi dari satu proses ilmu pengetahuan yang berkesinambungan. Penelitian dasar memperluas wawasan manusia tentang alam semesta, sementara penelitian terapan mengubah wawasan tersebut menjadi manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Keseimbangan antara keduanya sangat penting untuk kemajuan ilmu, inovasi teknologi, dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendukung ekosistem riset yang sehat, semua pemangku kepentinganpemerintah, universitas, industri, dan masyarakatharus mengakui nilai masingmasing jenis penelitian, menyediakan dana yang memadai, serta menciptakan jaringan kolaborasi yang memungkinkan pengetahuan dasar berpindah ke aplikasi praktis dengan cepat.
Jika Anda tertarik untuk memulai karir riset, pertimbangkan apa yang memotivasi Anda: apakah keinginan memahami fenomena secara mendalam atau menciptakan solusi yang dapat mengubah dunia. Kedua jalur tersebut sama pentingnya dan memberikan kontribusi yang tak terhingga bagi peradaban.
Referensi:
