Admin 07 Jun 2026 15:18

 

Pengembangan Model Struktural Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan pada Klien PGK yang Menjalani Hemodialisis

Latar Belakang

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang signifikan di seluruh dunia. Pada stadium akhir, pasien biasanya memerlukan terapi hemodialisis (HD) untuk menggantikan fungsi ekskresi ginjal. Salah satu tantangan utama dalam perawatan HD adalah mengontrol asupan cairan. Kelebihan cairan dapat menyebabkan hipertensi, edema, dan komplikasi kardiovaskular, sementara kekurangan cairan dapat menimbulkan hipotensi intradialisis.

Kepatuhan pasien terhadap pembatasan asupan cairan (PAC) seringkali rendah karena faktor psikologis, sosial, dan kurangnya pendidikan yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan model konseptual yang mampu menjelaskan hubungan antarvariabel yang mempengaruhi kepatuhan, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih efektif.

Tujuan Pengembangan Model

  • Mengidentifikasi faktor-faktor determinan kepatuhan PAC pada pasien HD.
  • Menyusun model struktural yang menggambarkan hubungan kausal antarvariabel.
  • Menguji validitas model dengan analisis statistik (SEM Structural Equation Modeling).
  • Memberikan dasar ilmiah bagi perancangan program edukasi dan pendampingan pasien.

Metode Penelitian

Desain

Penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional dan penggunaan Structural Equation Modeling (SEM) untuk analisis data.

Populasi & Sampel

Pasien PGK stadium akhir yang menjalani HD 3 kali seminggu di tiga rumah sakit besar di Indonesia. Sampel diambil secara purposive sebanyak 250 responden.

Instrumen

Kuisioner yang terdiri dari 5 subskala:

  1. Pengetahuan tentang PAC (10 item).
  2. Motivasi (8 item) diadaptasi dari Treatment SelfRegulation Questionnaire.
  3. Selfefficacy (7 item) Banduras SelfEfficacy Scale.
  4. Dukungan sosial (6 item) Multidimensional Scale of Perceived Social Support.
  5. Kepatuhan aktual (4 item) berdasarkan catatan berat badan pre dan postdialisis.

Analisis Data

Data dianalisa dengan SPSS 28 untuk statistik deskriptif, kemudian SEM dilakukan menggunakan AMOS 24. Fit model dievaluasi dengan indeks /df, RMSEA, CFI, dan TLI.

Model Struktural yang Diusulkan

Model terdiri dari tiga variabel eksogen (Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Sosial) dan dua variabel mediasi (Selfefficacy, Persepsi Risiko). Variabel endogen utama adalah Kepatuhan PAC.

Variabel Tipe Hubungan Hipotesis
Pengetahuan Eksogen Selfefficacy & Persepsi Risiko Semakin tinggi pengetahuan, selfefficacy dan persepsi risiko meningkat.
Motivasi Eksogen Selfefficacy Motivasi intrinsik memediasi peningkatan kepercayaan diri.
Dukungan Sosial Eksogen Selfefficacy & Persepsi Risiko Dukungan keluarga/teman memperkuat keyakinan dan kesadaran risiko.
Selfefficacy Mediasi Kepatuhan PAC Selfefficacy tinggi berhubungan dengan kepatuhan lebih baik.
Persepsi Risiko Mediasi Kepatuhan PAC Kesadaran akan konsekuensi cairan berlebih meningkatkan kepatuhan.

Hasil SEM (hipotetik): /df = 1.84, RMSEA = 0.045, CFI = 0.96, TLI = 0.95. Semua jalur signifikan pada p < 0.001, menunjukkan model memiliki fit yang memadai.

Implikasi Klinis

1. Edukasi Terstruktur

Materi harus menekankan mekanisme fisiologis cairan, konsekuensi klinis, serta strategi praktis (mis: penggunaan botol takaran, pencatatan harian).

2. Pendekatan Motivasi

Gunakan teknik motivational interviewing untuk memperkuat motivasi internal dan menetapkan tujuan yang realistis.

3. Penguatan Selfefficacy

Berikan latihan simulasi pengukuran cairan, feedback positif, serta contoh keberhasilan dari sesama pasien.

4. Dukungan Sosial

Libatkan anggota keluarga dalam sesi edukasi, serta bentuk kelompok support di rumah sakit.

5. Monitoring Berkelanjutan

Implementasikan aplikasi mobile yang mencatat asupan cairan, mengirim reminder, dan menampilkan grafik kepatuhan.

Dengan mengintegrasikan keempat pilar di atas ke dalam protokol perawatan, diharapkan tingkat kepatuhan PAC dapat meningkat 2530% dalam 6 bulan pertama.

File Referensi Untuk Pengembangan Model Struktural Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pada Klien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Yang Menjalani Program Hemodialisis
Screenshoot
Nama File
tkp_46_19_hid_p.pdf

Ukuran File
2.34 MB

Tipe File
PDF

Situs File
Deskripsi
File ini hanya file referensi untuk Pengembangan Model Struktural Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pada Klien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) Yang Menjalani Program Hemodialisis. Tidak menjamin hal-hal spesifik yang diinginkan terdapat didalamnya.
Download langsung (menunggu 10 detik)

Pengembangan Model Struktural Kepatuhan Pembatasan Asupan Cairan Pada Klien Penyakit Ginja...


admin
Admin
2026-06-07 15:18:05

Hubungan Antara Motivasi Dengan Perilaku Pembatasan Intake Cairan Pada Pasien Penyakit Gin...


admin
Admin
2026-06-06 21:28:15

STUDI PENGGUNAAN TERAPI FUROSEMID PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) STADIUM V dan L...


admin
Admin
2026-06-07 13:54:11

Kepatuhan Diet Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa dan Link Down...


admin
Admin
2026-06-07 15:58:05

Pembatasan Asupan Cairan Pada Pasien Hemodialisa dan Link Download File Referensi


admin
Admin
2026-06-07 15:22:20