Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, baik itu jaringan lokal (LAN) maupun jaringan internet, memerlukan IP address (Internet Protocol address) sebagai identitas unik. Pengisian IP address dapat dilakukan secara manual (statis) atau otomatis (dinamis). Pada halaman ini kita akan membahas konsep dasar IP address, perbedaan antara IPv4 dan IPv6, cara kerja pengisian otomatis dengan DHCP, serta contoh konfigurasi IP statis pada berbagai sistem operasi.
IP address adalah sekumpulan angka yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat pada jaringan berbasis protokol IP. Secara umum ada dua versi yang masih aktif digunakan:
192.168.1.10.2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334.Jika Anda mengatur IP secara manual, Anda harus memasukkan beberapa parameter secara eksplisit:
255.255.255.0)192.168.1.1)8.8.8.8 untuk Google DNS)Keuntungan: kontrol penuh, cocok untuk server, printer, atau perangkat yang harus selalu memiliki alamat yang sama.
Kekurangan: harus dikelola secara manual, risiko konflik IP jika dua perangkat menggunakan alamat yang sama.
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) memungkinkan perangkat meminta alamat IP secara otomatis ke server DHCP (biasanya router). Proses singkatnya:
DHCPDISCOVER.DHCPOFFER berisi alamat yang tersedia.DHCPREQUEST untuk mengkonfirmasi pilihan.DHCPACK dan alamat menjadi berlaku.Keuntungan: pengelolaan mudah, menghindari konflik, perangkat dapat berpindah jaringan tanpa konfigurasi ulang.
Kekurangan: tidak cocok untuk perangkat yang memerlukan alamat tetap, tergantung pada ketersediaan server DHCP.
255.255.255.0)ping 8.8.8.8 di Command Prompt.Metode umum menggunakan netplan (Ubuntu 18.04 ke atas):
# Buka file konfigurasisudo nano /etc/netplan/01networkconfig.yaml# Contoh isi filenetwork: version: 2 renderer: networkd ethernets: enp3s0: dhcp4: no addresses: [192.168.1.20/24] gateway4: 192.168.1.1 nameservers: addresses: [8.8.8.8,8.8.4.4] Setelah mengedit, jalankan:
sudo netplan apply Periksa dengan ip a atau ping untuk memastikan koneksi.
IPv6 biasanya dikonfigurasi secara otomatis melalui SLAAC (Stateless Address Autoconfiguration) atau DHCPv6. Jika diperlukan IP statis, formatnya mirip dengan IPv4 namun lebih panjang. Contoh konfigurasi di Windows:
Settings Network & Internet Properties Edit Manual IPv6Alamat: 2001:db8:1:2::10Prefix length: 64Gateway: 2001:db8:1:2::1DNS: 2001:4860:4860::8888 Pengisian IP address merupakan langkah fundamental dalam menghubungkan perangkat ke jaringan. Memahami perbedaan antara IPv4 dan IPv6, serta antara konfigurasi statis dan dinamis, memungkinkan Anda memilih metode yang paling tepat sesuai kebutuhan. Untuk jaringan rumahan, DHCP biasanya sudah cukup. Namun untuk server, printer, atau perangkat IoT yang membutuhkan alamat tetap, konfigurasi IP statis menjadi pilihan yang lebih handal.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara kerja dan cara mengatur IP address dengan tepat. Selamat mencoba!
