Program usaha produktif di tingkat akar rumput merupakan salah satu pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat perkotaan. Di Kelurahan Sorosutan, Kelompok Tani "Tani Manunggal" telah menjadi motor penggerak dalam pemanfaatan lahan terbatas menjadi ruang produktif. Keberhasilan kelompok tani ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak atau stakeholder yang memberikan dukungan berkelanjutan.
Kelompok Tani Tani Manunggal yang berlokasi di Kelurahan Sorosutan merupakan entitas yang fokus pada pertanian perkotaan (urban farming). Mengingat keterbatasan lahan di wilayah urban, kelompok ini berinovasi dengan sistem hidroponik dan budidaya tanaman pangan lokal. Usaha ini bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan sebuah program produktif yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan memberikan nilai ekonomi tambahan bagi anggotanya.
Keberlangsungan program usaha produktif di Tani Manunggal melibatkan interaksi intensif antara beberapa stakeholder utama. Berikut adalah peran yang dijalankan masing-masing pihak:
1. Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan: Sebagai pembuat kebijakan dan fasilitator. Pemerintah daerah memberikan dukungan berupa akses terhadap lahan tidur milik pemerintah untuk dikelola, serta memfasilitasi koordinasi dengan dinas terkait di tingkat kota.
2. Dinas Pertanian dan Pangan: Memberikan dukungan teknis berupa pendampingan budidaya, pelatihan pasca panen, serta bantuan sarana produksi seperti bibit unggul, pupuk, dan peralatan modern untuk menunjang produktivitas.
3. Akademisi dan Praktisi: Berperan sebagai pemberi edukasi dan transfer teknologi. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, akademisi membantu Tani Manunggal dalam pengelolaan manajerial kelompok dan strategi pemasaran digital agar hasil tani dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
4. Swasta (CSR): Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, beberapa sektor swasta memberikan bantuan modal atau infrastruktur, seperti pembuatan sistem irigasi hemat air atau rumah kaca (greenhouse) sederhana.
5. Anggota Kelompok Tani (Internal): Merupakan aktor utama yang menjalankan operasional. Dukungan mereka diwujudkan dalam bentuk partisipasi aktif, swadaya, dan komitmen untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Dukungan yang diberikan oleh stakeholder tersebut tidak hanya berupa materiil, tetapi juga non-materiil. Dukungan teknis dari dinas terkait secara signifikan meningkatkan kualitas panen, sehingga nilai jual produk meningkat. Sementara itu, dukungan manajerial dari akademisi membantu kelompok dalam mencatat keuangan secara lebih tertata, yang merupakan aspek krusial dalam keberlanjutan usaha produktif.
Selain itu, dukungan moral dan fasilitasi dari pemerintah kelurahan menciptakan iklim yang kondusif bagi anggota kelompok untuk terus berinovasi. Sinergi ini terbukti mampu mengubah persepsi masyarakat Sorosutan bahwa bertani di perkotaan adalah kegiatan yang menjanjikan secara ekonomi.
Meskipun kolaborasi telah berjalan, tantangan seperti perubahan iklim mikro di area urban, regenerasi petani muda, serta fluktuasi harga pasar tetap menjadi hambatan. Oleh karena itu, dukungan dari stakeholder diharapkan tidak bersifat parsial, melainkan berkesinambungan. Diperlukan penguatan jejaring pemasaran agar produk dari Tani Manunggal dapat terserap ke pasar ritel modern atau restoran di sekitar Yogyakarta.
Studi kasus pada Kelompok Tani Tani Manunggal di Kelurahan Sorosutan memberikan gambaran bahwa program usaha produktif memerlukan kolaborasi multipihak yang solid. Stakeholder tidak hanya bertindak sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas. Dengan adanya dukungan yang terintegrasi, Kelompok Tani Tani Manunggal mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang resilien dan berkelanjutan di lingkungan perkotaan.
