PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi tekstil, khususnya pada bagian weaving yang memiliki peran sangat krusial dalam memastikan kualitas bahan kain hasil jadi. Bagian weaving biasanya beroperasi selama 24 jam untuk mempertahankan efisiensi produksi, sehingga tenaga kerja dibagi ke dalam tiga shift yaitu shift pagi, shift sore, dan shift malam. Pembagian shift ini menimbulkan perbedaan dalam tingkat kelelahan kerja yang dialami oleh para pekerja, yang dapat berdampak pada produktivitas, keselamatan kerja, serta kesehatan karyawan.
Kelelahan kerja merupakan keadaan melelahkan baik secara fisik maupun mental yang terjadi akibat aktivitas kerja yang membutuhkan tenaga dan konsentrasi tinggi dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks pengelolaan tenaga kerja, kelelahan dapat menurunkan efektivitas dan kinerja pekerja, menimbulkan risiko kesalahan, dan meningkatkan kecelakaan dalam pekerjaan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai tingkat kelelahan kerja tiap shift kerja penting untuk mengetahui masalah dan mencari solusi yang tepat dalam meningkatkan kenyamanan serta keselamatan kerja.
Sistem kerja shift di bagian weaving PT. Iskandar Indah Printing Textile dibagi menjadi tiga yaitu:
Pembagian shift ini disusun supaya proses produksi berjalan nonstop dan mengoptimalkan penggunaan mesin serta sumber daya manusia.
Tingkat kelelahan pada pekerja berbeda-beda tergantung shift kerja yang dijalani. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat kelelahan kerja antara lain:
Berdasarkan observasi dan laporan dari tenaga kerja di bagian weaving, terdapat beberapa perbedaan mencolok dalam tingkat kelelahan yang dialami pekerja yang bekerja pada shift pagi, sore, dan malam:
Pekerja yang menjalankan shift pagi umumnya merasa tingkat kelelahan yang paling rendah dibandingkan shift lain. Hal ini terjadi karena shift pagi sesuai dengan ritme alami tubuh yaitu waktu bangun dan mulai beraktivitas. Aktivitas yang dilakukan di pagi hari juga biasanya diiringi dengan kondisi tubuh yang segar setelah istirahat malam yang cukup. Namun, pada akhir shift, kelelahan tetap mulai dirasakan terutama jika pekerjaan menuntut konsentrasi tinggi.
Shift sore memiliki tingkat kelelahan yang lebih tinggi dibanding shift pagi. Hal ini dikarenakan para pekerja telah menjalani aktivitas hampir sepanjang hari sebelum memulai shift sore, sehingga energi yang dimiliki sudah menurun. Selain itu, waktu istirahat yang cukup antara shift pagi sampai sore kadang tidak optimal bagi sebagian pekerja karena kegiatan lain di luar pekerjaan. Pekerjaan berat pada shift sore dapat mempercepat munculnya rasa lelah dan penurunan konsentrasi.
Shift malam adalah shift dengan tingkat kelelahan kerja yang paling tinggi. Beberapa alasan utama antara lain:
Dampak tingkat kelelahan yang tinggi pada shift malam sering menyebabkan turunnya konsentrasi kerja, risiko kecelakaan kerja meningkat, serta menurunkan produktivitas secara keseluruhan.
Kelelahan kerja yang tidak diatasi dengan baik akan berdampak negatif baik bagi pekerja maupun perusahaan. Dari sisi pekerja, kelelahan yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, stres, hingga burnout. Dari sisi perusahaan, hal ini berdampak pada menurunnya produktivitas, meningkatnya angka kecelakaan kerja, kualitas produk yang menurun, serta tingginya angka absensi dan turnover karyawan.
Mengingat pentingnya menjaga kualitas kerja dan kesehatan tenaga kerja di PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kelelahan setiap shift antara lain:
Tingkat kelelahan kerja pada tenaga kerja di bagian weaving PT. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta jelas berbeda antar shift pagi, sore, dan malam. Shift malam merupakan shift dengan tingkat kelelahan paling tinggi karena bertentangan dengan ritme biologis dan gangguan pola tidur. Shift sore juga memiliki tingkat kelelahan yang cukup tinggi karena beroperasi pada waktu ketika energi tubuh mulai menurun. Sementara shift pagi cenderung lebih ringan kelelahan karena bertepatan dengan waktu yang sesuai jam aktif tubuh. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya manusia yang bijaksana serta perhatian terhadap faktor-faktor ergonomi sangat dibutuhkan agar kualitas kerja dan kesehatan pekerja tetap terjaga.
Implementasi strategi pengurangan kelelahan, seperti rotasi shift yang adil, waktu istirahat yang baik, dan perbaikan lingkungan kerja akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi pekerja namun juga produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
