Perceived Usefulness (PU) atau persepsi kegunaan adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu sistem atau teknologi akan meningkatkan kinerja atau hasil kerja mereka. Konsep ini pertama kali muncul dalam Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis (1989). PU bukan sekadar fungsi produk, melainkan persepsi subjektif pengguna tentang manfaat yang dirasakan.
Faktorfaktor yang memengaruhi PU meliputi:
Perceived Ease of Use (PEOU) atau persepsi kemudahan penggunaan merujuk pada sejauh mana seseorang memperkirakan bahwa penggunaan sistem tidak memerlukan upaya mental atau fisik yang besar. PEOU menilai betapa mudahnya belajar, mengoperasikan, dan mengatasi masalah pada sistem.
Elemenelemen penting dalam PEOU meliputi:
Dalam model TAM, PEOU memiliki dua peran utama: (1) memengaruhi niat penggunaan secara langsung dan (2) memengaruhi PU secara tidak langsung. Artinya, semakin mudah suatu sistem digunakan, semakin besar kemungkinan pengguna menilai sistem tersebut berguna. Namun, hubungan ini tidak selalu linear; terkadang pengguna menganggap sistem yang sangat berguna meskipun agak rumit, terutama bila manfaatnya sangat signifikan.
Berikut langkahlangkah praktis untuk meningkatkan PU dan PEOU pada produk digital:
1. Aplikasi Mobile Banking
Pengguna menilai aplikasi bank yang memungkinkan transfer dana dalam tiga ketukan sebagai sangat berguna (PU tinggi). Jika tampilan tombol tidak konsisten atau proses otentikasi terlalu rumit, PEOU menurun dan beberapa pengguna beralih ke layanan lain.
2. Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS)
Dosen menganggap LMS berguna bila memungkinkan upload materi, penilaian otomatis, dan interaksi forum (PU tinggi). Namun, bila navigasi ke modul penilaian tersembunyi atau UI tidak responsif, PEOU menurun, mengakibatkan penurunan tingkat adopsi di kalangan dosen senior.
Umumnya, peneliti menggunakan skala Likert 5 atau 7poin untuk menilai pernyataan seperti:
Analisis statistik (misalnya regresi linear atau SEM) dapat menunjukkan seberapa kuat masingmasing konstruk memengaruhi niat penggunaan atau kepuasan pengguna.
Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use adalah dua pilar utama dalam adopsi teknologi. PU menilai nilai fungsional yang dirasakan, sedangkan PEOU menilai sejauh mana sistem dapat diakses tanpa hambatan. Kedua faktor ini saling memengaruhi dan harus dipertimbangkan secara seimbang dalam proses perancangan, pengembangan, dan peluncuran produk digital. Dengan mengoptimalkan kedua dimensi tersebut, organisasi dapat meningkatkan tingkat adopsi, kepuasan pengguna, dan pada akhirnya menghasilkan nilai bisnis yang lebih besar.
Untuk informasi lebih lanjut, lihat literatur asli Davis (1989) dan penelitianpenelitian terkini tentang TAM.
