Al-Qur'an bukanlah sebuah kitab sejarah (historiografi) yang disusun berdasarkan urutan kronologis peristiwa secara sistematis sebagaimana buku sejarah modern. Namun, al-Qur'an memuat banyak kisah-kisah masa lalu yang menjadi elemen penting dalam dakwah dan petunjuk bagi umat manusia. Peristiwa-peristiwa ini, atau yang sering disebut sebagai Qashash al-Qur'an, memiliki tujuan utama untuk memberikan pelajaran (ibrah), penguatan iman, serta pembenaran terhadap pesan-pesan ketauhidan yang dibawa oleh para nabi.
Kisah-kisah dalam al-Qur'an mencakup perjalanan hidup para nabi dan rasul, umat-umat terdahulu yang ingkar, hingga peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa kenabian Muhammad SAW. Penting untuk dipahami bahwa pemilihan peristiwa dalam al-Qur'an didasarkan pada signifikansinya terhadap moralitas dan tauhid. Sebagian peristiwa diceritakan secara berulang dengan sudut pandang yang berbeda, bertujuan untuk menekankan aspek hikmah yang berbeda pula sesuai dengan konteks ayat tersebut.
Sebagian besar narasi sejarah dalam al-Qur'an berfokus pada perjuangan para nabi dalam menyampaikan risalah kepada kaumnya. Kisah Nabi Nuh AS tentang banjir besar, Nabi Ibrahim AS dalam upayanya mencari Tuhan dan mendirikan Ka'bah, hingga kisah Nabi Musa AS yang berhadapan dengan Firaun, memberikan gambaran tentang dinamika antara kebenaran (haq) dan kebatilan (bathil).
Al-Qur'an juga menceritakan kehancuran umat-umat terdahulu, seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan kaum Nabi Luth. Peristiwa-peristiwa ini diangkat sebagai peringatan bagi umat manusia bahwa kehancuran suatu peradaban sering kali dipicu oleh kesombongan, penindasan terhadap kaum lemah, dan penolakan terhadap nilai-nilai keadilan serta ketuhanan.
Selain kisah masa lampau yang jauh, al-Qur'an juga mengabadikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di era Nabi Muhammad SAW. Peristiwa seperti Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq, hingga peristiwa hijrah ke Madinah dan pembebasan Mekah (Fathu Makkah) tercatat dalam ayat-ayat al-Qur'an. Berbeda dengan catatan sejarah konvensional, al-Qur'an membahas peristiwa-peristiwa ini dari sisi keterlibatan Tuhan, memberikan analisis moral tentang mengapa kemenangan atau kekalahan terjadi, serta menanamkan nilai kesabaran dan ketaatan kepada para pengikut Nabi.
Fungsi utama dari penyebutan peristiwa sejarah dalam al-Qur'an adalah sebagai berikut:
Peristiwa sejarah dalam al-Qur'an adalah jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dengan mempelajari narasi-narasi ini, umat manusia diharapkan tidak hanya sekadar mengetahui apa yang terjadi di masa lalu, melainkan mampu mengambil intisari (hikmah) untuk menjalani kehidupan saat ini dengan lebih bijak. Al-Qur'an membuktikan bahwa sejarah bukanlah sekadar rentetan tanggal dan kejadian, melainkan laboratorium besar bagi manusia untuk belajar tentang hakikat eksistensinya di dunia.
