Pengantar
Kimia organik merupakan fondasi utama dalam pengembangan obat modern. Praktikum Kimia Organik Farmasi dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa farmasi dalam sintesis, karakterisasi, dan analisis senyawa organik yang memiliki potensi farmakologis. Selama praktikum, mahasiswa tidak hanya belajar prosedur laboratorium, tetapi juga mengaitkan konsep kimia dengan aplikasi klinis.
Tujuan Praktikum
- Menguasai teknik sintesis senyawa organik dasar (misalnya esterifikasi, reduksi, alkilasi).
- Menggunakan alat analitik seperti IR, NMR, dan kromatografi untuk identifikasi struktur.
- Mengaitkan struktur kimia dengan aktivitas farmakologis yang potensial.
- Mengembangkan keterampilan kerja laboratorium yang aman dan bertanggung jawab.
- Menulis laporan ilmiah yang terstruktur sesuai standar jurnal farmasi.
Materi Praktikum
Berikut beberapa topik yang biasanya dijadikan modul praktikum:
- Sintesis Ester sebagai Prodrug Reaksi esterifikasi antara asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam kuat.
- Reduksi Keton menjadi Alkohol Sekunder Menggunakan NaBH atau LiAlH, menilai selektivitas reaksi.
- Sintesis Alkaloid Model Kondensasi Mannich untuk menghasilkan senyawa amina.
- Karakterisasi Senyawa Spektrum IR, NMR H/C, serta HPLC untuk kemurnian.
- Studi Stabilitas Pengujian degradasi pada kondisi asam, basa, dan suhu tinggi.
Metode Praktikum
Setiap modul mengikuti rangkaian prosedur standar:
1. Persiapan Bahan dan Alat
Semua reagen harus disiapkan dengan kadar tinggi serta diperiksa keabsahannya melalui sertifikat analisis. Alat yang dipakai antara lain labu erlenmeyer, rak tabung reaksi, pendingin konduktor, serta peralatan analitik.
2. Pelaksanaan Reaksi
Langkah-langkah reaksi dicatat secara rinci dalam buku kerja. Mahasiswa wajib memakai APD (alat pelindung diri) lengkap: jas lab, sarung tangan nitril, dan kacamata keselamatan.
3. Isolasi Produk
Setelah reaksi selesai, produk dipisahkan dengan ekstraksi cair-cair, diikuti dengan pengeringan (MgSO) dan evaporasi pelarut menggunakan rotary evaporator.
4. Karakterisasi
Produk yang dihasilkan dianalisis dengan:
| Metode | Tujuan | Parameter Utama |
|---|---|---|
| IR | Identifikasi fungsi grup | Frekuensi (cm) |
| NMR | Penentuan struktur inti | (ppm), J-coupling |
| HPLC | Penentuan kemurnian | Retensi, %area |
5. Penulisan Laporan
Laporan akhir mencakup latar belakang, tujuan, metodologi, hasil (dengan tabel dan spektrum), pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka. Penilaian laporan didasarkan pada kejelasan, kedalaman analisis, dan kesesuaian format.
Penilaian Praktikum
Penilaian terbagi menjadi tiga komponen utama:
- Keberhasilan Sintesis (30%) Tingkat konversi dan kemurnian produk.
- Penggunaan Alat Analitik (30%) Akurasi interpretasi spektrum IR/NMR/HPLC.
- Laporan Praktikum (40%) Struktur, kejelasan, serta kemampuan kritis dalam membahas hasil.
Mahasiswa yang tidak mencapai minimal 70% secara keseluruhan harus mengulang modul tersebut.
Referensi Utama
- Smith, M. B.;March, J. Advanced Organic Chemistry: Reaction and Mechanisms. 7th ed. Wiley, 2021.
- Patel, R.;Singh, A. Pharmaceutical Organic Chemistry. Springer, 2020.
- Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 33/2022 tentang Laboratorium Farmasi.
- ICH Guideline Q2(R1) Validation of Analytical Procedures, 2005.
