Motif batik merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai estetika, filosofi, dan sejarah. Pada era digital, tantangan utama adalah bagaimana memperkenalkan keunikan batik kepada generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi seluler. Augmented Reality (AR) menyediakan cara interaktif untuk menampilkan konten tigadimensi di atas dunia nyata, sehingga memungkinkan pengguna melihat detail motif, asalusul, serta makna simbolik secara realtime. Penelitian ini merancang sebuah aplikasi mobile yang memanfaatkan AR untuk mengenali motif batik melalui kamera ponsel. Aplikasi ini tidak hanya menampilkan visualisasi 3D, tetapi juga memberikan penjelasan tekstual, audio, dan video yang relevan. Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh pengalaman belajar yang menyeluruh tanpa memerlukan buku panduan atau pakar batik. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) yang terdiri dari empat fase utama: (1) identifikasi kebutuhan, (2) perancangan dan pengembangan, (3) evaluasi, dan (4) iterasi perbaikan. Berikut rincian singkatnya: Arsitektur aplikasi dibagi menjadi tiga lapisan utama: Setiap motif batik diubah menjadi feature descriptor menggunakan MobileNetV2 yang telah difinetune. Model tersebut dikonversi ke format .tflite untuk dijalankan secara offline di perangkat seluler. ARCore/ARKit menyediakan kemampuan pelacakan posisi perangkat, anchoring objek 3D, serta pencahayaan dinamis. Ketika motif terdeteksi, aplikasi menempatkan model 3D (misalnya, pola batik dalam bentuk relief) tepat di atas kain yang dicapture. Database berisi tabel Desain UI mengikuti prinsip Material Design dengan warna pastel yang menonjolkan keindahan batik. Fitur utama meliputi: Proses pengembangan berlangsung selama enam bulan. Beberapa tantangan teknis yang berhasil diatasi antara lain: Uji coba dilakukan pada tiga lokasi: kampus, museum batik, dan pasar tradisional. Hasil utama: Responden menilai bahwa visualisasi 3D memberikan rasa lebih nyata dibandingkan aplikasi pengenalan gambar konvensional. Beberapa masukan untuk perbaikan meliputi penambahan bahasa daerah dan peningkatan koleksi video. Pengembangan aplikasi pengenalan motif batik berbasis AR berhasil memenuhi tujuan utama: menyediakan cara interaktif, cepat, dan akurat untuk mengenali serta mempelajari batik pada perangkat mobile. Kombinasi teknologi AR, pembelajaran mesin ringan, dan desain UI yang bersahabat memungkinkan aplikasi ini menjadi alat edukasi yang potensial bagi wisatawan, pelajar, dan penggemar batik. Ke depan, proyek dapat diperluas dengan menambahkan modul crowdsourcing untuk memperkaya basis data motif, serta integrasi dengan platform ecommerce yang memungkinkan pengguna membeli produk batik yang mereka temukan.Rancang Bangun Aplikasi Pengenalan Motif Batik Berbasis Augmented Reality pada Perangkat Mobile
Pendahuluan
Tujuan
Metodologi
Arsitektur Sistem
Komponen Utama
1. Modul Deteksi Motif
2. Engine Augmented Reality
3. Basis Data Motif
motif (id, nama, deskripsi, asal, makna), tabel media (id_motif, tipe, url), serta tabel log (id_user, id_motif, timestamp). Semua data dapat dikelola melalui panel admin berbasis web.4. Antarmuka Pengguna
Alur Kerja Aplikasi
Implementasi
arcore_flutter_plugin dan arkit_flutter_plugin menghasilkan kode yang hampir sama untuk Android dan iOS.Uji Coba dan Evaluasi
Parameter Target Hasil RataRata Akurasi Deteksi >80% 87% Waktu Respons (ms) <500ms 398ms Kepuasan Pengguna (Skor 15) >4 4.3 Kesimpulan
